Kenalin tanaman anti-ribet yang wajib ada di rumah kamu: Lidah Mertua. Bukan cuma buat pajangan, tanaman ini adalah pemurni udara alami. Dia jago banget menyerap polusi dan menghasilkan oksigen, bahkan di malam hari. Cocok banget buat kamu yang sibuk. Cukup disiram seminggu sekali, dia bakal tetap tumbuh cantik di sudut ruangan. Rumah lebih estetik, udara jadi lebih bersih. Yuk, mulai pelihara…
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
🎬 Title: Menantu dan Mertua
Synopsis: Kelas Bintang brings forth an engaging drama series called Menantu dan Mertua.
⭐ Rating: 0 (0 votes)
📅 Release Date: April 27, 2023
🎭 Genres: Drama, Romance
🎬 Director: Tomeng
🌍 Country: Indonesia
🏢 Production Companies: Kelas Bintang, Karya Bintang Bersama
👥 Cast: Ariele Bellus, Uri Angelo
Editor’s Insight: Here’s a brief overview of Menantu dan Mertua…
September 2021, aku kehilangan anak yang aku kandung pada 32 minggu.
Selama ini aku tak pernah cerita pada sesiapa disebalik kisah ini.
Aku pendam sorang-sorang. 4 tahun aku simpan cerita ini dalam hati. Aku fikir masa akan buat aku lupa. Rupanya tidak.
Semalam, masa aku bercerita dengan mak tentang peristiwa tu, aku tiba-tiba sebak. Aku ceritakan satu ayat yang aku dengar empat tahun lepas. Ayat yang sampai hari ini masih melekat dalam ingatan aku.
Beberapa minit lps mertua aku tahu baby meninggal, dia cakap,
“Kan ibu suruh jaga kesihatan.
Masa aku ulang ayat tu kat mak, air mata aku terus jatuh. Aku menangis waktu tu juga. Bkn sebab baru dengar. Tp sbb rupanya luka tu masih ada. Bukan tu je, mertua aku siap WhatsApp mak aku.
Katanya, baby aku meninggal sebab aku terlalu kuat bekerja.
Mak aku balas...
“Tak boleh nak salahkan dia benda ni berlaku.”
Berbeza betul mak dan mertua... Kan?
Aku dengar, dan aku makin hancur.
Sedih kehilangan anak tu mmg tak pernah hilang. Tp bila dikenang semula saat aku dipersalahkan waktu aku paling hancur… hati aku runtuh lagi sekali. Walaupun sekarang aku dah ada dua anak, peristiwa dan kata² tu, aku akan ingat sampai bila².
I started watching Mertua which I heard was really popular. This is my first Malaysian drama in a looooong time. Anyway, I'm only on episode 3 and already I am suddenly reminded of Gu Ting Ye from The Story of Ming Lan and I'm just reminded of why he is such an outstanding and all-rounded male lead. And it's because it's so hard, it's so rare to find a man who is able to act sensitively, keeping in mind the politics and dynamics of the inner household, of a woman's world. A man who is mindful of how HIS actions will affect his woman. A man who knows what it means to actually protect his woman. A man who doesn't just say he'll be responsible, who asks you to trusts him, who says he'll handle everything, but a man who actually SHOWS you exactly that. A man who does what he says he will do.
A man you can depend on. Not just physically, but also emotionally, psychologically, mentally.
So many men are so ignorant. If you ever find yourself a Gu Ting Ye, never let him go.
Ah ternyata aku memang bukan manusia sempurna. Allah lagi sayang dengan ku.
Kemudian muncul dalam ingatan, teriakan mereka yang menggaung di telinga yang berawal dari 1 kg ayam mentah. Cacian dan cacatnya diriku diluar kuasaku.
"Mandul katanya, "
Realita sosial di negeriku, persoalan keturunan. Tempat menyalahkan ada pada seorang perempuan. Apa dia tak sadar, tanggung jawab memiliki anak tak hanya di dunia. Di akhirat pun pasti dipertanyakan. Seperti 2 belah mata pisau. Baik-buruknya anak dan orang tua. Memiliki mereka bisa membawa mu ke surga atau neraka.
Katanya, "aku nikahkan anakku untuk dapat keturunan, ternyata sampai sekarang, mandul,"
Katanya lagi, karena sikapku, aku dihukum. Dan...pantas kamu berseteru dengan ibumu. Nyatanya, ibuku tidak suka pasangan hidup yang ku pilih,bukan karena sikapku.
Sudahlah, biarlah, mereka, meyakini apa yang ingin diyakini. Mereka tidak tahu, jika kubuka kenyataan sebenarnya. Kami dari kedua keluarga bakal baku hantam
Menyalahkan keadaanku.
Suamiku, dia berdiri dekat pintu. Dalam teriaknya, dia membela diriku.
Suamiku berkata, " Kong (cara suami memanggil bapaknya), anak itu pemberian Gusti Allah!. "
Ku berdiri dan terduduk lemas, memegang gagang tiang tangga. Menyaksikan dan mendengarkan. Diam dan menangis. Dada mulai sesak, kesakitan, tak bisa bernafas dengan lancar.
Namun Bapaknya tetap menyalahkan ku atas sikap dan keturunan kepadaku. Hinaan untuk ku, tak padam di telinga sampai detik ini di tahun 2025.
Sungguh, pengalaman hidup dan ilmu kadang kala tidak bisa mengubah watak seseorang. Seperti mertuaku.
Ah, mereka yang salah sebenarnya. Menyalahkan ku sama dengan menghina ciptaan Allah. Ku berdoa dalam diam dan ibadahku, biarlah balasan mereka dapatkan saat di Akhirat. Dunia hanya kehidupan sementara. Bersenang-senanglah di dunia. Biarkan, kekalnya akhirat, membalas mereka nanti. Begitu lah doaku kepada Allah.
Sayangku duduk lemas dan menangis. Aku pun bertanya dengan suara terbata-bata, menahan tangis tak keluar cepat, "Aku harus ngapain?, " Minta maaf kah?. "
Suamiku masih tertunduk lesu.
Aku pun beranjak dari tempatku. Mengalah untuk meminta maaf, bukan karena kalah. Pasrah saja. Harga diri dan ego pun harus di turunkan.
Meminta maaf atas kesalahan menjawab perkataan ibu mertua
Meminta maaf belum memberi keturunan, jika belum memenuhi kebutuhan ini, maka dengan sadar diri aku harus bercerai
Sontak, yang membuat ku kaget, Anggukan ibu mertua dan jawaban dari bapak mertua semakin membebani. Kata bapak mertua, Anak memang penting, nanti kamu akan mengerti, begitu katanya.
Akhirnya ku, naik ke atas kamar dan menangis sesenggukan tanpa berhenti. Sesak dan sakit.
Berawal dari, jatahku di hari itu untuk memasak.
Dari awal memulai, ku nyalakan dengan api kecil untuk merebus ayam. Dan meminimalisir lauk masih mentah di bagian dalam, namun matang di luar.
Masih beberapa menit.
Tiba-tiba ada pesan masuk dari suami. Lantas, ku matikan kompor, berlajut menyiapkan paket kiriman. Sepulang nya, aku lanjutkan memasak. Ku nyalakan dengan api kecil bukan api sedang. Belum beberapa menit, Ibu mertua menghampiri, dan berkata,"ojok ngentek-ngentekno gas lpg ku (jangan habisin gas lpg ku). Ku bilang, dengan tegas (tidak berteriak) "barusan antar paket, mau lanjut masak, aku tidak di dapur. " Lantas, dimatikan lah kompornya, namun, kunyalakan lagi. Dan ibunya mematikan kompornya.
Aku pun berbalik arah mengambil semua bahan-bahan sayur-sayuran yang akan kumasak dan kubuang. Padahal aku memasak untuk semua orang. Harusnya ayam-ayam yang kumasak, kubuang juga, biar mereka tidak kebagian makananku. Nyatanya ayam itu tidak ku buang.
Setelah magrib, tibalah bencana datang.
Bapak mertua berteriak memanggil namaku, dengan ibu mertua mengikuti dari balik punggungnya dengan tangis terisak.
Dia berkata, aku memarahi-berteriak ibu mertuaku. Kenyataannya tidak. Kalo pun teriak seluruh ruangan bakal mendengar omonganku, baik bapak mertua atau mungkin tetangga yang kebetulan lewat di depan rumah.
"Kenyataanya tidak begitu."
I didn't know why, I always remember, his father blame me for attitude I didn't did.
After he prayer from mosque, around 7 p.m. He was yell and accuse me and insult me, Katanya hatiku busuk, katanya aku tidak sebanding dengan menantu lelakinya yang baik itu. Deg... Deg.. Deg dan bertengkaran di mulai. Dalam bertengkar pun masih sama, aku diam dan menangis tak ada dari bibir ini berucap. Hanya suara suami yang mendebat.
It's about made kitchen, my husband remake kitchen in his house. The ideas from him not mine. Every weekend, he painting the wall and i help for small things i can do. Such us, cleaning this room from dust. And mother in law know after we bought stove.
Fyi, those house was devided into two part.But suddenly, mother in law bought many red onions from market. Then she choose the kitchen, which is the room we had to remaking, to be place she could sell to neighbor.
When she choose those room, she never discuss to me or my husband. Finally, we delay to remaking, and what we bought not just a stove but all include some of materials. Because I know it, and my husband had been promise to me, I ask to him, how could she do this to me, and she know we remake it. But, entahlah.
I didn't know, how my husband told to his mom. Then voila, after 7 p.m, his father yell-shout and insult me. Then you know, this moment before chicken
I always remember, i had holy place to prayer. Every morning, i always clean and wipe it. So, I didn't allow everyone wore sandals. But, suddenly, his father goes to my prayer room with his sandals. His father know I always sweep and wipe but the hell his father doing, wore it, and said, my room not pure and holy.
What??? Hello, this is my room, my private room only at prayer place and bedroom, you know. My room, my rules, so everyone have to respect my rules. But he didn't. What a waste my time do this. Sabar sabar
And include my bedroom, his mom, open my bedroom without knock the door. What a horrible. They didn't respect my privacy and humiliated
Paginya, jam 3, aku makan ayam ½ mentah, suamiku tidak ikut sahur.
Pemuda berakal tanpa emosi yang harus mengalah. Bukan berarti mengalah karena kalah, namun hanya menjadi pemanis hati lawan bicara yang sedang memanas
Pasrah sambil menangis disalahkan. Sebenernya, Allah berkehendak, itu bukan kesalahan ku. Namun, ku ikuti saja jalan pikir tetua seperti itu. Dibenarkan pun, tetap teguh pada pendiriannya yang salah. Sudahlah.
Masih ingat....
14 April 2023, setelah prahara, di hari yang sama, Kami pergi dalam diam. Berperang melawan rasa sakit dan sesak tapi tak mampu. Di tengah pencarian sepetak toko ataupun ruko, kami berwisata masa lalu. Bernostalgia masuk ke dalam kampus yang dingin namun hangat di hati kami. Mengurai ide dan menghabiskan sisa tangisan ku yang belum reda.
14 Mei 2023, Kami membuka ruko laundry. Pesan sekitar 25-30 nasi kotak dari teman kuliah. Tak dinyana, datang 1 keluarga mengantar pakaian kotor mereka, di hari yang sama. Dua minggu kemudian mereka ambil.
Dua belas juta per tahun sewanya. Mandek di bulan November, karena cts dan wasir. Menunggu 4 bulan tersisa, dari total 1 tahun masa kontrak. Masa-masa per- carpal tunnel syndrome ku dimulai. Bulan ke -6 ku mulai rajin terapi sampai capek di bulan September
Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
✓ Live Streaming✓ Interactive Chat✓ Private Shows✓ HD Quality✓ Free Actions
Free to watch • No registration required • HD streaming
Jika mereka tidak pernah menurunkan ego mereka untuk ikhlas menerimamu sepenuhnya seperti anak mereka sendiri, maka jangan pernah menurunkan harga diri mu dan anak-anak demi mereka.
Ingat, orang tuamu tidak membesarkan mu hanya untuk itu. Kamu berhak atas hidupmu
Beliau menghargai, menghormati, dan mengakui.. kedaulatanmu sebagai ibu yg berhak menentukan apa yg boleh/tidak boleh untuk anakmu, meskipun beliau sudah berpengalaman dan pun juga paham menjadi ibu..
Mertua bijaksana seperti ini juga rejeki yg tak semua orang bisa dapati..