Aku menjadi apa yang mereka doakan. Aku menjelma menjadi yang mereka impikan. Aku menjadi mereka, mereka yang sebenarnya mapu berdiri sendirian, namun memilih duduk paling belakang. Aku menjadi bahan tertawaan ketika aku jatuh, membuat kesalahan. Aku adalah pucuk pengharapan mereka yang bernyanyi dan bersendagurau saat malam. Aku adalah definisi negaraku mencapai kemakmuran. Aku adalah imajinasi yang tak pernah ada di semesta manapun. Aku adalah subjek ketika mereka berkata "negara kita ga aka bisa maju". Aku ada aib karna mereka hanya mampu berargumen, tanpa aksi nyata. Aku ? Kenapa aku berjuang sendirian ? Kemana teman sebaya ku ? Kenapa orang orang hanya berkoar saja ? Kenapa harus aku yang membuat keajaiban ? Kenapa aku harus bertindak ? Aku pun ingin menjadi mereka yang hanya berbicara, tertawa, sok bijak dalam berceloteh, memgkritik orang yang gagal karna ingin maju. Namun, aku tak bisa. Aku tak bisa menjadi bodoh saat negaraku membutuhkanku. Kebodohan adalah lawan nyata yang membuat mereka terlena, yang mulai memarikku saat aku menulis ini.