Kalau Urusan Berantakan, Ini Sebabnya
(Mahasiswa Pascasarjana Ulumul Qur'an Akademi Syifa' Qulub, Mesir)
Kalau Islam sebagai pegangan, semua hal yang bertentangan tentu kita akan hindari dalam pengambilan keputusan hidup.
Agama adalah hakim, agar kita tidak melampaui batas.
Batasan itu untuk mengukur daya perjuangan kita. Ada batasan terkait waktu.
Batasan waktu-waktu shalat. Berpuasa dimulai terbit hingga terbenam matahari. Kapan mengeluarkan zakat dan ibadah lainnya.
Agar kita bisa bersabar lebih banyak daripada batas waktu yang ditentukan.
Batasan itu mengatur pola kehidupan kita. Sampai dimana aurat harus dijaga. Ada adab-adab menjaga keseharian kita. Bergaul, bertetangga, berkeluarga sampai mengelola Negara.
Agar segala urusan kita tidak berantakan.
Urusan yang berantakan awalnya lalai.
وَلَا تُطِعۡ مَنۡ أَغۡفَلۡنَا قَلۡبَهُۥ عَن ذِكۡرِنَا وَٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ وَكَانَ أَمۡرُهُۥ فُرُطٗا
_"... dan janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti keinginannya dan keadaannya sudah melewati batas."_
Lalai dari mengingat Allah, mengikuti hawa nafsu, urusan jadi berantakan.
Bagaimana lagi jika konsep hidupnya tidak diatur dengan Islam?