Waktu berubah, yang mengisi pun berubah.
Usia bertambah, yang mengisi pun tak lah sama.
Silih berganti masa, kisah yang ditoreh pun bertukar tema. Aduhai, apakah masih bisa mengulas yang dahulu indah meski dalam wujud diorama?
Waktu akan terus berjalan dan berganti, tak peduli hatimu turut mengiyakan atau justru mengingkari. Dulu dalam beberapa kisah kita menganggap itulah yang sejati. Tidak ada yang sejati alias hakiki di keadaan fana ini. Orang yang mengisi waktu akan terus berganti tak terkecuali orang terdekat kita. Bukan. Bukan karena mereka tak loyal atau mengkhianati sebuah ikatan. Tapi, karena memang begitu keniscayaan hidup, tak ada yang kekal.
Orang tua yang melahirkan dan membesarkan pun tak selalu bisa untuk bersama dengan kita. Kakak-Adik yang menjadi teman tumbuh & bermain sedari kecil pun juga begitu, nantinya akan memiliki kehidupannya sendiri. Para sahabat yang membersamai dalam mendewasakan diri pun pada akhirnya menjalani hidupnya masing-masing. Apalagi orang-orang yang hadir meski tak dijembatani oleh sebuah perkenalan, akan begitu saja berlalu meneruskan kisah hidupnya.
Lalu, kemanakah langkah akan diarahkan ketika setiap sosok yang mengisi waktu kita akan berganti?
Mengarahkannya kepada Allah, Sang Maha Pencipta. Sebab, setiap yang terjadi dalam hidup kita meski sekecil apapun itu tidak lepas dari ijinnya Allah. Pertemuan dan perpisahan ada karena ijin Allah. Yang datang dan pergi silih berganti juga atas ijin Allah. Segala yang terjadi dalam hidup kita adalah kehendak Allah.
Lalu, adakah yang paling kekal dan setia dalam membersamai?
Ia akan terus menyertai meski yang lain tak di sisi, berganti dan meneruskan hidupnya masing-masing. Perbanyak ia (amal shalih) agar kita tak merasa sepi kini dan nanti (akhirat). Sebagai apapun, dengan siapapun, kapanpun, dimanapun, jika ia (amal shalih) turut menyertai hidup kita, maka kebaikan-kebaikan akan kembali kepada kita atas ijin Allah. Kebaikan yang tak melulu dapat menyejukkan semua mata manusia. Adakah yg lebih baik dari bekal amal shalih yang cukup untuk menghadap Allah?
Sumber : t.me/temansabarmu