Curhat
Sedang mempertanyakan keputusan untuk menjadi abdi negara. Hidupku akhir-akhir ini berantakan, aku pikir karena masih beradaptasi, namun 3 bulan berlalu tak kunjung ada perubahan. Senin ke jumat berangkat pagi pulang sore, beberapa malam diisi kelas online. Lanjut di akhir pekan disibukkan banyak hal. Waktu luang rasanya ingin dipakai untuk beristirahat, namun begitu banyak kewajiban lain yang perlu dilakukan.
Kamarku berantakan. Berkali-kali meniatkan untuk merapihkan tumpukan baju di ujung sana, memasukkan dokumen-dokumen ke tempat file yang sudah dibeli, namun semuanya habis di niat. Jangankan bertemu teman, waktu bersama suami saja rasanya berkurang jauh. Belum lagi kewajiban untuk bersilaturrahmi dengan mertua. Ah ya, termasuk waktu untuk diri sendiri yang entahlah sudah dimana adanya. Hidupku rasanya begitu semrawut.
Amanah-amanah dakwah yang ada juga pontang-panting dijalankan. Dari yang awalnya mampu mengambil banyak kesempatan, membersamai adik-adik untuk kegiatan weekday, sekarang menjadi banyak sekali harus dikurangi. Malah harus mengurangi dan menolak kesempatan-kesempatan yang ditawarkan.
Tadinya cukup optimis, merasa bahwa amanah ini adalah ladang dakwah yang sangat subur. Uraian kerjaku juga sangat sesuai dengan apa yang aku cita-citakan, terkait pemberdayaan keluarga. Namun bagaimana nantinya bisa membangun keluarga sendiri kalau pola hidupku saat ini saja begitu berantakan? Berkali-kali merasa tidak enak dengan Mas A karena dia lebih aktif mengurus hal-hal domestik. Dia yang lebih banyak mengurusku dan rumah ketika aku begitu sibuk di luar sana. Berakhir dengan aku yang khawatir Ia juga kelelahan namun tidak dapat mengungkapkannya di depanku.
All things aside, terima kasih ya, mas, sudah menjadi suami yang jauh dari gambaran patriarki. Maaf aku masih belum optimal menjalani peran sebagai istri, maaf aku belum bisa menenangkanmu di tengah segala kelelahan dalam mencari nafkah.
Mungkin aku butuh duduk lagi, melambat, menentukan arah hidup, menggali kembali visi dan misi hidup yang telah sedikit banyak terpendam.













