I finished my journal this morning!!
This is the first journal iv had and completed since i was a child, im so happy about it and im excited to start using my new journal :)

seen from Finland
seen from United States
seen from United States
seen from Netherlands
seen from China
seen from United Kingdom
seen from China

seen from United States
seen from United States
seen from Japan
seen from Canada

seen from United States
seen from United States
seen from United States

seen from Vietnam
seen from Switzerland

seen from United States
seen from Germany
seen from Mexico
seen from Canada
I finished my journal this morning!!
This is the first journal iv had and completed since i was a child, im so happy about it and im excited to start using my new journal :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Jurnal 2
Sudah cukup ya berjuangnya den.
Kamu sudah chat dia 4 hari gk dibalas bahkan dibacapun tidak
Kamu love storynya
Oci kasih tahu kamu menyukainya
Kamu buat 2 kali status galau.
Cukup kamu turunkan gengsimu sebanyak itu
Tapi reaksi diaa apa? Cuma ganti profil wa dan update status doang
Dia diam gk ada pergerakan apa apa, kode yang kentara pun tak ada.
Cukup daripada kamu lelah dg pikiran dan angan2mu dan dia memang tidak mau denganmu. Cukup.
Tutup semua akses ttg dia. Tidak perlu di block. Toh kl dia memang mau maju msh bisa lewat chat ya, atau bisa dong singgah ke rumahku, dia kan hampir tiap hari lewat depan rumahku.
Daripada kamu sakit berlarut larut. Kamu tidak perlu lagi melihat wa nya pun dia tidak perlu tahu lagi tentang hidupmu.
Fokus perbaikin hidupmu sendiri. Sampai jumpa dilain waktu. Dan semoga kamu menyesal krn tidak memilih ku dan terkejut dg segala perubahan positif ku.
Aku akan awet muda, punya karir semakin bagus, jadi pns, punya berat badan ideal, rambut lebat, ramah dan murah senyum, pinter, solehah dan makin keren pokoknya. Bye H kampret!
10/7/26
Jurnal 1.
Ya Allah, malam ini aku belajar memulai membuka ruang ikhlas di dalam hatiku. Sejauh hidup ini sdh 30 tahun aku terlalu memaksa keinginanku tanpa sadar ternyata banyak kurangnya diriku. aku sudah sejauh ini memang mengecewakan Mu. Sudah selayaknya ibadahku sekarang bukan utk mengejar inginku lagi, tapi harusnya mengejar ampunan Mu.
Allah. Aku sedang menata hatiku belajar ikhlas dg segala kekecewaan yg sudah ku buat sendiri dan atas pilihanku sendiri. Gak papa ya Allah jika memang aku salah jurusan kuliah dulu 5 tahun yang lalu. 7 tahun yang ku habiskan di banda Aceh merantau menghabiskan uang mamak dan menghabiskan energi hidup di perantauan ketika pulang tidak sesuai harapan tidak apa apa. Tidak jadi apa apa dan siapa siapa, tidak ahli apa apa juga tidak apa.
Ya Allah, tidak apa apa jika memang takdirnya tidak pernah ada peluang apapun dg ijazah kpi. Setiap aku membuka laman informasi aku selalu kalah sebelum mencoba krn tdk masuk kualifikasi.
Ya Allah tidak apa apa jika aku tidak ditakdirkan meraih impian membanggakan mamak dgn pekerjaan impiannya dan impianku. Jika pada akhirnya ribuan kalimat negatif berputar berkelindan di kepala dan memang ternyata akhirnya tidak ada hasil apa apa tidak apa. Aku gagal juga tidak apa apa ya Allah.
Ya Allah tidak apa apa jika memang di dunia ini aku tdk ditakdirkan menemukan pasangan hidup. Meskipun doaku selalu memohon agar diberikan namun jika takdir tersebut tidak ada utk ku aku bisa apa? Aku tidak mungkin memaksa. 2 kali sudah ada lelaki yang aku sukai tahu bahwa aku suka, tapi berujung di diamkan saja. Berarti ini sdh di usahkan namun jalan takdir memang bukan dia kan ya Allah.
Ya Allah, tidak apa jika memang takdir berkata aku hanya bekerja di sini dg gaji 2 jt an jika menurut pandanganmu itu baik utk ku dan pantas, tidak papa ya Allah. Aku juga tidak pernah Engkau biarkan lapar selama ini.
Buatlah ini terasa cukup buatku ya Allah.
Jujur aku sudah lelah menuliskan kalimat afirmasi yg positif namun seperti memaksa. Sehingga ngotot ingin ini itu kalau dilihat lihat lgi ternyata aku yang tidak sadar diri.
Apapun takdir hidup yang sudah Engkau takdirkan bukalah hati ku seluas luasnya untuk menerima. Jangan sampai stress mengatur ini itu padahal Engkau lebih tahu.
Akan aku coba ya Allah memperbaiki ibadaku utk bisa dekat dengan Mu. Walaupun tertatih kadang tersungkur tlg selalu temani aku supaya istiqamah dan bisa menjalaninya denga benar benar ikhlas karena Mu.
Jurnal 1
8/7/26 rabu.
Jadi gini rasanya mencapai kutub paling ekstrim dari overstimulasi. Isi kepala penuh, jasmani sudah patah-patah namun tidak punya kesempatan rehat sejenak. Rutinitas yang menjadi tanggung jawab menjadi kebiasaan, lama-lama melekat jadi jati diri. Ilustrasinya semacam ada playlist di kepala yang tak bisa di jeda - meski kita bosan atau pun lelah. Jurnal satu paragraf macam ini pun baru bisa ditulis setelah semuanya mereda. Dengan sisa-sisa waktu sambil kembali bermimpi sejenak.
Ternyata, kearifan hidup itu letaknya pada kemampuan menghargai orang lain dan kebaikannya, serta terus mengoreksi diri sendiri. Dan disanalah terlihat, lahir hati yang lembut, fikiran yang jernih dan sikap rendah hati yang menjadi fondasi kemuliaan karakter.
iam|Har-Lampung, 5/7/2026

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Hidup Terlalu Singkat untuk Menjadi Pilihan
Katanya hidup ini hanya satu kali. Sebuah perjalanan panjang yang tidak menawarkan tayangan ulang. Tak ada tombol reset, pause, atau back. Setiap keputusan, setiap pertemuan, setiap perpisahan hanya datang sekali dalam bentuk yang sama.
Katanya juga, hidup itu seperti aliran sungai. Ia terus bergerak, membawa kita pada tempat-tempat yang tak pernah kita rencanakan. Kadang tenang, kadang menghantam batu. Namun satu hal yang pasti: hidup tidak pernah benar-benar menunggu siapa pun.
Mungkin karena itulah waktu menjadi hal paling berharga yang kita miliki.
Lalu aku bertanya.
Kalau hidup memang sesingkat dan seberharga itu, mengapa kita sering menghabiskannya untuk menunggu seseorang memilih kita?
Dalam urusan cinta, karier, persahabatan, bahkan mimpi, kita sering bertahan terlalu lama di tempat yang hanya menganggap kita sebagai salah satu dari banyak kemungkinan.
Padahal hidup yang hanya sekali ini terlalu berharga untuk dihabiskan menjadi pilihan.
Kamu berhak menjadi keputusan.
Bukan cadangan.Bukan rencana kedua.Bukan seseorang yang diingat ketika semua pilihan lain telah habis.
Karena di hidup yang hanya sekali ini, kamu pun layak dipilih dengan sepenuh hati.
Dan bahkan jika kehidupan ini benar-benar berulang, kamu tetap berhak menjadi satu-satunya.
Jakarta, Mei 2025
Barangkali, Semesta Memang Aneh
Kalau mengingat bagaimana semuanya dimulai, kadang aku masih suka tertawa sendiri.
Bukan karena lucu.
Tapi karena rasanya mustahil.
Aku tidak pernah membayangkan bahwa sebuah tragedi akan menjadi alasan dua orang saling mengenal.
Kalau hari itu tidak pernah terjadi, mungkin kita tidak akan pernah bertukar sapa.
Mungkin namamu hanya akan menjadi seseorang yang tidak pernah kutemui.
Atau lebih sederhana lagi, kita akan tetap menjadi dua orang asing yang berjalan di garis hidup masing-masing.
Tapi hidup memang sering kali tidak meminta izin.
Ia mempertemukan orang-orang dengan cara yang tidak pernah kita bayangkan.
Yang awalnya hanya membantu satu hal, entah bagaimanana kita mulai jadi sering bertukar cerita.
Yang awalnya hanya sekedar perlu, perlahan berubah menjadi ingin.
Berubah menjadi, "Hari ini kamu bagaimana?"
Lucunya, di antara kita berdua, mungkin justru aku yang paling banyak ragu.
Aku tidak terburu-buru menyebut apa yang kurasakan sebagai cinta.
Aku mempertanyakan banyak hal.
Apakah ini benar?
Apakah kita memang sedang menuju ke arah yang sama?
Apakah aku siap membuka hati lagi?
Aku memberi waktu.
Bukan karena aku tidak ingin.
Melainkan karena aku ingin memastikan bahwa yang datang bukan sekadar rasa yang singgah.
Dan untungnya, kamu tidak pernah memaksaku berlari.
Kamu membiarkanku berjalan dengan kecepatanku sendiri.
Barangkali, di situlah aku mulai merasa aman.
Sampai akhirnya, tanpa benar-benar kusadari, keraguanku habis lebih dulu daripada perasaanku.
Aku mulai menunggumu.
Menyimpan cerita untuk kubagikan kepadamu.
Mencari namamu ketika ada kabar baik.
Dan diam-diam menjadikanmu rumah untuk pulang setelah hari yang panjang.
Kalau dipikir-pikir lagi, semesta memang aneh.
Ia tidak selalu mempertemukan orang lewat kebahagiaan.
Kadang, justru lewat hari yang paling ingin kita lupakan.
Namun siapa sangka, dari peristiwa yang tidak pernah ingin kuulang itu, aku justru menemukan seseorang yang kini ingin kujaga.
Mungkin memang tidak semua awal yang indah akan berakhir bahagia.
Tapi sesekali, hidup mengajarkan bahwa awal yang menyakitkan pun bisa menjadi jalan menuju sesuatu yang layak disyukuri.
Dan kalau suatu hari nanti ada yang bertanya bagaimana kisah kita dimulai, mungkin aku hanya akan tersenyum.
Lalu berkata,
"Aneh, ya."
"Tapi kalau semesta memilih cara lain, mungkin kita tidak akan pernah bertemu."
Jakarta, somewhere around Mei 2026
Juni ke - 30
Katanya, semakin bertambah usia, kita akan semakin mengerti hidup. Nyatanya, hidup tidak pernah benar-benar menjadi lebih mudah. Ia hanya mengajarkan kita cara memikulnya dengan lebih tenang.
Dulu aku mengira tiga puluh adalah garis akhir dari banyak hal. Ternyata tidak. Tiga puluh adalah saat aku berhenti memaksa hidup untuk selalu punya jawaban.
Aku belajar bahwa tidak semua orang akan tinggal. Tidak semua rencana akan berhasil. Tidak semua usaha akan dihargai. Dan tidak semua pertanyaan membutuhkan jawaban hari ini. Ada hal-hal yang memang harus dibiarkan berjalan sesuai waktunya.
Aku juga belajar melepaskan. Melepaskan ekspektasi. Melepaskan orang-orang yang ternyata hanya singgah. Dan melepaskan keinginan untuk mengendalikan sesuatu yang memang tidak pernah berada dalam genggamanku.
Namun di tengah semua itu, masih ada hal-hal yang aku cintai
Percakapan yang panjang Aroma kopi di pagi hari. Tawa yang datang dari hal-hal kecil. Rasa penasaran pada hidup. Serta keberanian untuk mengakui bahwa aku masih sesekali ragu.
Jika ada satu hal yang paling kusyukuri sebelum meninggalkan usia dua puluh, mungkin bukan pencapaian. Melainkan kedamaian. Aku berhasil mengenal diriku sendiri sedikit lebih baik dibanding kemarin. Dan aku tidak harus menjadi semua hal untuk semua orang.
Dan setelah semua yang terjadi, Juni datang lagi. Dan kali ini, Usia ku tiga puluh.