Kamu monsternya?
terkurung di dalam luka memang perih. Apalagi ketika sepi, luka menyayat pelan-pelan menciptakan lebam yang semakin membesar. Bahkan kamu pun tak kuat menahannya. Sesekali ingin berteriak meminta tolong, tapi memang tidak ada yang tahu kamu terluka. Sebab luka itu tertutup. Lukanya tidak terlihat. Tapi dapat dirasakan. Dan itu memang perih sekali.
Hidup di dalam luka, tidak nyaman. Sebab setiap hari memikul. Setiap hari mencabik. Kamu terluka, tapi tidak kelihatan
Luka itu ada padamu. Ada bersamamu. Melekat menjadi bagian dari dirimu. Setiap hari berbisik, setiap hari berbicara. Membuat kamu sendiri kelabakan. Tidak ada yang tahu kamu terluka. Karena lukanya menyatu dalam dirimu. Tersimpan dalam relung.
Kamu terluka. Dalam sepi kembali menggema seperti monster. Dalam sunyi kembali membuat sesak.
Kamu terluka, tapi tidak ada yang tahu.
Kamu simpan itu sendiri, sehingga menjelma menjadi monster dalam dirimu.
Atau bahkan tanpa sadar kamu yang menjadi monsternya?
@menyapamakna1

















