Keputusannya di Luar Kendalimu
Mungkin tulisan ini akan lewat di beranda kamu yang berkali-kali gagal dalam proses taaruf
Aku paham, proses taaruf itu cukup melelahkan. Kita harus menjawab sekian banyak pertanyaan. Bergulat dengan hati, pikiran, dan perasaan. Bahkan ada di antara kita sampai terjaga di sepanjang malam karena terngiang-ngiang proses taaruf yang sedang dijalani.
Apalagi yang sebelumnya sudah mengalami kegagalan berkali-kali, rasanya semakin lelah dan rasanya hampir tidak memiliki tenaga lagi untuk memperkenalkan diri dari awal
Namun, ternyata lagi dan lagi, proses taaruf yang panjang itu ternyata harus berakhir. Karena dia tiba-tiba memutuskan untuk tidak melanjutkan proses ini.
Aku tau, gagal di usia yang matang, gagal di tengah rasa lelah di ujung lelah itu rasanya semakin membuat hati menjerit, diri menangis tapi rasanya air mata sudah kering
Namun, sekali lagi kita harus semakin menyadari bahwa, keputusannya adalah hal di luar kendali kita
Kita tidak bisa memaksakan dia tetap tinggal
Kita tidak bisa memaksakan suatu keadaan sehingga proses ini bisa berhasil ke pelaminan
Kita tidak bisa memaksa seseorang memilih kita
Jika ia memutuskan pergi, maka sederhana, dia bukanlah jodohmu
Dia adalah sosok dewasa yang telah memiliki kemampuan untuk memutuskan, biarkan dia memutuskan yang terbaik untuk kebahagiaan hidupannya
Begitupula diri kita, seharusnya menyadari bahwa kita hendaknya bahagia karena Allah telah mengabulkan doa istikharah kita.
Pengabulan doa istikharah bukan berarti harus berhasil menikah, tapi justru kegagalan itu pun juga pengabulan karena kita telah dilindungi dari orang yang memang tidak tepat untuk hidup kita.
Tidak dipilih bukan berarti kita hina atau rendah. Hanya saja dia tidak memiliki kecenderungan terhadap kebaikan-kebaikan yang ada dalam diri kita.
Jodoh kita telah didesain Allah untuk terpaut dengan kita, mengapresiasi setiap value kebaikan dalam diri kita, dan merasa cocok dengan baik buruknya kita.
Jangan kawatir, lelahnya kita dalam menjalani proses taaruf ini tetap bernilai ibadah di hadapan Allah. Tidak ada yang sia-sia walaupun tidak berakhir di pernikahan.
Semua skenario telah didesain untuk kebaikan hidup kita
Tugas kita adalah berusaha melakukan terbaik dan menjalaninya dengan tulus
Sebagaimana Allah tidak pernah kehabisan cara memisahkan dua orang yang tidak berjodoh, Allah pula tidak akan pernah kehabisan cara menyatukan dua insan yang berjodoh.