1 Agustus
Hari ini usiaku bertambah lagi.
Aneh ya, waktu rasanya berjalan begitu cepat. Rasanya baru kemarin masih sibuk menebak-nebak akan jadi seperti apa ketika dewasa. Sekarang, tanpa terasa, aku sudah berdiri di ambang kepala tiga.
Entah kenapa, ulang tahun tidak lagi terasa seperti perayaan. Ia lebih mirip ruang yang sunyi, tempat aku duduk sendirian, menoleh ke belakang, menghitung sejauh apa langkah ini sudah berjalan.
Ternyata... jauh juga.
Walaupun jalannya tidak selalu indah.
Ada begitu banyak hari yang kulewati dengan berpura-pura baik-baik saja. Banyak malam yang kulewati sambil bertanya dalam hati, "Sebenarnya semua ini akan membawaku ke mana?"
Tapi nyatanya, aku masih di sini.
Masih bangun setiap pagi. Masih berangkat menjalankan tanggung jawab. Masih mencoba menjadi anak yang bisa dibanggakan, menjadi laki-laki yang kuat, meski sering kali rasanya ingin berhenti sebentar saja.
Kalau dipikir-pikir, aku jarang sekali mengucapkan terima kasih kepada diriku sendiri.
Terima kasih karena sudah bertahan.
Terima kasih karena tetap berjalan, bahkan ketika langkah terasa berat.
Terima kasih karena tidak menyerah, meski berkali-kali hidup memaksamu percaya bahwa menyerah adalah pilihan yang paling mudah.
Dan untuk orang-orang yang pernah hadir dalam hidupku...
Yang kini hanya bisa kupeluk lewat doa.
Semoga kalian selalu baik-baik saja.
Semoga luka-luka yang pernah kita tinggalkan di hati masing-masing perlahan menemukan sembuhnya.
Aku tidak tahu apakah suatu hari nanti kita akan dipertemukan lagi atau tidak.
Tapi jika memang tidak, semoga doa-doa ini cukup menjadi cara terbaik untuk tetap menyayangi kalian.
Hari ini aku tidak meminta hidup yang sempurna.
Aku hanya meminta hati yang lebih lapang.
Langkah yang lebih ringan.
Dan semoga di usia yang baru ini, aku dipertemukan dengan orang-orang yang datang bukan untuk mengajarkan luka, melainkan ketenangan.
Selamat bertambah usia, untuk diriku.
Terima kasih sudah sejauh ini.
Semoga semua doa yang selama ini kupeluk dalam diam, suatu hari nanti menemukan jalannya untuk menjadi nyata.













