Kak bagaimana caranya berdamai dengan perasaan tertinggal?
Setiap aku merasa ketinggalan, aku selalu berpikir ulang bahwa mungkin aku dan yang lain nggak punya resource yang sama, jadi output-outcome sekarangnya juga nggak sama dan itu gapapa. Tiap orang punya struggle dan blooming season-nya masing-masing kok.
Pertumbuhan manusia di usia 20-an mah emang nggak simetris. Ada yang rata kanan di finansial/karier, tapi masih remed di kebijaksanaan. Ada yang rata kanan di pemikiran/akademik, tapi remed di percintaan. Ada yang rata kanan di pertemanan dan komunitas, tapi remed di penalaran. Macem-macem sih, variabel tiap orang juga beda-beda. Kita adalah produk masa lalu kita, jadi mungkin sulit buat kita berubah/bertumbuh di hal-hal yang sama sekali kita nggak ada bentukan soal itu.
Dalam beberapa aspek, aku selalu sadar bahwa aku ini berangkatnya dari minus, so.. mencapai titik nol aja udah jadi sebuah pencapaian besar dalam hidupku. Baik-baiklah sama dirimu sendiri, ini hidup pertamamu. Hidup pertama kita semua. Ini satu-satunya panggung yang kita punya.
Nggak ada yang tau persis gimana cara menjalaninya dengan tepat. Semua orang bikin salah. Semua orang pernah gagal. Pandanglah dirimu sebagai diri yang berhati, berjiwa, dan bermasa depan. Kalau mau nangis, nangislah, sedihlah, sesalilah, abis itu lanjutin hidup sambil tidak memunggungi "cahaya" yang bakal menuntun arah tumbuhmu. Kalo dirasa bisa dikejar, ya kejar aja. Kalo enggak, ya udah kejar aspek lain yang realistis.
Terus kalo mau, yang diukur Δ improvement-nya aja antara diri yang dulu dan sekarang, jangan menakar diri di timbangan orang lain. Jangan overvaluing orang lain sambil undervaluing diri sendiri. Allah juga mintanya "ahsanu amala" kok. Kalo kata Ust. Nouman Ali Khan mah maksudnya better bukan best. Berarti Allah nggak nuntut kesempurnaan, Allah cuma meminta perbaikan (improvement). Maka semua orang berhak untuk menjadi orang yang amalnya lebih baik.
Lagu penyemangat untukmu. Gak usah takut ketinggalan, Allah mah gak akan ninggalin kita. Semoga Allah selalu berkahi langkahmu, langkah kita, sesama pejalan!
— Giza, kalau mau dibandingin sama yang lain mah relatif ketinggalan juga kok












