Hari ini ceritanya bercerita tentang melewati quarter life crisis..
Katanya setiap orang akan mengalami fase ini, fase yang mana merasa tertinggal jauh dari orang-orang terutama dari kerabat dekat. Merasa khawatir akan masa depan, merasa stuck ditempat, iri dengan segala pencapaian orang lain, hal-hal yang membuat cemas dari berbagai aspek kehidupan seperti karier, pendidikan dan romansa.
Entah benar atau salah, tapi berada di fase ini sungguh melelahkan, lelah karena terus membandingkan diri dengan orang lain, tanpa sadar bukan membuat semangat malah dibuat takut untuk melangkah mengejar ketertinggalan. Meski sebetulnya hidup bukan sebuah ajang perlombaan siapa cepat, tapi semestinya kita tetap siaga kala waktunya tiba giliran kita sudah siap untuk berjuang.
Tapi katanya di fase ini kita hanya perlu "Penerimaan" Iya menerima, bahwa memang setiap orang punya waktu dan jalannya masing-masing, ada yang memang mulus sperti jalan tol, ada yang bergelombang, ada yang berkelok dengan menanjak. Jalan tol saja tidak serta merta mulus kadang kala ada yang berlubang, ada terpaan angin kencang, ada turunannya ada pula belokannya. Kadang yang kita lihat hanya hasil tanpa kita ketahui bagaimana prosesnya orang lain bisa mencapai titik saat ini.
Oh ya jangan lupa juga katanya menerima diri sendiri, karena sering membandingkan diri kita dengan orang lain sampe lupa kalau diri sendiri juga punya kelebihan, punya potensi tidak selalu diri ini dipenuhi dengan kekurangan.
















