Berpikirlah rasional wahai mas, mbak!
Walau kisah ini bukan terjadi padaku, melainkan pada orang lain. Namun, aku geram melihat kenyataan ini. Aku geram dengan sikap dua sejoli ini. Aku berdoa kepada Allah supaya memberikan aku petunjuk supaya selalu ada pada jalan yang benar dan tidak melanggar batasan, aamiin. Aku berdoa kepada Allah supaya memberi aku kesadaran tuk bisa belajar dari kisah orang lain. Aku berdoa kepada Allah supaya terhindar dari merasa sudah paling benar sendiri dan menyalahkan orang lain. Aku memohon kepada Allah supaya selalu melindungi dan mengampuni aktor aktor yang berperan dalam kisah mereka ini.
Desclaimer, aku ingin mengatakan bahwa aku tidak berperan di dalam kisah ini, aku hanya mendengarkan cerita dari salah satu pihak, maka dari itu, aku tegaskan pada diriku untuk berhati hati dalam menilai, karena bukan tidak mungkin cerita yang sampai kepada diriku ini bukanlah cerita seutuhnya.
Ceritanya panjang, aku tidak sanggup menceritakan dari awal sampai akhir. Maka, aku izin membagikan beberapa hikmah yang aku ambil dari perspektifku saja, ya. Selain untuk menjaga privasi kedua sejoli tsb, caraku ini merupakan upaya kehati hatianku dalam berbagi hikmah.
1. Se-dekat atau se-lama apapun hubungan kisah asmara yang dijalin tanpa adanya ikatan yang suci itu tidak menjamin akan mengantarkan kita kepada pelaminan. Walaupun antara dua pihak sama- sama paham agama, tetapi kalau nyatanya tidak ada kesungguhan di antara keduanya, maka pernikahan itu tidak akan terjadi. Saya tidak bisa menilai bahwa kedua sejoli ini sama sama paham agama, karena ini sudah bukan hak saya, melainkan hak Allah. Saya hanya melihat dari background mereka berdua yang sama sama pernah menjadi aktivis dakwah, sering menghadiri majelis ilmu, dan sering membaca buku buku berbau religi.
2. Wahai lelaki, jangan mudah tebar jaring. Sungguh, saya sangatlah geram dengan tipe lelaki demikian. Laki laki yang mudah sekali tebar pesona, lelaki yg mudah menebar janji manis, laki laki yang mudah memberi harapan, apalagi laki laki yang mudah membuat hati wanita terbang setinggi awan kemudian menjatuhkan hati wanita itu ke dasar lautan. Bagi saya, laki laki seperti itu sangat tidak pantas diperjuangkan, buang saja ke dasar lautan, tenggelamkan! Mohon maaf, saya sedikit emosi ketika menuliskan ini. Tetapi sungguh, saya sangat geram terhadap laki laki bermodel buaya seperti ini, baiknya diapakan ya? Tendang saja kali ya? Hahaha
3. Kepada wanita termasuk saya, saya akan utarakan pesan ini kepada kalian semua termasuk saya. Tolong jangan bego² amat ketika sedang jatuh cinta. Maaf, saya pakai kata 'bego' alias bodoh karena saking geramnya saya mendengar kisah ini. Wanita itu harus punya standar nilai nilai yang dipegang, harus bisa menentukan batasan, harus tegas, jangan menye², jangan mudah luluh. Ingat, dia bukan siapa siapa kamu. Dia bukanlah suami kamu, bukan ayah kamu. Lalu mengapa kamu se-penerurut ini padanya? Tolong, berpikirlah rasional, Mba! Tolong lah mba, sayangi dirimu. Saya itu kasihan dengan wanita wanita seperti ini. Kita itu terlalu berharga gais. Kita adalah mutiara, kita adalah berlian. Sama seperti kita tahu bahwa berlian itu susah sekali didapatkan. Maka, kita juga seperti itu. Untuk laki laki bisa bersanding dan memberi kasih sayang seutuhnya kepada kita itu memang butuh perjuangan, butuh ikatan yang suci, alias butuh dihalalkan dulu. Ingatlah, kita se-ber-har-ga itu!
4. Kepada wanita, tolong jangan polos polos amat ketika ada seorang lelaki yang sedang berupaya mendekatimu. Gunakanlah intuisimu, feelingmu, firasatmu, kecenderungan batinmu, perhatikan dengan saksama bagaimana tingkah laku lelaki tersebut, apakah ada potensi untuk menuju jenjang serius atau hanya main main? Kalau hanya main-main, sebaiknya tendang saja ke laut lepas sana, hehe. Ya ga gitu juga kali Mba. Kejam sekali dong saya, hehe. Yang pasti, kita harus pintar dalam menilai. Bila pun kelihatannya tidak ada upaya pendekatan tetapi kalian memang sedang terlibat dalam suatu projek atau kolaborasi, ya berhati hatilah. Tetaplah bersikap elegan dan sewajarnya. Intinya, untuk perkara yang tidak ada faedahnya, tinggalkan saja. Waktu kita terlalu berharga mba kalau hanya dihabiskan untuk chattingan dengan seorang lelaki yang main-main.
5. Kepada wanita, tolong jangan merasa rendah diri. Jangan merasa nggak punya kelebihan, nggak punya skill, nggak punya pengalaman, dsb. Wahai mba mba, semua hal itu tadi bisa kita bentuk, kita ciptakan citra kita sendiri. Di waktu penantian ini, bagi saya ini adalah masa emas untuk kita membenahi segala yang kurang, memperbaiki diri, mengupgrade kualitas diri, memperbanyak ilmu, memperbanyak diskusi dengan orang yang lebih pengalaman, dan juga berkarya. Mumpung waktu luang kita saat single masih banyak mba, maka jangan sampai kita menyia nyiakan kesempatan emas ini.
6. Kepada lelaki dan wanita, sebelum memutuskan tuk lanjut ke fase kehidupan 'berumah tangga', alangkah lebih baik kita perbaiki komunikasi kita dengan orangtua. Kita bangun hubungan yang lebih harmonis lagi dengan orangtua. Kita sempurnakan bakti kita ke orangtua. Kita senangkan orang tua kita dulu. Boro boro mau nyenengin anak orang, orangtua aja belum dituruti maunya apa, belum bisa nyenengin orang tua. Duarr!! Jleb banget gak tuh?! Komunikasi yang baik antara kita dengan orangtua ini sangatlah berguna banget untuk kita di lini apapun, tak terkecuali ketika kita sudah berumah tangga. Ketika belum berumah tanggapun juga berguna, salah satunya adalah ketika kita memohon doa dari ibu. Seperti yang sudah kita tahu bahwa doa ibu kepada anaknya menjadi salah satu doa yang mudah dikabulkan oleh Allah. Maka dari itu, mari sempurnakan bakti kita dulu kepada orang tua kita.
7. Kepada lelaki dan wanita, termasuk saya (wanita), saya ingin berpesan bahwa memperjuangkan cinta butuh biaya. Ya, saya ulangi sekali lagi bahwa memperjuangkan cinta butuh biaya. Memperjuangkan cinta butuh biaya waktu yang tidak sebentar, butuh biaya perasaan yang tidak sedikit, juga biaya dalam arti yang sebenarnya yaitu materi yang tidak sedikit. Maka dari itu, berpikir rasional lah mas mba, terutama kepada Mba. Ya memang, biaya pernikahan perempuan biasanya orangtua perempuan atau orangtua laki laki yang menanggung, tetapi tidakkah kita malu kalau kita tidak menyumbang sepeserpun untuk biaya pernikahan kita sendiri? Maka Mba, mumpung sudah dibekali pendidikan dari orangtua sampai perguruan tinggi, maka manfaatkanlah itu. Yang semangat gitu lho mba, jangan mudah menyerah. Kesempatan di depan itu masih banyak jika mba mau membuka mata lebar lebar.
8. Kepada lelaki dan wanita, ingatlah bahwa hidup ini bukanlah perlombaan siapa yang paling cepat menikah. Sing sabar tho (yang sabar). Lihatlah, masih banyak peran peran yang belum kamu isi. Kok buru buru mau nikah tho? Sedangkan lihat, bagaimana keadaanmu sekarang? Memang sudah ada yang benar benar niat ingin serius? Atau lebih penting lagi, memang sudah mempersiapkan ilmunya? Atau sudah mempersiapkan bekal materinya? Maka, ingatlah itu mas mba. Berpikir yang rasional gitu lho. Kita tidak sedang berlomba dengan siapapun. Tenang saja, semua sudah Allah atur. Yang penting kita tetep bertakwa dan biarlah kuasa Allah yang bekerja.
9. Wahai lelaki dan wanita, ingatlah bahwa dunia sekarang ini sangatlah heterogen, juga dinamis. Kita kalau kaku dengan prinsip kita tanpa bisa menoleransi dan menyesuaikan lingkungan ya bakal susah jalan. Memang, kita sangat nyaman berada di lingkungan yang sefrekuensi, yang sepadan pemahamannya dengan kita. Namun, suatu saat kan kita akan hidup berumah tangga yg mana tidak menutup kemungkinan bahwa kita akan tinggal di lingkungan baru yang budaya atau kebiasaannya sangat berbeda dari budaya atau kebiasaan kita. Maka, di sinilah pentingnya kita bisa bersikap luwes. Punya idealitas tertentu memang dibutuhkan, justru itu penting, tetapi alangkah lebih baik untuk kita punya sikap luwes agar tidak terkesan kaku.
10. Kepada wanita, ku mohon jangan membatasi diri dengan satu nama yang jelas jelas tidak kian menunjukkan keseriusannya. Jangan menutup hati dengan orang baru yang nyatanya lebih baik dari yang sebelumnya. Kita berhak mendapatkan yang baik, yang serius, bukan yang main main. Maka, berilah kesempatan kepada ia yang mau berniat serius dan memperjuangkanmu. Lupakan masa lalu, tataplah masa depan. Sudahi sedihmu, hidup masih perlu dilanjutkan. Ada mimpi mimpi yang patut diperjuangkan, ada orang yg berhak dibahagiakan, dan ada senyum senyum yang patut diukir.