Kehutanan â Saat masih kecil, saya sering kali melihat berita tentang hutan gundul, terbakar, dan rusak. Â Amarah saya meledak tiap melihat hal tersebut, namun marah tidak akan menyelesaikan masalah, Â sehingga saya bercita-cita nantinya saat kuliah akan masuk ke jurusan kehutanan, Â dan setelah lulus nanti dapat ikut menyelamatkan hutan.
Dan akhirnyapun saya diterima sebagai mahasiswa UGM Fakultas Kehutanan Jurusan Kehutanan. Sebelumnya saya mendapatkan info tentang Kehutanan dari orang tua, internet, dan cerita orang-orang.
Saat pertama kali kuliah sebagai mahasiswa Kehutanan, saya rasa LUAR BIASA!!! Capek, lelah, menantang, dan seru. Pembelajaran kuliahnya ternyata banyak praktek di lapangan, banyak hal baru yang diketahui dan banyak opini yang selama ini salah.
Suasana lingkungan kampus nyaman, banyak hal-hal baru atau pengetahuan baru yang bias dipelajari. Banyak dosen-dosen yang âWOWâ dan membanggakan prestasinya. Serta tentu saja fakultas kami hawanya sejuk karena didukung oleh banyak pepohonan.
Jurusan kami unik jika dibandingkan dengan jurusan lain karena Kehutanan adalah ilmu terapan, banyak kegiatan yang dilkaukan di lapangan. Akan banyak kegiatan jalan-jalan, baik di hutan, gunung, rawa, maupun pantai. Tidak ada ruanguntuk bermanja dan setiap orang akan dipaksa untuk tangguh, karena hutan adalah tempat yang berbahaya dan harus selalu waspada.
Mata kuliah yang dipelajari antara lain mempelajari tentang karakteristik hutan, pohon, pengelolaan hutan, satwa, hidrologi hutan, konservasi tanah, pengolahan hasil hutan, teknik silvikultur, dan masih banyak lagi. Semuanya menarik, namun karena minat saya di bidang konservasi jadi mata kuliah di bidang konservasi merupakan hal menarik bagi saya.
Kuliah di Fakultas Kehutanan memberikan banyak pelajaran berharga, tidak hanya di kegiatan akademik saja. Namun juga kerjasama tim dan kekompakan. Kekompakan menjadi hal vital saat di hutan dan teman merupakan partner yang tidak tergantikan. Pengalaman berkesan selama kuliah tentu kenakalan waktu kuliah seperti ketahuan âtitip absenâ dan bertemu dengan banyak orang hebat. Bahkan Presiden RI ke-7, Pak Jokowi, dahulu member sambutan saat saya ospek. Saat itu beliau masih sebagai walikota Solo.
Menurut saya, prospek kerja masih luas terutama jika bekerja di luar Jawa. Dan ada prospek baru yaitu jadi Presiden hahaha. Banyak hal yang bisa dilakukan luluasn Kehutanan. Mengingat masih banyak hal yang perlu ditangani di Hutan Indonesia. So, join us to save our forest! Salam Lestari!
Penulis
Angga Brilyan Wibisono
Jurusan Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
â Live Streamingâ Interactive Chatâ Private Showsâ HD Qualityâ Free Actions
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Awalnya agak aneh, karena berawal dari saya yang tidak menyukai biologi sehingga saya mencari jurusan lain yang tidak berhubungan dengan biologi. Kemudian karena saya dari IPA dan suka fisika, jadi saya mencari jurusan di Fakultas Teknik. Dan akhirnya saya memilih program studi Perencanaan Wilayah dan Kota(PWK). Informasi-informasi dari internet saya cari, begitupun juga teman-teman yang tahu tentang PWK saya korek pengetahuan mereka.
Kesan pertama kali menjadi seorang mahasiswa PWK, tugas seabrek dan lembur jadi kesan pertama sebagian anak Teknik.
Adaptasi dengan teman baru, adaptasi dengan kegiatan, adaptasi dengan jadwal saat itu. Jika dipikirkan kembali saat ini akan sangat berkenang dan menyenangkan.
Suasana kampus kami sungguh menyenangkan dan santai. Salah satu jurusan yang memiliki innercourt dan ruang publik yang luas. Salah satu jurusan yang sangat santai untuk dapat menggunakan kaos dan rasa kekeluargaan dengan karyawan sehingga nyaman untuk berada di kampus.
Mata kuliah penting di jurusan saya adalah matakuliah studio dimana memiliki 5/6 sks dan itu menjadi mata kuliah penting selama tiga tahun kuliah. Dalam kuliah tersebut bisa belajar banyak hal sepertI dinamika kelompok, belajar bersosialisasi dan juga turun ke lapangan dengan cara survey.
Selain itu, juga ada mata kuliah pilihan yang cukup popular di setiap angkatan yaitu KKP (Kuliah Kerja Perencanaan) yang biasanya dalam 5 tahun terakhir ada kunjungan ke luar negri yang kemudian dipertanggungjawabkan dengan membuat rangkaian pameran.
Uniknya jurusan kami dibandingkan jurusan lain karena jurusan saya berkaitandenganseni sehingga karyanya dapat terlihat dan menyenangkan untuk dapat berkarya dengan seniman-seniman lainnya. Selainitu, Â jurusan saya unik karena setiap tahun akan ada pameran yang melibatkan banyak pihak. Â Banyak acara dan sangat menyenangkanlah pokoknya. Hehe
Memiliki teman dari segala penjuru kota, bertemu dengan dosen yang sangat kompeten, perkuliahan yang sangat dinamik, bisa bertemu dengan tokoh-tokoh pejabat lewat jurusan. Bisa juga ikut proyek dosen untuk menambah pengalaman. Dapat bertemu dengan teman yang berbeda-beda. Memiliki pengalaman bekerjasama dengan teman dan dosen yang kompeten. Memiliki pengalaman dengan mengikuti banyak kegiatan yang ada di kampus maupun membuat acara kampus. Sangat menyenangkan untuk dapat belajar dan berproses selama kuliah dengan segala kegiatan yang ada di kampus.
Mengenai prospek kerja, di pemerintahan dapat kerja di Pekerjaan Umum(PU), Badan Pengelolaan Daerah(BAPPEDA), Badan Pangelolaan Nasional(BAPPENAS), dan instansi-instansi daerah. Dapat juga menjadi walikota atau pemimpin daerah. Jika swasta dapat bekerja menjadi konsultan di Bank sebagai perencana dan lain sebagainya.
Penulis
Mega Kusuma Dewi
Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, Jurusan Teknik Arsitektur dan PWK, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
Saat ini saya kuliah di Jurusan Teknik Geologi Universitas Gadjah Mada. Pada awalnya memang bukan Teknik Geologi yang saya inginkan. Akan tetapi ketika saya berada di kelas XII SMA, ada seorang alumni datang ke SMA untuk sosialisasi mengenai dunia perkuliahan, dan saya rasa Jurusan Teknik Geologi itu menarik. Intinya, pertama karena mata kuliah yang ditawarkan masih relevan sama pelajaran-pelajaran SMA (awal2 kuliah aja sih sebenernya). Dari awal ketertarikan saya, saya lanjutkan dengan mencari-cari informasi, dan didapatkan informasi tambahan bahwa geologi itu prospeknya bagus. Salah satunya karena geologi itu mempelajari bumi dan selain itu bidang kerjanya luas, bisa kerja di perusahaan minyak dan gas bumi, di tambang, di lingkungan, dll. Tidak dapat dipungkiri dorongan iming-iming finansial yang memadai (gaji besar) juga menjadi salah satu alasan masuk jurusan ini, selain motivasi utama yaitu ingin membahagiakan kedua orangtua.
Seperti yang sudah saya ceritakan sebelumnya, saya mendapatkan informasi jurusan Teknik Geologi dari alumni SMA saya ketika mereka sosialisasi di sekolah. Lalu ketika mulai ada ketertarikan akan jurusan ini, saya mulai rajin untuk mencari informasi lewat internet, mulai dari mencari-cari ada di mana aja sih Teknik Geologi itu (missal: Teknik Geologi UGM, ITB, Unpad, Undip, Trisakti). Nah lalu mencari tahu berapa passing grade pada tahun tersebut, cocokin deh sama kemampuan diri kita. Selain itu menari-cari informasi juga dari mahasiswa Teknik Geologinya langsung. Bertanya ke alumni, siapa tahu punya kenalan anak geologi, lalu minta kontaknya. Alhamdulillah mereka juga welcome untuk menjawab.
WOW. Subhanallah banget. Beda sama yang ada di pikiran dulu selama SMA. Alhamdulillah saya masuk di Teknik Geologi UGM âTeknik Geologi yang katanya terbaik se-Indonesiaâ.
Kesan pertama masuk serem. Senioritasnya masih tinggi banget. Udah Ospek Universitas, lanjut Ospek Fakultas Teknik, eh masih ada Ospek Jurusan (Ya begitulah risiko buat anak teknik, harus strong).
Udah gitu kuliahnya emang bener-bener beda kayak pas sekolah SMA. Jadi sehari ada yg cuma kuliah 1 kali, jam 9 udah selese (tapi abis itu ada praktikum). Nah, tapi beda buat Teknik Geologi yang ada acara praktikumnya. Jadi satu minggu bisa 3-5 kali praktikum, tergantung semester. Udah gitu laporan seabreg, belum sama tugas dosen. Wkwkwkw.
Eh ada lagi, waktu awal-awal kuliah, hampir setiap weekend itu ada yang namanya âFIELDTRIPâ. Jadi fieldtrip di sini serangkaian sama praktikum dan dilaksanakan di hari Sabtu/Minggu. Makanya itu, udah weekday di kampus kuliah, eh weekendnya buat fieldtrip. Ga bisa ngebayangin gimana capeknya kan? hehe
Waktu awal-awal sih sempet keteteran sih, tapi lama2 udah mulai terbiasa. Jadi yaa, sampai sekarang BIASA aja.
Ga ada usaha dan kerja keras yang sia-sia kok. TRUST IT!!!
Suasana lingkungan kampus sangat kondusif untuk kegiatan belajar âmengajar. Fasilitas juga sangat memadai, ada perpustakaan dengan koleksi buku-buku yang lengkap, ada hotspot area 24 jam di lingkungan kampus, ada sepeda kampus, dll
Banyak hal-hal menarik selama kuliah. Â Mulai dari yang suruh ngafalin nama teman-teman satu angkatan yang jumlanya 116, harus hafal Nama, Asal Sekolah, Asal Kota (Awalnya ragu bisa ngafalin, eh ternyata lama2 bisa, dan itu berguna banget). Trus main-main bareng sama teman-teman satu angkatan. Ikut organisasi BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) sama HMTG (Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi UGM). Ngalamin ngerjain tugas/laporan sampe larut malem bareng temen2 satu angkatan. Trus kemaren baru aja selesai Kuliah Lapangan (KL), dimana mahasiswa Teknik Geologi dituntut untuk mengaplikasikan ilmu yang telah didapat selama 4 semester untuk langsung terjun di lapangan, yatu berupa pemetaan geologi. Yang terakhir, hal-hal yang paling menarik adalah diajar sama DOSEN yang super hebat dan pinter serta mendapatkan teman-teman yang baik dan luar biasa.
Banyak mata kuliah yang dipelajari.
Waktu semester awal (1) ada Kimia Dasar, Fisika Dasar I, Geologi Dasar, Matematika Dasar I, Pend. Agama, Pancasila, Kristalografi dan Mineralogi, Bahasa Inggris
Semester II ada Kewarganegaraan, Petrologi, Paleontologi, Â Matematika Dasar II, Fisika Dasar II, Kimia Fisika, Geomorfologi, Geologi Struktur, Paleontologi
Semester III ada Statistika, Matematika Geologi, Sedimentologi, Mineralogi Optik, Geokimia, Petrologi Batuan Beku dan Metamorf, Geologi Penginderaan Jauh
Semester IV ada Geologi Sejarah, Prinsip Stratigrafi, Metode Geologi Lapangan, Hidrogeologi, Geoinformasi, Petrografi, Ilmu Lingkungan
Nah kalo udah rada semester lanjut, nanti ada kuliah (Semester V) ada makul Tektonika, Paleontologi Analisis, Geologi Teknik, Geofisika Eksplorasi I, Stratigrafi Analisis, Seismologi
Lalu di semester VI (saat ini saya belajar) ada makul Geologi Minyak dan Gas Bumi, Geologi Batubara, Geologi Panas Bumi, Geologi Sumber Daya Mineral, Geofisika Eksplorasi, Geologi Indonesia, Studi Cekungan
Pada semester VII ada makul Geologi Lingkungan, Filsafat Ilmu Pengetahuan, dan Manajemen Proyek. Akan tetapi makul di semester VII ini sudah saya ambil semua di semester sebelumnya.
Jadi, pada saat semester V kemarin, ada yang namanya Kuliah Lapangan (KL) dan pada semester VII aka nada KKN (Kuliah Kerja Nyata) dan terakhir d semester VIII hanya tinggal skripsi saja.
Sebenernya semua mata kuliah itu menarik. Karena setiap harinya pasti ada ilmu yang didapat dan ada pengalaman yang tak ternilai harganya. Akan tetapi, jika ditanya yang paling menarik bagi saya adalah mata kuliah yang berhubungan dengan energy (intinya tentang migas, batubara, panas bumi, dll) karena tujuan saya adalah ke industri di bidang tersebut.
Banyak banget pengalaman berkesan selama kuliah. Pengalaman kuliah dengan dosen-dosen hebat (ada Bapak Stratigrafi Indonesia loh di Teknik Geologi UGM). Lalu Kuliah Lapangan di Bayat (Kampus Lapangan Geologi yang ada di Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Bisa ikut banyak organisasi dan acara-acara kampus. Intinya mahasiswa itu dituntut mandiri ď jauh dari orang tua, memanage waktu, belajar, ngerjain tugas, main, fieldtrip, dll.
Bicara tentang keunikan, ya mungkin salah satunya yaitu ikatan kekeluargaan yang kuat diantara mahasiswa teknik geologi. Selain itu, siapa sih yang mau ngertiin bumi? Ya cuma anak geologi. Jadi, geologi itu ibarat âDOKTER BUMIâ. Geologist lah yang tahu ada apa di dalam bumi (dengan cara interpretasi), prediksi kapan gunung akan meletus, ada dimana jebakan minyak dan gas bumi itu, bias tahu dimana adanya potensial emas, dll. Banyak deh.
Kalo mau tahu lebih lanjut bias lihat link di bawah ini:
http://geologi.ugm.ac.id/
hmtg.ft.ugm.ac.id/web
facebook: HMTG FT UGM
twitter: HMTG_FTUGM
Menurut saya, prospek kerja Jurusan Teknik Geologi masih cukup menjanjikan.
Seperti yang kita tahu, industri Minyak dan Gas tak pernah padam, selain itu siapa sih yang ga butuh energi?? Selama energi (konvensional: migas, batubara) masih dibutuhkan, selama itu pula Geologi diperlukan untuk ekplorasi dan eksploitasi. Selebihnya, sekarang sudah banyak dikembangkan energy unkonvensional, yang dapat dijadikan alternative energy baru juga.
Contoh perusahaan migas: Chevron, Halliburton, Schlumberger, Conoco Philips, Exxon Mobil, TOTAL dll
Selan itu, dalam bidang pertambangan, geologi juga sangat berperan. Pekerjaan awal yang dilakukan dalam tambang ya dilakukan oleh orang geologi, yang akan mencari dimana letak daerah potensial emas/perak/tembaga/timah, dll.
Contoh perusahaan tambang: Bukit Asam, New Moon, PAMA, Freeport, Aneka Tambang (Antam)
Ada juga lulusan geologi yang bekerja di bidang lingkungan, misalnya di perusahaan air minum (misal: Aqua, Total) dan nantinya menjadi hidrogeologist.
Bidang geologi teknik pun tak dapat dipungkiri banyak dibutuhkan anak geologi. Yang tahu keadaan bawah permukaan kan geologi, yang tahu jenis batuan lalu ada tidaknya struktur juga geologi. Makanya di bidang konstruksi bangunan (gedung bertingkat, jalan, jembatan, rumah, dll) geologi juga sangat dibutuhkan (kerjasama dengan orang Teknik Sipil).Â
Yang hobi dengan kegunungapian, bisa menjadi seorang Vukanologist.
Ada lagi energi baru yang ramah lingkungan, yaitu GEOTHERMAL. Saat ini jenis energi ini sedang sangat dikembangkan. Karena Indonesia merupakan ring of fire, kaya akan cadangan panas bumi yang belum dimanfaatkan secara optimal.
Selain itu, dosen dan pegawai pemerintahan juga masih sangat berprospek untuk lulusan teknik geologi.
Karena hampir semua pekerjaan yang menyangkut bumi dan alam pasti memerlukan lulusan Teknik Geologi.
Penulis
Eka Nofiana Khumaeroh
Jurusan Teknik Geologi. Fakultas teknik, Universitas Gadjah Mada
CeritaJurusanku#16 Did you good in English? but I am sure, I am better :)
Bermula ketika diminta ibu untuk kuliah di Pendidikan Bahasa Inggris. Dan dari ibulah saya mendapatkan informasi mengenai jurusan Pendidikan Bahasa Inggris karena ibu saya adalah guru BK(Bimbingan Konseling) di SMA 6 Purworejo. Pada awalnya pilihan ini adalah pilihan ketiga. Hanya berdalih dari prospek Pendidikan Bahasa Inggris saja. Dengan mempelajari Pendidikan Bahasa Inggris, jika peluang menjadi guru PNS minim, paling tidak bisa menjadi guru bimbel atau kursus. Penggunaan Pendidikan Bahasa Inggris sangat luas. Bisa menjadi penerjemah dsb.
Pada awalnya kuliah saya sangat minder karena saya masih merasa âtersesatâsedangkan teman-teman saya kebanyakan memang mmpunyai ambisi di jurusan ini. Terlebih lagi, pada saat ujian percobaan ujian nasional, nilai Pendidikan Bahasa Inggris saja jelek dan harus mengikuti kelas spesial Pendidikan Bahasa Inggris. Saya memang tidak suka pada Pendidikan Bahasa Inggris. Namun, rupanya, awal perkuliahan mempelajari kembali tentang dasar-dasar Pendidikan Bahasa Inggris termasuk tenses dsb sehingga saya paham dengan Pendidikan Bahasa Inggris dan menemukan kecintaan pada jurusan ini.
Lingkungan kampus UNY utamanya FBS berimbang. Ada orang-orang seni yang notabene berpenampilan sangar, orang-orang yg sangat agamis, orang-orang yg sangat akademis, dsb. Untuk lingkungan jurusan, lingkungannya juga beragam. Ada yang berpenampilan layaknya native speaker, ada pula yg masih terihat kental dengan ciri khas kedaerahannya :D Suasana belajar dikelas-kelas sangat kompetitif.
Hal yang paling menarik dari jurusan Pendidikan Bahasa Inggris adalah cara belajar mahasiswanya. Mengapa? Menonton film, jalan-jalan di tempat wisata dan melakukan interview dengan orang asing termasuk kegiatan belajar, membuat video pendek adalah cara kami belajar :D Selain itu, dengan menjadi mahasiswa Pendidikan Bahasa Inggris, kehadiran kita menjadi lebih dihargai. Mengapa? Hampir semua jurusan selain Pendidikan Bahasa Inggris mendapat mata kuliah umum Pendidikan Bahasa Inggris sehingga sering kali teman-teman dari jurusan lain meminta bantuan dalam mengerjakan tugas. Hal ini bisa menjadi sarana untuk pengayaan diri dengan mengajarkan materi yang telah didapat sehingga menjadi lebih paham dan merasa bermanfaat.
Mata kuliah yang dipelajari di Pendidikan Bahasa Inggris mencakup keahlian berbahasa (seperti Speaking, Reading, Listening, Writing, Pronounciation), kebahasaan (seperti Phonetics and Phonology, Pragmatics, Sociolinguistics, Psycholinguistic, dsb), dan keguruan (School Curriculum Development, English Instructional Technology, TEFL Methodology, dsb). Bagi saya, hampir semua matakuliah menarik untuk dipelajari :D Sebagai calon guru Pendidikan Bahasa Inggris, selain mengasah skill berPendidikan Bahasa Inggris, mempelajari sedikit tentang kebahasaan adalah hal yg menarik karena kita dapat lebih memahami berbagai macam ketidak konsistenan Pendidikan Bahasa Inggris dan dapat menjelaskan mengapa hal-hal tersebut terjadi. Hal yg tidak kalah menarik adalah mempelajari mata kuliah keguruan. Jelas,sebagai calon guru, mata kuliah ini sangat penting dank arena ambisi saya menjadi guru, mata kuliah ini menjadi terfavorit :D
Keunikan dari Pendidikan Bahasa Inggris, selain cara balajar yang asik dan relasi yg banyak, yaitu kebermanfaatannya. Sekarang kita berada di jaman Globalisasi dimana hampir semua hal menggunakan Pendidikan Bahasa Inggris, sehingga dengan belajar Pendidikan Bahasa Inggris kita bisa dengan mudah menjalani hidup. Wawasan kita bertambah luas dengan membaca berbagai artikel di internet yg bersumber dari expert yg berasal dari luar negeri tanpa harus mengalami kesulitan pada bahasa yg digunakan. Selain itu, peluang untuk berpergian keluar negeri menjadi semakin luas. Banyak event yg mempertemukan pemuda dari berbagai Negara untuk membahas isu-isu tertentu dengan syarat mampu berPendidikan Bahasa Inggris dan mempunyai gagasan terhadap isu tersebut. Tidak sedikit pula event-event semacam itu yang benar2 free cost bahkan mendapat uang saku untuk menjadi perwakilan dari Indonesia.
Pengalaman yang berkesan bagi saya adalah guest lecturing dan English Camp. Guest lecturing adalah perkuliahan umum bersama seorang ahli pendidikan dari Negara lain, kala itu saya dibersamai oleh Mr Hussein dari Malaysia. English Camp adalah acara camping selama 5 hari yang mengharuskan mahasiswa menggunakan bahasa Inggris selama camp berlangsung sehingga kami bisa merasakan kehidupan singkat dengan lingkungan bahasa inggris sepenuhnya :D
Prospek kerja Pendidikan Bahasa Inggris tidak berhenti pada Guru Bahasa Inggris di sekolah saja mengingat banyaknya bimbel atau kursus untuk Bahasa Inggris. Selain itu, dengan kemampuan Bahasa Inggris yang kami punya, kami dapat menjadi penerjemah, humas di perusahaan besar (yg menangani kerjasama dengan Negara lain), dan bahkan menjadi anggota Dubes. Di masa sekarang, kemampuan berbahasa inggris mempunyai nilai plus yang sangat besar. Tidak sedikit lulusan Pendidikan Bahasa Inggris menjadi pegawai bank, pegawai perusahaan dsb.
Penulis
Arum Syuradhanty
Jurusan Pendidikan Bahasa Inggris, Universitas Negeri Yogyakarta
Saya adalah mahasiswa Institut Teknologi Bandung(ITB) jurusan Mikrobiologi. Motivasinya simpel, pertama, di luar negeri, Mikrobiologi âlaku kerasâ selayaknya kedokteran di luar negeri. Saya berpikir akan sangat membanggakan bisa mempopulerkan Mikrobiologi di Indonesia dan dapat turut serta berkontribusi dalam kemajuan iptek kita yang tertinggal. Kedua, jurusan ini ada di ITB, salah satu institut terbaik Indonesia. Ketiga, saya senang Biologi dan Kimia.
Saya dapat informasi tentang Mikrobiologi setelah secara sengaja diberi tahu seorang alumni STF Farmasi ITB tentang SITH. Beliau, saat itu telah menjadi seorang dosen, mengatakan bahwa Mikrobiologi sangat potensial untuk dikembangkan Indonesia mengingat dunia sudah mulai masih ke era bioteknologi. Salah satu keunikan jurusan ini adalah Bbdang yang dipelajarinya keren, suasananya kondusif, jurusan satu-satunya di Indonesia.
Suasana lingkungan kampus saya kondusif. Dosen, senior, teman, bahkan pegawainya ramah-ramah. Semuanya seperti keluarga. Kalau saya merasa kesulitan, mereka dengan senang hati siap membantu. Begitupun jika mereka sedang dalam kesulitan, saya pun siap membantu.
Kesan pertamanya kuliah di sini saya merasa takut. Jurusan ini memiliki peminat yang sangat banyak, nyaris 90% peminat SITH di tahun saya. Hanya mereka dengan IP dan prestasi terbaik yang dapat masuk ke jurusan ini. Artinya, saingan saya mungkin saja sangat berat. Ternyata, setelah dijalani, Mikrobiologi sangat menyenangkan. Mikrobiologi adalah tempat belajar ilmu pengetahuan tentang organisme renik yang berada di semua tempat di bumi ini, tempat mengembangkan skill akademik, dan juga tempat memperoleh keluarga dan pengembangan karakter. TOP!
Belajar tentang mikroba sangat menyenangkan. Mereka-mereka yang kecil, ada dimana saja, dan memiliki peran yang sangat penting bagi kehidupan meski wujudnya seringkali tak terlihat menggugah perasaan kagum saya pada Tuhan YME dan sistem alam semesta. Dosen-dosen yang ramah dan peduli pada perkembangan mahasiswa membuat saya semakin enjoy. Ditambah lagi teman-teman dan senior yang bersatu dalam himpunan mahasiswa yang berfungsi layaknya keluarga sehingga selalu siap menghibur dan menolong di kala susah. Ruang kuliah dan laboratoriumnya bagus-bagus, alatnya pun mutakhir. Meski sebagian besar perkuliahan menuntut kerja keras, namun di situlah kami ditempa untuk menjadi manusia yang siap menghadapi tuntutan zaman.
Ada banyak mata kuliah pilihan yang ditawarkan di program studi ini. Tapi, sejauh yang saya lewati, paling menarik adalah mata kuliah Proyek Mikrobiologi. Mengapa? Mata kuliah ini memberikan banyak pelajaran tentang bagaimana menjadi teliti, menjadi teratur, menjadi sigap, menjadi tangkas, dan menjadi manusia yang bersimpati serta berempati pada teman. Ilmu yang dipelajari dalam matakuliah ini pun sangat menarik. Mengenai dasar-dasar perlakuan terhadap mikroba yang membuat kita semakin takjub pada ciptaan Tuhan. Lebih jauh lagi, di tingkat-tingkat selanjutnya, akan ada banyak matakuliah menyenangkan seperti rekayasa genentika ataupun bioinformatika. Bagi yang tertarik ke dunia pertambangan, ada pula mata kuliah mikrobiologi minyak bumi yang belakangan ini ramai diminati karena penggunaannya yang mulai dipilih oleh produsen minyak dunia.
Pengalaman berkesan yang saya lewati selama 3 semester ini diantaranya bermalam di lab, berangkat pagi pulang pagi, melihat aneka mikroba yang sangat amat indah, terkontaminasi mikroba maupun terkontaminasi zat kimia, sepatu bolong, mengoperasikan alat-alat berharga milyaran rupiah, begadang tanpa tidur tiga hari berturut-turut, banyak deh.
Bicara mengenai prospek jurusan, banyak profesi yang dapat kami geluti. Dapat menjadi peneliti, menjadi tenaga medis, menjadi quality controller. menjadi ahli penambang minyak bumi, pengolah limbah, konsultan, wirausaha, technoentrepreneur, pokoknya banyak deh!
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
â Live Streamingâ Interactive Chatâ Private Showsâ HD Qualityâ Free Actions
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
CeritaJurusanku #14 Electrical Engineering, Other âManlyâ Department
Teknik Elektro yang merupakan sebuah prodi dari JTETI (Jurusan Teknik Elektro dan Teknologi Informasi) merupakan jurusan yang sangat diminati, mungkin karena status âTeknikâ yang melekat. Karena teknik adalah jurusan dengan base science yang memiliki banyak penggemar.
Saya memilih Teknik Elektro sebagai tempat saya melanjutkan menimba ilmu adalah karena saya dari kecil sudah menyukai dunia kelistrikan.
Dan karena dari awal saya sudah menyukai all about electrical jadi untuk mendapatkan informasi tentang hal ini pun mudah bagi saya. Sekolah dan lembaga bimbingan belajar adalah tempat dimana saya menggali lebih dalam informasi tentang jurusan yang saya pilih.
Saat pertama kali menjejakan kaki di TE dan mengikut kegiatan yang ada didalamnya saya merasa amazing. Menakjubkan bisa bertemu dengan orang-orang pintar dari berbagai wilayah. Mereka mampu memotivasi dan menambah wawasan saya dalam menjalani perkuliahan di TE ini.
Selama kuliah di TE, tentunya banyak sekali hal-hal menarik yang saya jumpai. Mulai dari pembuatan robot, laboratorium dengan peralatannya yang harganya mencapai miliaran rupiah dan lain sebgainya yang pastinya membuat saya merasa amazing dengan prodi saya ini.
Jika ditanya beajar apa di TE? Maka jawabannya adalah, âtiada hari tanpa hitunganâ (pkn,agama,kwn nggak dihitung yaa). Dan menurut saya semua itu menarik karena memang dari dasarnya saya sangat menyukai segala sesuatu yang berbau hitungan.
Kuliah tidak hanya memberikan banyak pengalaman dan cerita tentang akademik saja, cerita non akademik juga memberikan kesan, sesuai dengan quote âIâve learned more in the streets than in any classroomâ âdailymanly. Menjadi pemimpin di banyak acara kegiatan kampus, mulai dari internal sampai dengan menyangkut perusahaan luar merupakan pengalaman tak terlupakan yang pernah saya alami.
TE, meskipun teknik merupakan jurusan dengan status âmanlyâ hal ini tidak membuat teknik, khususnya teknik elektro menjadi tidak menyenangkan, so far, selama saya menimba ilmu disini semua terlihat menyenangkan dan mengesankan. Selain itu saya merasa jurusan saya ini special, karena unik. Berbeda dengan jurusan lain, teknik elektro sangat erat dan terkenal dengan âbermain listrikâ keunikan itulah yang membuat jurusan saya ini berbeda dan menyenangkan bagi saya.
Berbicara tentang prospek kerja, jebolan teknik memiliki segudang prospek kerja yang tidak kalah dengan fakultas-fakultas lain juga kok. Dan yang terpenting bagi anak TE, selama masih ada listrik di dunia ini Insya Allah masih banyak lapangan pekerjaan yang membutuhkan anak TE, apalagi jaman sekarang, yang dimana listrik sudah bisa digolongkan sebagai kebutuhan primer.
Penulis
Muh. Novan Bayu Aji
Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Gadjah Mada
Motivasi saya memilih kuliah di jurusan ini adalah Teman, hehe. Sebenernya sama, saya juga merasa salah jurusan. Saat itu masih awal semester genap saat saya mendaftar di universitas yang saya pilih sekarang (Telkom University, saat itu masih IT Telkom). Teman-teman yang lain sudah mendaftar di universitas ini sebelumnya, di seleksi yang berbeda. Teman-teman mengikuti seleksi dengan nilai rapor, sedangkan saya mengikuti tes tertulisnya. Saya mengikuti tes tersebut pun karena melihat teman-teman lainnya yang sudah diterima di universitas itu. Karena takut tidak diterima dimanapun akhirnya saya juga ikut mendaftar, terlebih lagi ternyata orangtua saya pun mendukung saya karena menurut beliau, universitas itu sudah dipandang baik di Indonesia. Akhirnya, saya mengikuti tes tersebut dan diterima di jurusan Teknik Telekomunikasi dimana hanya ada dua universitas di Indonesia yang katanya âterbaikâ dalam bidang tersebut, salah satunya Telkom University. Tapi saya tetap mengikuti SNMPTN dan SBMPTN, bahkan STAN. Sayangnya, belum rejeki saya dan akhirnya saya memilih jurusan Teknik Telekomunikasi di Telkom University (saat itu masih IT Telkom).
Teman, Internet, dan kebetulan teman Ayah saya ada yang lulusan IT Telkom dengan jurusan yang sama. Merekalah yang memberikan informasi tentang jurusan ini kepada saya.
Kesan pertama yang saya rasakan saat kuliah adalah takut, tentu saja. Tapi hanya 5 menit pertama. Selanjutnya? Senang! Banyak teman yang juga senasib (re: tidak lolos SNMPTN, SBMPTN, dan seleksi lainnya), dan belum mengerti tentang jurusan tersebut. Saat itu, kami memulai semuanya dari nol, meskipun ada beberapa teman dari SMK yang sudah mendapatkan pengetahuan tersebut sebelumnya. Teman-teman SMK banyak membantu kami, dan bergantian meminta bantuan saat ada pelajaran SMA yang tidak begitu di dalami di SMK. Intinya, kami saling membantu ď asyik lah pokoknya!
Hal menarik selama kuliah yakni ospek, yaah.. meskipun tahu sendiri lah kesan ospek itu gimana. tapi dibalik semua âhal-ini-tuh-demi-kebaikan-kalian-adek-adekku-sayang-jadi-terima-aja-yah-kami-begini-toh-ini-tradisiâ, ada kesamaan dan pertemanan yang terjalin antar sesama teman seangkatan. Kami sama-sama tahu bagaimana rasanya saat itu, dan kami saling menyemangati satu-sama lain, bahu membahu membantu yang sedang âdiserangâ ataupun saat membuat tugas ospeknya.
Teknik Telekomunikasi lebih terpusat pada bagaimana kita dapat berkomunikasi  dan bertukar info dengan baik dan efisien (Tele : jauh, komunikasi : ya komunikasi, hehe). Jadi, awalnya kita akan mempelajari dasar telekomunikasi. Mengenai transmisi, jaringan, dan dasar sinyal. Selanjutnya, memang berkisar di tiga itu saja, Transmisi, jaringan, dan sinyal.
Banyak pengalaman berkesan yang saya temui saat kuliah, bertemu teman baru, mengenal lab-lab, berinteraksi dengan senior, dan berkomunikasi dengan dosen
Kondusif, satu kata yang cukup menggambarkan bagaimana suasana kampus saya
Keunikan dari jurusan Teknik Telekomunikasi yaitu tidak banyak terdapat di universitas lain di Indonesia. Saat ini sebagian besar mahasiswa Teknik Telekomunikasi yang disalurkan sebagai tenaga kerja adalah lulusan Telkom University dan ITB.
Prospek kerja jurusan ini menurut saya baik. Indonesia butuh banyak SDM yang memadai di bidang pertelekomunikasian. Banyak juga perusahaan yang membutuhkan SDM di bidang jurusan ini.
Penulis
Rizka Kamtsaalil S
Jurusan Teknik Telekomunikasi, Fakultas Teknik, Telkom University
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
â Live Streamingâ Interactive Chatâ Private Showsâ HD Qualityâ Free Actions
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Kita tidak perlu memaksakan diri untuk disukai semua orang. Tidak usah. Toh kita sendiri juga tidak sanggup untuk menyukai semua orang. Sebab kita tau, pada hati kita yang hina ini selalu saja kita berani mengotorinya dengan sangkaan buruk atau sekedar benci tanpa alasan kepada seseorang. Maka kalau kita belum bisa jamin hati kita bersih, jangan harap semua orang untuk menyukai kita :3
Orang-orang yang saat ini sedang bersangka buruk ke kita, maafkanlah. Mereka hanya tidak tau apa yg sebenarnya terjadi pada kita.
Orang-orang yang saat ini menghianati kita, maafkanlah. Membenci dan membalas dengan penghianatan tidak akan membuat hati menjadi tenang.
Orang orang yang saat ini menuduh kita dengan tuduhan tanpa bukti, maafkanlah jika menjelaskan pun tidak mengubah sikapnya terhadap kita.
Bukan berarti kita membiarkan orang berbuat as like as his/her stomach ( re : seenak perutnya atau dalam bahasa minang sakalamak paruiknyo se ) pada kita #abaikanKalimatIni
Tapi, ada kalanya kita hanya perlu bersikap dewasa dan memaafkan keadaan. Agar hati kita tenang, agar hati kita lebih luas untuk bisa diisi dengan kebaikan yang lebih banyak.
Dan dengan itu, kita bisa berpikir lebih jernih untuk tetap fokus pada rutinitas harian kita.
Jangan sedih, Allah Maha Melihat setiap perbuatan :3
Kuliah merupakan pengembangan dari apa yang sudah kita dapatkan di masa SMA dulu, namun kenyataannya banyak diantara para orangtua dan bahkan pemuda yang menggap bahwa kuliah itu tidaklah penting. padahal sejatinya kuliah memberikan kita banyak pengalaman tidak hanya dalam hal akademik saja. jadi, mengapa kita butuh kuliah? atau sejatinya, apakah kuliah itu dianggap pentng?
Ini adalah pendapat dari beberapa teman yang menggap bahwa kuliah sangatlah perlu... check it out
âMenurut ku kuliah tuh penting, Â membuka wawasan dan menaikan nilai jual di lapangan kerja masâ - Bobby TE 13
Share aja ya Mas
Mengapa harus kuliah? Karena kita dilahirkan di keluarga yang mampu menguliahkan kita, dan kita diberikan anugerah intelegensi yg cukup utk lolos seleksi masuk kuliah.
Oleh karenanya kita harus kuliah untuk memiliki kemampuan analisis problematika berdasar bidang keilmuan masing2 agar pada ujungnya nanti bs mengangkat harkat dan martabat orang2 yg dilahirkan tdk dari keluarga yg mampu menguliahkan mereka dan org2 yg tidak dianugerahi Tuhan kemampuan lolos seleksi masuk kuliah.. #maaf random
Ya.....memang udh takdir yg menuntut kita kuliah kali ya - Dhani FKU 12
Kenapa harus kuliah?
Alasan buat diri sendiri
1. Bikin bangga ortu
2. Mau bahagiain mereka
3. Mau jd lebih sukses
Alasan buat orang lain
1. Mau jadi orang yg bermanfaat, sbg salah satu orang yg bisa punya kesempatan kuliah, jd punya tanggung jawab lebih buat bagi itu ke orang lain,
2. Bantu orang lain bisa dlm bentuk ilmu, buka lap kerja, materi soalnya kita salah satu yg beruntung bisa kuliah dan lbh punya peluang jd sukses - Fitri Farmasi 12
Kl aku ya mas untuk meningkatkan keahlian yang kita punyai, krn saat Sma kita hanya belajar ilmu yg umum sehingga kemampuan kita juga belum terasah lebih spesifik nah dgn kuliah kita lebih terfokus pada bidang yg ingin ditekuni kan endingnya juga kerja nah kl kerja tp keahliannya kurang kan pasti hasil kerjanya tidak sempurna - Linda Geografi 13
CeritaJurusanku #13 Cerita Dibalik Seorang âDokterâ
Alasan saya ketika memilih jurusan Pendidikan Dokter secara jujur, saya dulu tidak kepikiran untuk masuk jurusan saya sekarang ini, namun Ibu menyarankan saya untuk ikut ujian masuknya. Lagipula, menuruti kata-kata Ibu tidak ada salahnya juga hahaha. Untuk informasi tentang Pendidikan Dokter saya dapat dari sekolah, website, dan lembaga bimbingan belajar.
Kesan pertama saat kuliah saya rasa susah (mungkin karena belum beradaptasi) tapi lama kelamaan asyik juga, seru belajar tentang fungsi organ dalam manusia, penyakit, dll.
Di kampus suasananya bersih dan rindang, banyak meja dan tempat duduk di taman. Ruang kuliahnya besar, muat untuk 1 angkatan (120 orang), nyaman (full AC, meja kursi terpisah), ada komputer, proyektor, layar dan mic yang digunakan dosen setiap kali menjelaskan mata kuliah. Gedungnya tinggi-tinggi penuh laboratorium untuk praktikum dan ruang diskusi (ada lift jadi nggak perlu capek naik tangga hehe). Kantin-kantinnya bersih namun agak mahal. Fasilitas full wifi di kampus dengan kecepatan lumayan cepat dan gratis! Perpustakaan penuh dengan berbagai macam buku dan referensi.
Dan hal-hal menarik selama kuliah, saya bisa mengetahui hal-hal lebih dalam dan fun facts tentang kesehatan, belajar sampai benar-benar tidak tidur seharian (ini serius), tugasnya lebih sedikit dibandingkan fakultas lain, bisa part-time sekaligus belajar lebih dalam tentang materi tertentu dan menambah relasi dengan dosen dengan menjadi asisten dosen (lumayan lo âgajiânya hehe)
Mata kuliah yang dipelajari yaitu fokus tentang penyakit dan kesehatan manusia
Mata kuliah yang dipelajari dan yang menurut saya menarik antara lain :
-Anatomi (organ-organ manusia dan manifestasi klinis)
-Fisiologi (fungsi dan cara kerja organ-organ manusia)
-Histologi (fungsi dan cara kerja seluler dan molekuler)
-Patologi Anatomi (kelainan organ dari tingkat seluler dan molekular)
-Patologi Klinik (kelainan organ dan manifestasi klinis)
-Farmakologi (fungsi dan cara kerja obat-obatan)
-Biokimia (reaksi biokimia yang terjadi di dalam tubuh manusia)
-Mikrobiologi (organisme mikro dan kulturnya)
-Parasitologi (perkembangan parasit dan manifestasi klinis yang disebabkan)
-BCCT (pemeriksaan untuk mendiagnosis penyakit)
-Lecture (penjelasan dosen tentang topik tertentu)
-Tutorial (diskusi kelompok bersama seorang tutor)
Biaya kuliah: sudah menjadi pengetahuan umum untuk masyarakat kalau biaya kuliah di kedokteran memang agak memberatkan mahasiswa/I, namun hal tersebut bisa diatasi dengan mengikuti berbagai beasiswa yang ditawarkan baik di dalam maupun di luar kampus.
Sistem kuliah: untuk sistem kuliah di kedokteran, UGM dan beberapa universitas lain menggunakan sistem blok. Berbeda dengan sistem sks dimana mahasiswa menentukan sendiri mata kuliahnya, sistem blok adalah sistem dimana mata kuliah mahasiswa sudah ditentukan oleh bidang akademik fakultas.Â
Satu blok ada 6 minggu, ujian praktikum udah mulai dari week ke-2. Ujian blok nggak ada essay, adanya pilgan. Beda dengan ujian praktikum (responsi), sistem dan kebijakannya beda per departemen yang menyelenggarakan. Ujian praktikum bagus tapi IP masih jelek? Pasti ujian blok kamu jelek, karena bobot ujian blok itu pasti lebih dari 80% bobot IP. Sekalinya jelek, IP kamu juga jelek. Ujian praktikum sebenarnya tidak terlalu membantu.
Belajar mati-matian sehari penuh sampai nggak tidur di perpus/warnet/kafe 24 jam (udah jadi kebiasaan mahasiswa/i kedokteran). Untuk yang bawa mobil, mencari parkir di dalam kampus itu susah sekali bahkan mendekati mustahil. Di sini bilangnya nggak belajar, tapi IP >3,5. BanyakâŚ
Penulis
Dinda Ajeng Anindita
Jurusan Pendidikan Dokter, Fakultas Kedokteran, Universitas Gadjah Mada
CeritaJurusanku #12 Mau keliling dunia? belajar dulu ke HI
Saya adalah mahasiswa President University jurusan Hubungan Internasional(HI). Alasan saya memilih jurusan tersebut, pertama karena saya mau keliling dunia. Dengan penempatan kata âInternasionalâ pada nama jurusan ini, saya pikir mungkin ini salah satu cara saya dapat keliling dunia dan belajar tentang apa saja yang ada di dunia ini. Benar buku adalah jendela dunia, tapi apasalahnya kalau kita melihat dunia itu dengan mata kepala kita sendiri dan mungkin kemudian kita bisa membuat buku?
Info-info yang saya dapatkan mengenai HI dari pelajaran PKn dan teman. Karena ada bab di pelajaran PKn yang mempelajari hubungan internasional. Tentang PBB, diplomat, atase, dan sebagainya. Saya tertarik dan lalu teman berkata kalau jurusan Hubungan Internasional itu memang ada. Lalu berkat kecanggihan teknologi, saya langsung cari-cari di internet. Pertamanya saya minder juga karena bahasa inggris saya jelek, berbeda dari yang lain yang sudah pada bagus bahkan menguasai beberapa bahasa. Jangan takut. Kamu ga sendirian. Disini kita sama sama belajar.
Kesan pertama kuliah biasa saja bahkan sedikit bingung. Saya kira awalnya Hubungan Internasional itu akan banyak mempelajari budaya-budaya negara yang belum saya ketahui. Ternyata tak semudah itu, banyak unsur-unsur politik, military, ekoonomi, sosial, dan segala hal tentang individu sampai negara.Â
Kita belajar apa yang jurusan lain pelajari, tapi mereka tidak mempelajari apa yang kita pelajari. Khususnya bidang sosial. Itulah keunikan HI dibanding jurusan lain.
Yang menarik dari pelajaran HI adalah bisa membuka mata Anda lebih luas. Bertemu orang-orang hebat. Dosen-dosen yang temenan sama sekjen PBB, dan mereka yang sudah keliling hampir seluruh dunia dan lain-lain. Pola pikir kita bertambah luas. Tanpa baca koran atau melihat berita kita bisa melihat dunia dari cerita mereka. Baik-buruk pemerintahan, diplomasi, hubungan antara negara semua terkuak.Â
Mata kuliah banyak sekali. Bidang di HI itu sungguh kaya. Walau tidak mendalam, kita mempelajari semua hal. IT, bisnis, komunikasi, politik, strategi, militer, dan yang paling seru itu maritime security. Karena sebagai negara yang dikelilingi oleh lautan, kalian akan sadar betapa bodohnya kita selama ini akan management kelautan. Kenapa laut itu penting bagi kita bahkan semua negara.
Sebagai anak HI, kalian ga harus muluk-muluk belajar. Cukup dengarkan dosen, baca buku sebisanya, kerjakan tugas, baca berita. Sudah. Selebihnya bebas. Kalian bisa main, ikut organsasi lain, ke luar negeri untuk simulasi sidang PBB dan banyak hal. Dan yang paling berkesan adalah menjadi anak HI itu sendiri.Â
Seperti kampus dan jurusan lain. Ada beberapa yang sangat pintar tapi ada juga yang tertinggal. Itu lah serunya. Kita beragam. Dapat saling membantu. Dan seperti yang saya bilang karena HI itu memiliki bidang yang luas pencapaian, kesukaan, dan keahlian kita beragam. Kita menjadi ahli dalam hal keragaman dan dapat menjadi orang yang paling bisa menerima satu sama lain.
Orang selalu berfikir disaat kita kuliah mengambil jurusan HI kita harus jadi diplomat. Itu salah besar. Malah sedikit sekali anak kelas saya yang mau jadi diplomat. Kita ingin membangun bangsa dengan cara kita. Jadi pembisnis, entertainer, public relations, human resource, we can be everything because we learn anything.Â
Penulis
Reza Romano
Jurusan Hubungan Internasional, President University
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
â Live Streamingâ Interactive Chatâ Private Showsâ HD Qualityâ Free Actions
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Cerita Jurusanku #11 â Â Apapun peminatannya, kita tetaplah satu dengan gelar SKM (Sarjana Kesehatan Masyarakat). FKM Undip ~ Salam Sehat !!! â
Sejak SMP cita dan cinta saya  menjadikan diri saya seorang dokter, namun setelah saya gagal di terima di Fakultas Kedokteran melalui SNMPTN Undangan, saya mencoba menenagkan diri dan mengintrospeksi diri.  Lalu  saya harus fokus terhadap diri saya guna memfilter ambisi saya (WHAT I NEED NOT WHAT I WANT).  Setelah  itu saya berkonsultasi dengan guru BIP / konseling  saya di tempat bimbel guna memahami  point  - WHAT I NEED - yaitu kontribusi di dunia kesehatan. Dunia kesehatan itu amat luas aspek maupun keprofesiannya yaitu Dokter, Bidan, Perawat, Public Health (Sanitarian, Epidemiologiest, Entomologiest, dll).Â
Nah, Public Health ini yang dijadikan rekomendasi guru saya dengan berbagai pertimbangan terhadap diri saya. Saat SBMPTN tertulis 2012  saya memilih FK Unsri dan FKM Undip. Dan benar saja pertimbangan guru konseling saya, saya lulus FKM Undip.  Awalnya saya tidak terlalu senang dengan kelulusan  ini, dilain sisi saya diterima di Poltekkes 3 Jakarta, Kebidan Cipto. Sempat terjadi perdebatan dengan orang tua saya yang membuat saya juga ragu tuk berkuliah di Undip dikarenakan latar belakang keluarga saya yang sebagian besar adalah seorang guru dan kurang paham dengan keprofesian lainnya. Saya  bermuhasabah  lagi mempertegas â WHAT I NEED â kerena saya tipikal orang yang senang dengan dunia social juga maka saya memilih FKM Undip dibandingkan kebidanan, ditambah dengan pedekate dengan ALLAH SWT membuat saya semakin mantab tuk merantau ke kota yang khas dengan lumpianya. Pertimbangan saya tehadap kampus yang kedua ialah kuliah di Kebidanan sistemnya asrama yang banyak aturan, dan saya bukan tipe orang yang suka diatur maka saya memutuskan membatalkan kebidanan serta dengan pertimbangan lainnya.
Entomologi kesehatan masyarakt adalah ilmu yang mempelajari tentang serangga dan binatang-binatang yang termasuk phylum arthropoda yang berhubungan dengan kesehatan, pengendalian serta pemberantasannya. Entomologis kesmas Undip merupakan peminatan yang masih belum banyak dilirik  di Indonesia  sedang di negara luar sudah berkembang, Berkembangnya dunia industri dan dunia kesehatan menjadikan prospek kerja untuk tenaga Entomologiest, hanya saja belum banyak institusi pendidikan yang memfasilitasi ilmu ini. Oleh karena itu, saya tertarik untuk menggeluti peminatan ini jika saya ada di FKM Undip (karena Undip satu-satunya universitas yang memiliki bidang/peminatan ini).
Pengalaman awal saya merantau menuntut ilmu âAmzing sekaliâ Â karena ini kali pertama saya jauh dari orang tua, lingkungan yang heterogen dan OSPEKnya berbeda dengan MOS. Kegiatan OSPEK yang memakan waktu hampir satu semester ditambah tugas praktikum membuat saya kualahan memanajemen waktu saya.Tapi, Alhamdulillah masa sulit itu dapat saya lewati, dengan saya menjadi salah satu peserta terbaik kegiatan OSPEK yang dikenal dengan kegiatan LKMM Pra-Dasar.
Awalnya saya sangat jet lag dengan KBM dikelas karena saya merasa saya adalah orang yang selalu mengandalkan otak kiri alias eksak abis lalu tiba-tiba pelajarannya apalan semua alias biologi banget deh ditambah lagi dengan kelas belajar dengan sitem kelas besar yaitu satu kelas berisi 60-70 mahasiswa yang juga menjadi penghambat saya diawal kuliah. Nah, di sinilah tantangan saya, karena ketika saya memantapkan diri ingin berkuliah adalah guna mendapatkan dan mengembangkan ilmu lalu mengabdikannya. Itu artinya mempelajari apa yang saya belum pahami, memantaskan diri di segala bidang.
3 semeter awal saya kualahan karena saya sejak SMP-SMA terbiasa mendongkrak nilai dengan kemampuan eksak saya, namun di sini tak banyak pelajaran eksak tapi karena saya sudah janji akan melakukan yang terbaik untuk orang tua dan saya pun berusaha sekeras mungkin tuk mendapatkan IP yang baik. Di semester 4 lah saya mulai melayakkan diri dan memulai IP yang bisa dikatakan pantas. Walau tak seperti teman-teman yang lain namun saya bangga IP 3,3 yang saya dapatkan dengan tangis, usaha, doa dan tentunya restu orang tua. Sebenarnya di tempat saya kuliah nilai bukanlah hal yang sulit diraih jika kita sungguh-sungguh, itulah kesalahan yang telah saya lakukan di 3 semester  awal -belum serius-.
Sistem perkuliahan juga cukup mencengangkan dimana dosen sangat berbeda dengan guru yang selalu menerangkan, sedangkan dosen hanya bicara singkat lalu memberikan ppt yang harus dipelajari, jumlah slide per-pertemuanpun bukan main terkadang bisa 200 slide dalam Bahasa Inggris. Ditambah lagi 1 kelas yang terdiri dari 60 mahasiswa membuat saya juga gugup dalam kuliah karena saya kesulitan mendengarkan dosen.
Lingkungan kampus FKM Undip, orang-orangnya sangat kompetitif dan tak jarang  âresult orientedâ, kalau dari lingkungan sosial karena sebagian besar mahasiswa muslim (masih terjaga dengan adanya mentoring yang didukung Universitas) namun tetap ada sisi seninya. Kalau hedon, itu tergantung dengan siapa kita bergaul, tapi standar hidup di Semarang sama dengan standar hidup di kota Jakarta. Lingkungan fisik kampus, tak bisa  dideskripsikan dengan kata-kata, silakan kunjungi kampusnya saja langsung ď.Tapi, yang saya rasakan laboratorium belum cukup memadai, untuk peminatan entomologi kami harus praktikum di LAB BP2VRP Salatiga dan Banjarnegara.
Menilik mata kuliah di FKM âSuper sekali!â.Banyak banget mata kuliah yang menarik untuk dipelajari. Karena jurusan ini semi sains-sosial diantaranya Biomedik dasar, Gizi, Pemberdayaan Masyarakat, Epidemiologi, SIG, Biostatistik, tanggap darurat bencana, ilmu kependudukan, sosio-antropologi, pengendalian vektor, rodentologi dll..
Banyak hal menarik yang saya rasakan sebagai mahasiswa, diantaranya :
1) organisasi/UPK, ini bisa menjadi alternatif buat anak rantau yang jauh dari keluarga karena kita punya keluarga sederhana yang senantiasa menjaga dan memperhatikan kita,Â
2) Kita diberi kesempatan tuk mengembangkan soft skill dengan memiliki 25% absen / dispensasi yang bisa digunakan tuk jadi delegasi kampus (waktu itu saya delegasi rohis fakultas dalam acara Forum Dakwah Kesehatan Masyarakat Indonesia ke FKM UI,Â
3) Kuliahnya ga monoton di semester 2 kita ada kuliah lapangan/ field trip ke kopeng dan di semester 5 isinya kita kuliah lapangan dimana setiap bulan kita mencari masalah kesehatan yang berbeda ke berbagai kelurahan di sekitar Semarang (*capek sih, tapi seneng banget .. hhee karena bisa kenal sama Lurah dan penjabat setempat lainnya. ^^). Ditambah lagi di peminatan entomologi dosennya bukan Cuma dari FKM Undip saja, ada yang dari Dinas Kesehatan Kota Semarang, Dosen MIPA, Tenaga Kerja di Pest Control âNew Pest Semarangâ serta ahli lab sari BP2VRP Salatiga.Â
Pengalaman berkesan selama kuliah mungkin tidak terlalu menarik sih, karena biasanya itu terjadi saat Problem Based Learning atau kuliah di lapangan seperti saya harus wawancara responden/warga sekitar rawa ternyata saya mewawancarai orang gila, saat diskusi/kerja kelompok yang bisa membuat tidak tidur seharian dan ngerjain semaleman di kos temen, serta satu kelas gagal responsi praktikum agen penyakit dan kita di jarkom dadakan untuk responsi ulang di saat kita lagi menikmati liburan selesai UAS di kampung halaman.. hhe ^^. Tapi, kalo kita menikmati setiap prosesnya, itu semua akan jadi hal yang menarik..
Public Health itu jurusan yang keren dan mulia, karena bidang ini sangat vital. Pernah mendengar istilah âmencegah lebih baik dari pada mengobatiâ itu lah semboyan tuk kami yang  bergerak di bidang preventif/pencegahan penyakit pada masyarakat. Yang unik dari FKM Undip adalah punya peminatan yang belum dipunyai oleh FKM Se-Indonesia yaitu peminatan Entomologi kesehatan masyarakat (sekalian promosi ya ^^). Selama proses perkuliahan, kita dilatih berhadapan dengan masyarakat secara langsung melalui kuliah lapangan-Field trip-Project Based Learning-Study Banding.
Terakhir, prospek sangatlah luas dan tergantung pada peminatannya. Yang saya tahu ;
1) Entomologi kesehtan : bisa bekerja di perusahaan pest control, balitbang, Kemenkes (P2PL), DKK (P2B2), Kantor kesehatan pelabuhan, puskesmas, hotel, RS, Industry dst..
2) PKIP : penyuluh kesehatan, RS, BPJS, Puskesmas, dst.
3) Biostatistik kesehatan : Rekam medic RS, BKKBN dst.
4) Kesehatan lingkungan : Sanitarian (bisa di RS, Perusahaan, dst).
5) Gizi kesmas : Konsultan Gizi (Mandiri, Puskesmas, BPOM, perusahaan makanan swasta).
6) K3 : konsultan Kesehatan dan Keselamatan Kerja di berbagai perusahaan.
7)Epidemiologi&penyakit tropic : Epidemiolog (Puskesmas, KKP, depkes).
8)Administrasi dan Kebijakan Kesehatan : Manager RS, BPJS, Depkes, finance/asuransi kesehatan.
â Â Apapun peminatannya, kita tetaplah satu dengan gelar SKM (Sarjana Kesehatan Masyarakat). FKM Undip ~ Salam Sehat !!! â
Penulis:
F Ghina Arifah
Jurusan Kesehatan Masyarakat, Fakultas Kesehatan Masyarakat - Universitas Diponegoro
CeritaJurusanku #10 Ketika Tak Tahu Arah dan Tujuan
âApabila hamba-Ku betanya padamu (Muhammad) katakan bahwa aku dekat. Aku (Allah) kabulkan doâa orang-orang yang berdoâa padakuâ. (Q.S. Al-Baqarah : 186)
Di akhir kelas 3 SMA, begitu banyak remaja yang galau akan kehidupannya selanjutnya, apakah akan kuliah atau kerja bahkan malah tidak keduanya dan hanya menganggur. Inilah yang dirasakan betul oleh seorang pemuda desa di akhir kelas 3 SMAnya. Pemuda inipun tak tahu langkah apa yang harus ditempuhnya, mau kuliah tidak punya biaya, sehingga yang terbayang di pikirannya yaitu kerja setelah lulus SMA, lalu rasa galau dan gundah akan masa depan semakin menghantuinya, mau kerja lalu kerja apa, tidak punya kenalan (jaringan), tidak punya pengalaman, bahkan ketrampilan yang didapat dari SMA pun sangat kurang sekali dan rasa ini semakin menambah kegalauannya dan keresahannya ketika pamannya sendiri berkata padanya, âCah iki, sokben lak drangus kok gak metu-metu, takon-takon nang bature masalah kerjoan, liyane nomah aeâ (Anak ini, nantinya pasti bakal celaka atau menyesal sendiri, karena tidak keluar untuk bertanya ke teman-temannya mengenai pekerjaannya, selain hanya dirumah saja).
Ditengah-tengah keresahan dan kegundahannya yang semakin bertambah setiap hari, Allah membukakan jalan padanya untuk bertemu dengan seorang ustadz dalam suatu pengajian, dan pemuda ini pun ingat betul apa yang dikatakan oleh ustadz tersebut, âSungguh tak perlu kau mengenal banyak orang, tak perlu kau ceritakan semua masalahmu dan keinginanmu pada manusia, tapi cukuplah kau mengenal Allah dan ceritakan semua masalahmu dan keinginanmu hanya pada-Nya, karena hanya Dialah yang mampu mengangkat semua masalahmu dan mengabulkan semua hajat dan doa-doamuâ. Hari demi hari, pemuda tersebut terus mendekatkan diri pada-Nya, ia perbaiki yang wajib tak lupa ia pun tambah amalan-amalan sunnah lainnya seperti sholat sunnah, puasa-puasa sunnah, sedekah, dan berbagai hal kebaikan lainnya. Di samping itu pula ia juga terus browsing di internet mengenai info lowongan pekerjaan untuk lulusan SMA dan ia pun juga terus menghubungi teman-temannya lewat SMS untuk ngobrol-ngobrol dan juga bertanya mengenai pekerjaan walau hanya dilakukan di rumah.
Di saat itu pula (tahun 2012) pemerintah Indonesia sudah tahun kedua, dalam memberlakukan beasiswa Bidikmisi bagi lulusan SMA yang berprestasi tapi berasal dari keluarga tidak mampu, lalu tersebar pula info-info pendaftaran kuliah ke perguruan tinggi dari guru BK (bimbingan konseling) dan juga para alumni SMA yang melanjutkan kuliah di Perguruan Tinggi baik swasta maupun negeri. Pemuda inipun ikut-ikutan mendaftar bersama teman-temanya untuk melanjutkan kuliah di perguruan tinggi (karena tidak punya info banyak mengenai kuliah, pemuda inipun hanya ikut-ikutan program studi yang dipilih temannya).
Setiap selesai sholat, pemuda inipun terus mengadu ke Tuhannya (Allah SWT) mengenai kegundahannya, âYa Allah jika kerja memang baik untukku, maka mudahkanlah dan ridhoilah aku dalam bekerja, tapi jika kuliah lebih baik padaku, maka mudahkanlah dan ridhoilah juga kuliah untukku, tetapi jika memang keduanya baik untukku, maka mudahkanlah dan ridhoilah keduanya untukku, dan jauhkanlah aku dari segala sesuatu yang buruk untukku ya Allah baik untuk saat ini dan yang akan datang serta yang buruk untuk agamaku dan akibat urusanku. Ya Allah, sungguh kupasrahkan seluruh hidupku hanya pada-Muâ.
Tak terasa pengisian dan perlengkapan data-data yang menjadi persyaratan kuliah pun dimulai, dan berkembang pula bahwa di UNAIR (Universitas Airlangga) terlalu tinggi syarat-syaratnya. Sungguh saat itu pemuda tersebut hanya ingin sekali bisa jadi guru dan bisa masuk di pendidikan matematika UNESA (Universitas Negeri Surabaya) karena jujur waktu itu yang terpikir di pikiran pemuda tersebut hanya kuliah di Surabaya saja tak mau kemana-mana tapi sempat terpikir oleh pemuda tersebut untuk kuliah di malang tapi itu hanya berlalu saja gara-gara ada yang mengatakan bahwa di malang sangat dingin suhunya (wajar ketidaktahuan pemuda desa). Lalu pemuda tersebut menempatkan UNAIR di pilihan pertama dengan pilihan Biologi dan Matematika (karena tidak ada harapan diterima, dan pilih biologi hanya untuk mengisinya tanpa ada harapan diterima dan hanya ikut-ikut teman saja) dan yang kedua di UNESA dengan pilihan pendidikan matematika dan PGSD (sangat berharap bisa diterima di pendidikan matematika) dan jalur yang dipilih oleh pemuda tersebut yaitu SNMPTN undangan lalu program Bidikmisi (karena berasal dari keluarga tidak mampu dan untuk makan saja masih kurang dan terkadang masih harus hutang ke tetangga atau penjualnya) sehingga yang terpikir olehnya, âKuliah ya syukur, gak diterima gak masalah, malah bisa lebih baik karena bisa langsung nyari kerja dan membantu Ibu dalam menghidupi keluarga (nenek dan adik) dan bisa membantu Ibu dalam menyekolahkan adikâ.
Waktu demi waktu pun berlalu, hingga saatnya pengumuman tiba. Ternyata begitu banyak temannya yang telah diterima di perguruan tinggi yang ditujunya. Waktu itu adalah kamis malam baâda isyaâ, pemuda itupun dengan penuh rasa gemetar dalam dada menuju warnet (warung internet) untuk melihat hasil pengumuman dirinya, tapi sebelum itu ia pun menyempatkan diri ke masjid untuk sholat, berdoâa dan sedekah dalam rangka mendekatkan diri kepada Tuhan. Setelah itu ia mulai melihat pengumuman dengan perasaan penuh was-was dan tak tahu mengapa dada bergemetar kian cepat dalam melihat pengumuman ini. Alhamdulillah akhirnya pemuda tersebut keterima di pilihan pertama yaitu Biologi UNAIR walau ia sempat kecewa karena tidak sesuai dengan harapannya, di saat itu pula ia teringat kalimat dalam agama bahwa, âSungguh keputusan yang diberikan oleh Allah pada seseorang adalah yang terbaik baginya, bisa jadi apa yang diharapkan oleh seseorang yang menurutnya itu baik padanya tetapi malah itu buruk baginya dan bisa jadi pula apa yang diharapkan oleh seseorang yang menurutnya itu buruk padanya tetapi malah itu baik baginya.â sehingga dengan langkah kaki yang gemetar dan hati yang berbunga-bunga seolah-olah dunia ini menjadi miliknya, ia menuju ke rumahnya untuk memberi tahu sang ibu. Ketika kata demi kata diucapkan oleh pemuda tersebut, sang ibu pun dengan perlahan meneteskan air matanya (tanda bahagianya sang ibu pada anaknya) hingga sang ibu terus mendoakan pemuda tersebut di masa depannya. Dukungan untuk melanjutkan pun juga datang dari teman-teman dan gurunya, salah satu kata-kata gurunya yang menjadi motivasinya yaitu âKetika kau berada ditengah-tengah kegelapan, apakah ada gunanya kau marah-marah dan menyalahkan keadaan, sungguh itu tak ada gunanya sama sekali maka nyalankanlah lilin yang akan menjadi cahaya penerangmu hingga ia menuntunmu sampai ke ujung perjalanmuâ. Saat ini pemuda inipun telah berhasil menempuh semester 5 dengan nilai indeks prestasi yang cukup memuaskan yaitu 3,6 dan lolos PKM (program kreativitas mahasiswa) tiap tahunnya, Paper accepted di Hongkong bahkan 2 tulisannya di muat di media massa Hongkong (The Communal Times), menjuarai lomba esai nasional dan bahkan telah dibukukan tulisannya tersebut seperti dalam buku @maritim dan buku yang bertema pendidikan, serta saat ini ia sedang menjadi Ketua BLM FST UNAIR 2015 dan peserta PPSDMS Nurul Fikri angkatan 7 regional 4 Surabaya, pemuda tersebut bernama Sunali Agus Eko Purnomo.
Penulis
Agus Eko Purnomo - Jurusan Biologi Universitas Airlangga