Soal percintaan aku memang kalah, tapi urusan ngeship atlet sama rivalnya jelas aku pemenangnya
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from China

seen from Canada

seen from Malaysia

seen from Pakistan
seen from United States
seen from Germany
seen from Vietnam

seen from United States

seen from Romania

seen from United States

seen from Vietnam
seen from France

seen from United States
seen from United States

seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States
Soal percintaan aku memang kalah, tapi urusan ngeship atlet sama rivalnya jelas aku pemenangnya

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Prinsip Hidup
Setelah menimbang-nimbang dan berpikir, sepertinya hidupku akan kujalani dengan mengikuti makna kata-kata ini, "Menjelajahi Kehidupan, Menyelami Laut Pengetahuan, Memaknai Perjalanan". Kata-kata ini kuserap dari beberapa referensi, utamanya dari Al-Quran Surah Al-Alaq ayat 1-5 dan Surah Az-Zumar ayat 21.
Dari Surah Al-Alaq ayat 1, Nabi Muhammad SAW diperintahkan untuk membaca. Konteks membaca di dalam surah ini pun sebenarnya luas, bukan hanya membaca teks semata. Bahkan Nabi Muhammad SAW pun ummi (tidak pandai baca tulis). Maka dari itu, kumasukkanlah kata "Menjelajahi Kehidupan" dengan arti bepergian untuk menyelidiki kehidupan. Di dalam konteks ayat ini masih berkaitan, mengingat bahwa Rasulullah SAW meskipun tidak pandai baca tulis namun sangat cerdas dalam membaca kondisi di sekitar beliau, seperti memahami kondisi masyarakat contohnya peristiwa peletakan batu hajar aswad yang batunya ditempatkan di atas kain dan semua petinggi Quraisy memegang ujung kain agar semuanya merasa berperan dalam meletakkan batu hajar aswad. Bahkan, dalam konteks strategi perang pun beliau tidak asal-asalan memilih panglima dalam setiap perang umat Islam.
Selanjutnya, "Menyelami Laut Pengetahuan", kuserap dari Surah Al-Alaq ayat 4 dan 5, dalam Tafsir Al-Manar disebutkan, "Tidak ada kata-kata yang lebih mendalam dan alasan yang lebih sempurna daripada ayat ini dalam menyatakan pentingnya membaca dan menulis ilmu pengetahuan dalam segala cabang dan bagiannya".
Dan di akhir, kumasukkan "Memaknai Perjalanan" karena serapan dari Al-Qur'an Surat Az-Zumar ayat 21, "Apakah kamu tidak memperhatikan, bahwa sesungguhnya Allah menurunkan air dari langit, maka diaturnya menjadi sumber-sumber air di bumi kemudian ditumbuhkan-Nya dengan air itu tanam-tanaman yang bermacam-macam warnanya, lalu menjadi kering lalu kamu melihatnya kekuning-kuningan, kemudian dijadikan-Nya hancur berderai-derai. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang mempunyai akal". Dari ayat tersebut bermakna bahwa semua hal yang terjadi di muka bumi merupakan peringatan bagi kita bahwa hidup ini diatur sedemikian rupa dan sedemikian detailnya oleh Allah SWT agar kita terus mengambil hikmah, memaknai dengan akal, serta meningkatkan keimanan.
Dan terakhir, salah satu inspirasi sastra terbesarku adalah Gurindam 12 yang isi-isinya penuh dengan nasihat hidup :
Jika hendak mengenal orang berbangsa, lihat kepada budi dan bahasa. Jika hendak mengenal orang yang berbahagia, sangat memeliharakan yang sia-sia. Jika hendak mengenal orang mulia, lihatlah kepada kelakuan dia. Jika hendak mengenal orang yang berilmu, bertanya dan belajar tiadalah jemu. Jika hendak mengenal orang yang berakal, di dalam dunia mengambil bekal. Jika hendak mengenal orang yang baik perangai, lihat pada ketika bercampur dengan orang ramai. — Gurindam 12 Pasal 5
Bahaya Ego Dalam Bisnes Asea Redox: Pengajaran Tentang Prinsip dan Etos
Dalam dunia perniagaan, khususnya dalam bisnes rangkaian seperti ASEA Redox, kita bukan sahaja belajar tentang produk dan strategi pemasaran, tetapi juga tentang pembinaan diri. Ramai orang gagal bukan kerana produk tidak bagus atau syarikat tidak kukuh, tetapi kerana ego mengatasi prinsip. Kisah ini diolah daripada pengalaman dan perkongsian mentor-mentor dalam Asea. Ia mengingatkan kita bahawa…
Kebiasaan atau Kebenaran?
"Dih, aneh banget pake nyiapin buat sharing gituan doang"
"Cowok nonton p*rn mah wajar kali"
"Anj*r, eg*, c*k, bgs*t, asdfghjkl"
"Hah, lo nolak karena ngerokok doang?"
Memegang teguh prinsip rasanya menjadi berat sekali akhir-akhir ini. Banyak hal yang terlihat biasa sehingga diwajarkan bahkan dijadikan pembenaran. Padahal sebagai muslim, benar dan salah adalah suatu hal yang pasti. Walau tentu masih berjuang menjadi muslim yang taat, perkataan-perkataan di awal cukup membuatku tidak nyaman terkhusus beberapa yang ditujukan padaku.
Cukup kaget saat dikatakan 'aneh' ketika aku protes karena pemberitahuan mendadak untuk sharing teknik mengajar padahal aku tidak menyiapkan apapun. Karena orang lain tidak meyiapkan, bukan berarti aku juga harus sama bukan? Kenapa berusaha lebih baik menjadi sesuatu hal yang aneh?
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), arti kata wajar adalah biasa sebagaimana adanya tanpa tambahan apa pun. Arti lainnya dari wajar adalah menurut keadaan yang ada. Kasus pornografi bukan merupakan sesuatu hal yang baru. Namun, walaupun jumlahnya banyak bukan berarti semua orang kecanduan atau tertarik dengan konten-konten tersebut.
Normalisasi kata kasar. Sungguh, ini menjadi PR besar pendidik. Ingat, proses mendidik bukan hanya dilakukan di sekolah, tetapi juga di rumah dan lingkungan masyarakat. Rasanya sudah capek untuk mengingatkan murid-muridku tapi ngga boleh capek. Prinsip berkata yang baik atau diam seakan dikalahkan oleh berkata seperti apa yang teman-temanku katakan atau berkata seperti apa yang aku tonton. Menjelaskan konsep bahwa kekuatan kata-kata dapat mengubah yang halal menjadi haram, pemindahan tanggung jawab, dan hal-hal lainnya juga sudah kujelaskan. Terkadang sadar ini adalah prosesnya, tetapi berdoa lebih kencang supaya sabarku tidak menjadi setipis tisu dibagi tujuh.
Perihal merokok aku mengambil pendapat haram karena terlalu banyak mudharatnya. Bagaimana aku bisa menyayangi seseorang yang tidak menyayangi dirinya sendiri dan mempunyai peluang memberikan penyakit ke keluarganya?
Membiasakan yang benar bukan membenarkan yang biasa. Seperti memegang bara api memang cocok jika disandingkan dengan kehidupan masa kini. Dan memang perlu pegangan yang kuat untuk tidak terbawa arus.
Saat kau ragu arah tuju, di situlah kau mulai terbawa arus (Amigdala)
Belajar tidak ada batasan.
Bekerja ada batasan.
-salah satu mindset dan prinsip baru yang ku dapatkan di awal perjalanan karir-

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
sungguhan, deh. apa yang menurut kita penting, belum tentu sama pentingnya buat orang lain. prinsip ini sering terlupakan waktu aku mulai bingung, kecewa, sedih ... "kok kayaknya cuma aku doang yang nganggep ini masalah ya? kok dia biasa aja, sih?"
ujung-ujungnya itu lagi. mungkin buat dia memang hal yang kurisaukan itu nggak penting.
pada banyak kesempatan, prinsip ini justifikasi yang masuk akal. walaupun menurutku, pada kasus yang melibatkan kerja sama beberapa orang, kesepakatan di awal adalah penentunya. sejak awal, kita menganggap ini hal yang penting atau tidak? kalau begini, kuncinya ya, komunikasi.
kalau kasusnya hal-hal yang tidak menyangkut kerja sama dan kesepakatan, bisa jadi memang karena orang lain punya pandangan berbeda soal prioritas dan urgensi sesuatu yang kita anggap berprioritas tinggi serta berurgensi besar.
Undangan untuk Berbagi Perspektif
Mengenai Penyebab Pertama — Prinsip kausalitas, tentang hubungan antara sebab dan akibat, telah lama menjadi objek kajian intelektual. Kita terus berupaya memahami mekanisme rumit yang mengatur alam semesta ini.
Namun, pertanyaan menarik muncul: adakah sebuah penyebab fundamental, atau primum mobile, yang memicu keseluruhan rangkaian tersebut?
Pandangan bahwa para pemikir terkemuka lebih fokus pada penyebab sekunder, seperti efek domino yang berkesinambungan, sementara yang benar-benar bijak mencari penyebab pertama, memiliki daya tarik tersendiri. Hal tersebut menunjukkan adanya tatanan yang lebih dalam, sebuah pengaturan yang tersembunyi di balik simfoni alam semesta yang agung.
Namun, pencarian pengetahuan dapat dilakukan melalui berbagai cara. Sementara beberapa pihak mencari penyebab pertama tersebut, yang lain menemukan wawasan mendalam dari analisis teliti atas jaring penyebab sekunder yang rumit. Bagaimanapun, udara, tanah, dan air, elemen penunjang kehidupan, sendiri merupakan produk dari rangkaian panjang hubungan sebab-akibat.
Oleh karena itu, saya mengajak Anda untuk berbagi perspektif yang berharga tentang gagasan menarik ini — Apakah pencarian penyebab pertama memberikan pemahaman yang lebih kaya tentang alam semesta kita, atau justru analisis mendalam atas penyebab sekunder yang membuka rahasia keberadaan? Mungkin jawabannya terletak pada pendekatan yang bernuansa yang mencakup keduanya?
Marilah kita melakukan diskusi yang menarik ini dan menjelajahi berbagai jalur pemikiran yang dibuka oleh konsep ini.
— Nona. AainaA-Ridtz A R, Setetes di Lautan Es
Bukan Mencari Penilaian Orang Lain
Hai apa kabar sahabat tumblr! Hai tumblria (anak tumblr ceria)
Kamu sudah merencakanan sesuatu tapi pada akhirnya kamu tidak jadi melakukannya hanya karena kamu membaca a b c d e bahkan f g h i pikiran orang lain yang akan terhujankan padamu.
Kamu mengubah susun kembali apa yang menurutmu sudah baik hanya karena praduga perkataan yang akan diberikan kepadamu. Oh My God sudah berapa banyak waktu berharga yang kamu buang? Semangatt.
"Keputusan yang adil tidak mesti baik bagi semua orang atau disukai semua kepala. Keputusan yang terbaik adalah tatkala putusannya aka minim risiko dan tahu konsekuensi-konsekuensi yang tergambar jelas ke depannya,"
------
"Please Fa! Kita ke sini mau cari ilmu, bukan mau cari penilaian orang lain. Biarin aja mulut-mulut mereka, toh kita yang punya telinga dan indra kita itu berhak untuk mendengar atau menutup sesukanya," "Fa jadi jahat sekali-kali buat menyelamatkan diri dan mental kita sendiri wajib lo, bahkan gapapa. Gak semua harus didenger dan diiyain, kita bukan Tuhan yang siap menampung semua mulut manusia yang terkadap tak ada saringannya,"
Yuk berani mengatakan tidak untuk sesuatu yang memang bertolak belakang dengan hati dan pikiran, terlebih pada prinsip yang sudah kita buat dan pertahankan!