Sebelum tiba Waktu Kepergiannya
Kita berada pada hari-hari yang terasa berlalu dengan begitu cepat. Detik demi detik bergulir, dan berbagai distraksi kerap merampas waktu tanpa disadari. Tak jarang seseorang terjatuh, terjerembab, dan lupa tentang tujuan utamanya di dunia. Itulah mengapa kita harus selalu berdoa kepada-Nya. Karena tak ada satu detik pun, atau bahkan satu hembusan napas pun, melainkan kita butuh pertolongan Rabbul 'alamin. Hal ini tercermin dalam salah satu doa yang sering dipanjatkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ “Ya muqollibal qulub tsabbit qolbi ‘alaa diinik" Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu.
Manusia membutuhkan hidayah melebihi kebutuhannya terhadap makan dan minum. Namun, untuk menggapainya tentu butuh perjuangan. Hidayah diberikan kepada mereka yang bersungguh-sungguh mencarinya, sebagaimana firman Allah ta'ala:
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا ۚ وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, Kami akan tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sungguh, Allâh beserta orang-orang yang berbuat baik. (Al Ankabut 29:69)
Salah satu jalan untuk menggapai hidayah tersebut adalah dengan menuntut ilmu. Dengan ilmu, seorang hamba akan mengenal Allah dan Rasul-Nya. Dengan ilmu, seseorang akan termotivasi untuk beramal, mampu membedakan mana yang haq atau bathil, dan yang ma'ruf atau munkar. Kemuliaan suatu ilmu berbanding lurus dengan kemuliaan sesuatu yang dibahas pada ilmu tersebut. Oleh sebab itu, ilmu yang paling mulia adalah ilmu tentang mengenal Allah Subhanahu wa Ta‘ala dengan nama-nama-Nya yang Maha Indah dan sifat-sifat-Nya yang Maha Tinggi.
Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ “Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu (agama), maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga.” (HR. Muslim, no. 2699)
Ilmulah yang akan mengokohkan kita atas berbagai cobaan di akhir zaman ini. Menjaga semangat dalam thalabul 'ilm merupakan salah satu bentuk mensyukuri karunia waktu, kesehatan, dan kekuatan yang Allah berikan, terutama di masa muda. Maka, manfaatkanlah masa-masa ini sebelum ia mengering dan memutih. Manfaatkanlah, selagi belum tiba waktu kepergiannya.
يَوْمَ لَا يَنفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ “(Yaitu) hari di mana tidak berguna lagi harta dan anak-anak kecuali mereka yang datang menemui Allah dengan hati yang selamat.” (QS. Asy Syu’ara: 88-89)
The road is long, and the journey is lonely. Semoga Allah Subhanahu wa Ta‘ala selalu memberi taufiq dan hidayah-Nya.



















