Hidup harus terus berjalankan?
we're not kids anymore.
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

JVL
Game of Thrones Daily


shark vs the universe
h

❣ Chile in a Photography ❣
Three Goblin Art

@theartofmadeline
Jules of Nature


JBB: An Artblog!
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
Lint Roller? I Barely Know Her
Cosimo Galluzzi
RMH
noise dept.
Cosmic Funnies
seen from Netherlands

seen from Colombia
seen from Sweden

seen from Philippines

seen from New Zealand
seen from Brazil
seen from Brazil
seen from Brazil
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Australia
seen from United States

seen from United States
@pelangihitamku
Hidup harus terus berjalankan?

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Memulai Kembali
Bercerita tentang masa lalu, sangat banyak yang ingin kuulangi....
Seandainya bisa, kembali ke masa lalu, akan ku perbaiki semua kejadian yang membuat efek besar pada kehidupanku di masa sekarang.
Ingin memperbaiki mindsetku yang dari bangku SMP menganggap belajar itu tidak penting, puberitasku menghancurkannilai-nilaiku, kehaluan saat berchattingan di MIRC ataupun YM. Seandainya aku belajar lebih baik, aku bisa melanjutkan sekolah di SMA favoritku.
Moment SMA, dimana semua berubah, semua melenyapkan masa depanku, awal masuk aku bahkan bisa mengalahkan teman-temanku di pelajaran Kimia, mata pelajaran favoritku. Tidak sampai 4 bulan, kemalasanku untuk bersekolah muncul, hingga tidak mempedulikan nilaiku berapa, mau lulus sekolah atau tidak, struggleku dimulai, karena aku sekolah jauh dari ibuku, aku selalu merasa dibuang oleh ayahku yang tidak mau membiayai sekolahku yang lebih baik di kota yang sama dengan mereka, kalau mengingat perlakuan ayahku aku selalu merasa ini buah dari keegoisannya, dan menangis sendirian. Di masa sekolah, semua keluarga memusuhi kekeras kepalaanku, semua memandang negatif dan terus membandingkanku dengan saudara-saudaraku. Hancur berkeping-keping, membuat mati rasa. Sepertinya tidak ada lagi masa depanku di saat itu. Teman-teman menjauhiku, menganggapku bodoh dan ya memang akulah orang bodoh saat itu dan terlambat menydarinya.
Menjelang lulus sekolah dan melanjutkan jenjang kuliah, kebodohanku berlanjut, karena tidak lulus pada kampus impian orang-orang aku mulai memaksakan kehendakku untuk terus berada di zona nyaman, ingin kuliah swasta di kotaku tapi lagi dan lagi tidak ada yang ingin membiayaiku saat itu, menangis sejadi-jadinya, masa labilku. Seminggu berlalu setelah pengumuman calon mahasiswa di kampus itu, tiba-tiba jalan Allah aku diikutkan oleh ayahku untuk ikut seleksi di program studi baru yang sama sekali tidak relevan dengan ilmuku, oh iya, selama SMA tidak ada ilmu yang bisa saya ambil, sebenarnya agak merasa pesimis dengan prodi ini, tapi untuk melanjutkan hidup aku harus sarjana, ya begitulah patron pemikiran orang tua, tidak berhasil jika tidak sarjana...
Memasuki waktu kuliah, semester awal pemikiran masih labil, naik semester demi semester, jalan pikirku mulai dewasa, hanya saja kemalasanku tetap ada, karena merasa tidak sesuai passionku, aku mencoba belajar seadanya.. waktu berlalu hingga lulus kuliah, mulai bekerja dan masih labil, hingga akhirnya menikah dan dianugerahi anak yang lucu..
Tahun ini, aku diterima di instansi besar, entah aku selalu merasa ini hanya keberuntungkanku, karena pada saat mengikuti tes, ada beberapa yang ku jawab asal-asalan karena sudah keburu waktu, sebagai seorang introvert, aku menghindari tes dengan konsep diskusi, hanya entah kenapa sewaktu mengikuti tes tersebut aku hanya menanamkan dalam hati tentang kejujuran, semoga menjadi langkah awalku untuk membentuk diriku yang lebih dewasa.
Sampai berdiri pada titik ini, aku menyesali masa SMAku, menyesali kebodohanku yang tidak mau mengubah mindset tentang belajar, berlogika, berbicara, rasanya kepingan-kepingan masa lalu itu membuatku minder di titik ini, bahkan sering pesimis menghadapi dunia ini, teringat salah satu quotes, lebih baik menahan lelahnya belajar daripada menahan perihnya kebodohan, inilah terjadi padaku saat ini. Masih adakah kesempatanku untuk memulai kembali?
Interaksi
Memasuki lingkungan baru, tentunya dinamikanya juga baru, sebenarnya saya paling benci dengan ini, tapi mau bagaimana lagi, tuntutan dunia memang kejam. Tetapi malaikat kecil sering menjadi motivasi, bukan lagi sering malah memang dialah motivasiku.
Lanjut,
Berkenalan dengan orang baru selalu menjadi tantangan buat saya. Memulai percakapan, mencoba meng-asyik-kan diri. Dan beradaptasi. Entahlah, dalam memulai perkenalan dengan orang, saya tipikal yang tidak percaya diri, entah dari segi ilmu, entah dari segi fisik, entah dari segi kepercayaan.
Oh iya, cerita sedikit, dulu waktu SMP, saya pernah 2-3 kali berteman dengan seseorang yang saya sebut sahabat. Entah kenapa, saya merasa senang berteman dengannya, kemudian setahun berlalu saya sadar, sepertinya ada yang tidak beres dengan pertemanan ini, ya, saya dirundung. Sangat takut, jika teman saya ini memusuhi saya. Dalam memoriku, dia termasuk sering menyuruh saya ini itu, karena tau kelemahanku yang tidak bisa dimusuhi oleh dia, dia mulai memanfaatkan kesempatan itu. Kalau mengingat itu sekarang, saya jadi sedih, karna ternyata berteman sesusah itu. Kadang kebaikan kita dimanfaatkan orang lain :’(
Nah, sekarang juga, di umur yang sudah tidak muda lagi, ketakutan itu mulai muncul. Saya menjadi seorang overthinking, memikirkan hal-hal yang menurut orang lain tidak penting namun sangat penting bagi saya. Kepercayaan, Kebaikan dan ketulusan dalam pertemanan. Ada seorang kenalan, yang belum pernah bertemu, namun selalu membangun komunikasi agar di dunia nyata kami bisa jadi tim yang solid.
Hubungan yang kami bangun cukup asyik, saya membuang jauh pikiran tentang pertemanan yang tidak sehat, membuka perspektif baru dalam memandang pertemanan, namun sepertinya berlebihanku ini makin jadi dan malah semakin nyata. Hubungan awal yang asyik saja, tiba-tiba berubah, kami jadi tidak saling menghubungi satu sama lain, tidak berkomunikasi lagi, dan tiba-tiba kenalan ini membatalkan janji kerjanya, awalnya mau bersama-sama dalam proyek, tiba-tiba mengerjakan proyek itu bersama orang lain, mungkin bagi dia sepele tapi bagi saya, janji adalah janji. Pertemanan berharga bagi saya. Bagaimana ini, saya sangat kalut, entah bagaimana mencoba pertemanan dengan orang baru, saya takut, sangat trauma :’(
What should I do? Lingkungan ini yang akan saya hadapi seumur hidup :’(
YaAllah, capekku 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Hari ini, saya habis bertemu seorang teman, dia bercerita tentang temannya yg sudah 1 dekade bersama tapi belum nikah. Kedua pasangan itu curhat satu sama lain ke teman sy ini. Masalahnya adalah si lelaki yg sepertinya tidak mau terburu-buru memulai kehidupan pernikahan tetapi lelaki itu kalang kabut ketika tahu kalau wanitanya akan dilamar oleh lelaki lain. Saking blanknya, dia tiba-tiba merencanakan akan menikahi wanitanya sampai pikirannya sudah irasional. Tiba-tiba memaksakan kedua keluarga bertemu, tiba-tiba ingin beli cincin dan mahar, tanpa ada persetujuan kedua keluarga. Apa yang bisa dipetik dari cerita di atas?
“Jangan terlena mentang-mentang pasanganmu menunggu, tak pernah mendua, bahkan selalu bersamamu, semua hubungan ada titik jenuhnya, jangan sampai ada seseorang yang membawa udara baru ke pasanganmu, dari yang kau anggap pasanganmu akan menjadi milikmu ternyata ada orang lain yang lebih ingin memilikinya”

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
-
“Mak, anakmu sedang susah atau mungkin sedang dalam masa kurang bersyukur, minta maaf belum bisa memberimu rumah sebagai tempat ternyaman untuk menghabiskan masa tua, kalau tidak sempat di dunia, insyaAllah di akhirat mak”
Ibuku
Belajar jadi menantu dari Ibu, Ibu yg notabene dibawa oleh bapak dari luar pulau untuk menetap di kotanya pastinya bukan keputusan yang mudah bagi Ibu. Bayangkan saja Ibu harus meninggalkan orangtua dan saudara-saudaranya dan pahitnya tidak tau pulangnya kapan, tiket pesawat dahulu kala hanya untuk kelas menengah ke atas, pelabuhan pun rasanya terlalu lama mengingat kondisi Ibu dan Bapak dulunya tidak memiliki ekonomi yang berkecukupan. Derita Ibu bukan hanya persoalan ekonomi saja tetapi beliau harus diuji dengan mertua yang tidak menyukainya sama sekali, membenci sukunya, menganggap enteng Ibu yang tidak bekerja karena harus mengurus 2 kakakku pada masa itu.
Hari-hari caci maki oleh nenekku tidak berhenti, bahkan menghasut keluarga dan anaknya sendiri untuk membenci Ibu, memang nenekku lagi masa berjaya-jayanya, dimana saat itu kakekku berada pada puncak tertinggi dalam hidupnya yaitu menjadi anggota legislatif sebuah kabupaten, jaman dulu profesi ini sangat bergengsi. Kesombongan nenekku makin jadi karna Bapakku diterima menjadi dosen di sebuah kampus negeri terkenal di ibukota provinsi tersebut, selama bapak kerja, bapak jarang memberi uang kepada nenek dan itu menjadi alasan utama nenekku murka terhadap Ibu karna mengira Ibu-lah sang pengatur keuangan Bapak. Sudah terbayangkan di hati, betapa sedihnya hati Ibuku, merantau jauh dari keluarga dan dibenci oleh mertua sendiri. :’(
Setiap kali mengingat cerita itu, saya sebagai anak merasakan sakitnya.
Beberapa tahun berlalu hingga kakakku yang pertama dipanggil Allah dan hadirlah kami, kakak dan saya. Ibu pada saat itu sudah aktif bekerja, katanya untuk hidup mandiri, dalam pikiranku, untuk apa mencari uang lagi toh bapakku memiliki kerja yang bonafit, setidaknya mencukupi kebutuhan kami saat itu. Siapa sangka, Bapakku ternyata tidak pernah menafkahi Ibu, dari awal menikah hingga saat ini (saya udah nikah dan lagi hamil anak pertama), yang awalnya nenekku berpikir tidak-tidak pada akhirnya malu sendiri mengetahui hal itu. Nenekku pelan-pelan mulai berubah tetapi Bapakku tidak. Dia tetap egois dan lebih memilih menyimpan seluruh gajinya.
Ibuku, kesabaranmu tidak ada duanya.
Ibuku berhasil menyekolahkan kami, bahkan kakak kedua menyelesaikan profesinya dengan bantuan Ibu, kakakku selanjutnya berhasil jadi dokter dan kini saya tumbuh dengan berbekal ilmu engineer. What a proud of you, Ibu. Kesabaranmu lagi-lagi tidak terbatas, doa-doa yang kau panjatkan diijabah olehNya. :’)
Sekarang, saya juga memasuki kehidupan pernikahan. Bagi seorang introvert seperti saya, memiliki lingkungan baru melelahkan makanya sebagai menantu yang numpang hidup di rumah mertua, saya hanya kebanyakan diam dan sangat jarang berinteraksi dengan keluarga suami. Sampai akhirnya kejadian yang dialami Ibu saat awal menjadi menantu terjadi kepada saya, yang membedakan yang kurang begitu menyukai saya adalah Bapak mertua. Ibu mertuaku kebetulan sudah dipanggil sang pencipta jauh sebelum saya mengenal suami. Kata-kata pedis yang sudah menjadi karakternya terlontar, hati saya lemas selemas-lemasnya mencoba intropeksi diri, mencoba mencari titik salahku, namun saya tidak berpuas diri dan larut dalam sakit hati. Saya tiba-tiba mengingat Ibu dan mulai menangis. Merasa tidak berguna karena tidak bekerja kantoran. Kebetulan setelah menikah saya memilih bersama suami saja, keputusanku tidak diindahkan oleh Bapak mertua. Baginya, prestige nomor 1. Hati saya sedih sesedih-sedihnya. Kesalahanku adalah bercerita kepada Ibu. Saat saya menceritakan ke Ibuku masalah ini, malamnya beliau tidak bisa tidur dan mulai ikut menangis juga. Selama saya cerita masalah ini, beliau tidak pernah menyalahkan Bapak mertua, beliau selalu bilang sabar sabar dan sabar. Umur yang masih dibawah 30 ini terkadang memikirkan egonya saja, belum matang. Dengan nasihat Ibu, saya mulai belajar agar sabar saja dan tetap menghormati Bapak mertua saya. Ibuku tidak pernah sekalipun menyuruhku tidak menghargai keluarga suami bahkan beliau yang selalu positif thinking. Ibu, ajari saya jadi menantu sepertimu <3
Mencinta
Tidak ada yang salah ketika kau mencintai seseorang yang tak pernah melirikmu sekalipun, tidak ada yang bisa mengatur hati seseorang kecuali yang Maha Segala-Nya. Indahnya mencintai seseorang adalah ketika kau belajar tentang keikhlasan, ketulusan dan kebesaran hati yang kau punya. Sekalipun hatimu tak terbalaskan, percayalah, ada yang menunggumu di ujung sana, dengan hati yang lebih besar, yang akan mengubah perasaan mencintai mu menjadi saling mencintai.
Ada hikmah besar setiap penolakan-penolakan yang terjadi dalam hidup.
Diam-diam kebesaran hatimu akan menjadi sebuah pondasi yang lebih kuat untuk menjalani suatu hubungan.
Mencintailah sebisamu, berikan yang terbaik, jika itu bertepuk sebelah tangan, maka percayalah, tidak ada yang sia-sia.
Makassar, 08 Januari 18
Selamat Pagi! Paginya freelancer sejati yang masih sempat sarapan cookie dan seruput susu hangat. Semoga gak hujan ya, biar Jakarta gak kebanjiran. Aaamiiin.
There’s a magic words to make he loves you and don’t wanna leave you.
“Aku rela jadi yang pertama atau kesekian”
Kenapa mesti kesekian?

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Tidak Sekuat Itu
Ternyata, Saya tidak sekuat seperti apa yang saya yakini bisa. Bisa untuk lebih menerima, lebih sabar, lebih kuat, lebih dan lebih. Baru sadar, saya memang tidak bisa menjalani hubungan jarak jauh lagi, stock kepercayaan sudah habis, apalagi jika mengingat masa itu. Hati terlalu sakit. Maaf, saya sudah tidak bisa. Saya sudah terlalu takut untuk berpikir macam-macam, takut untuk menuntutmu untuk tetap merasakan hal yang sama seperti yang saya rasa.
Lalu apa yang membuatmu risau jika semuanya tercatat di lauh mahfudz?
Jika sandalmu hilang di masjid, itu sebenarnya ujian paling ringan. Tetapi jika sandalmu tidak pernah ada di masjid, itulah ujian yang paling berat.
— Ichwayudi
perempuan paling cantik di dunia adalah perempuan yang bahagia karena dicintai.
(via prawitamutia)
Dimana perempuan yang mencintai? Bukan paling cantik, dialah yang menyempurnakan cantiknya dicintai.
Kamu senang dikejar, tapi tahukah kamu lelahnya mengejar?
Aku hanya takut kamu terlalu asik berlari, hingga tak sadar ternyata dia sudah berhenti jauh-jauh hari.
Sen @SenyumSyukur Penulis #ApaKabarRindu #Cintadankehilangan *Terinspirasi dari statusnya mas Eka Bagus
Saat ini sampai 11 Januari ada promo FREE ONGKIR dan beli 3 gratis 1. Silakan DM atau ke kontak di bio untuk info dan pemesanan 😊😊😊
Lelah, sangat lelah, bahkan menolehpun kau tak pernah. Menanyakan keadaanku pun tidak, lelah, betul-betul lelah.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mencinta
Tidak ada yang salah ketika kau mencintai seseorang yang tak pernah melirikmu sekalipun, tidak ada yang bisa mengatur hati seseorang kecuali yang Maha Segala-Nya. Indahnya mencintai seseorang adalah ketika kau belajar tentang keikhlasan, ketulusan dan kebesaran hati yang kau punya. Sekalipun hatimu tak terbalaskan, percayalah, ada yang menunggumu di ujung sana, dengan hati yang lebih besar, yang akan mengubah perasaan mencintai mu menjadi saling mencintai.
Ada hikmah besar setiap penolakan-penolakan yang terjadi dalam hidup.
Diam-diam kebesaran hatimu akan menjadi sebuah pondasi yang lebih kuat untuk menjalani suatu hubungan.
Mencintailah sebisamu, berikan yang terbaik, jika itu bertepuk sebelah tangan, maka percayalah, tidak ada yang sia-sia.
Makassar, 08 Januari 18
Selamat, jatah hidupmu berkurang sekian persen!
30 Desember 2017, 05.58
Alhamdulillah masih diberi kesempatan sama yang punya hidup bisa survive di dunia sampe sekarang :)
Tahun ini masih dengan orang yang sama di lingkungan yang berbeda dari 2 tahun sebelumnya, i’m in hometown.
SubhanAllah, karena jatah hidup sudah berkurang, semakin bertambahnya umur, semakin dekat kita dengan kematian.
Anyway, selamat mengulang tanggal di tahun yang berbeda, semoga doa yang terpanjat diijabah oleh yang punya hidup.
Btw, agak random, kemarin sempat melihat sepintas orang lama dan entah kenapa sewaktu membuka email, saya mendapat cuitan lama dari seseorang yang ternyata sewaktu dulu itu tergolong serius. :)
Rasanya ingin kembali waktu itu,
30 des you bring me backs my memories .