Jadilah PEMAAF
Kutipan tulisan
“Mengapa aku tak membalas perlakuanmu ?? Sebab jika aku membalas perlakuanmu dengan cara sebagaimana kamu memperlakukanku, maka aku tahu itu akan sangat menyakiti hatimu. Maka semoga allah memaafkanmu” (ustadz Berik said hafidzahullah)
Menjadi pemaaf memang tidak mudah. Terkadang ketika kita sudah memaafkan kesalahannyapun tetap saja masih ada rasa jengkel yang membuat rasa maaf tadi seperti tidak ikhlas.
“Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa. Barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahala atas (tanggungan) allah. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang berbuat zalim. (Terjemahaan surah Asy-Syura:40)
Pernah bertemu dengan orang yang selalu memandang sebelah mata?
Pernah bertemu dengan orang yang selalu memandang hina dirimu?
Pernah bertemu dengan orang yang suka mengada-mengada tentang dirimu?
Pernah bertemu dengan orang yang suka membalikan fakta?
Pernah bertemu dengan orang yang suka menjelekkanmu?
Ya kurang lebih begitulah...
Pastinya hari-hari yang kita lalui dalam proses kehidupan, akan bertemu dengan orang-orang yang tidak sesuai dengan ekspetasi kita.
Mungkin saja dari keluarga kita sendiri, atau bahkan saudara sendiri. Yaaa mungkin bukan keluarga inti, tapi keluarga jauh!!
Atau saja dari teman sendiri, bahkan orang yang tidak layak dianggap teman pun bisa melakukan hal tersebut.
Atau bisa saja dari orang yang tidak dikenal :)
Masyallah :) allah akan menguji keimanan seorang hamba sesuai dengan kemampuannya.
Ketika kita sedang diuji seperti hal yang diatas, berarti tandanya allah tau kalau kita adalah hamba yang bisa melewatinya. Ketika kita sudah melewati hal tersebut tandanya iman kita akan naik satu tangga dari sebelumnya. Dengan proses tersebut lama kelamaan kita akan belajar menjadi orang Pemaaf :)
Memang hal terbaik untuk melawan semua perbuatan orang lain kediri kita adalah DIAM. Menjadi pendiam menurut aku pribadi adalah salah satu cara untuk menenangkan keadaan.
Semakin kita berusaha untuk membalas, maka sama halnya kita sama seperti dia !!!
Lantas harus bagaimana??
Cukup diam, dan lihat saja rencana tuhan untuk kedepannya :)
*allah pengatur skenario terbaik, tidak usah repot-repot membalas, biarkan allah yang bekerja, kita cukup berserah diri saja
*semakin mendekat ke allah, maka akan semakin tersusun rapi skenario hidupmu dibuat allah.
Al-imam ibnu hibban berkata:
“ yang wajib atas orang yang berakal adalah selalu berlapang dada dan memaafkan ketika datang perbuatan buruk terhadap dirinya dari seluruh dunia, dalam rangka mengharapkan pemaafan dari allah atas berbagai kejahatan yang telah dia lakukan pada hari - harinya yang telah lalu”











