Tangki Cinta
Pernahkah kamu dengar istilah "Tangki Cinta Anak Perempuan"? Katanya kalau tangki cinta itu penuh dari seorang Ayah, anak itu tidak haus validasi dari luar.
Well, perlahan aku sadar periha, kenapa aku tidak pacaran. Ternyata selain bagian dari aturan dari agama dan juga keluarga, inilah salah satu penguatnya "tangki cinta". Memang semuanya berawal dari aturan, tapi lama kelamaan aku mengerti bahwa peran bapak, juga saudara laki-lakiku menjadikanku tumbuh dengan dengan boundaries yang cukup kuat ( merunutku sendiri sih ini, wkwk). Bukan aku tidak pernah jatuh cinta, ataupun tidak menyukai seorang laki-laki. Seperti manusia pada umumnya aku juga pernah mengagumi seseorang, pernah didekati seseorang, layaknya remaja pada umumnya. Namun it's not my time, yang utama karena memang agamaku melarang, dan juga ada yang lebih berharga dari berpacaran, yaitu cita-cita yang ingin aku wujudkan.
Simpelnya gitu, tapi setiap fase usia, baik saat SMP, SMK, Kuliah hingga dunia kerja aku selalu punya alasan yang berbeda, kenapa aku tidak pernah ingin pacaran. So, complicated dan yaaa, kapan-kapan aku cerita. InsyaAllah.
Tapii, bersyukurnya keluargaku yang selalu membuat aku merasa aman, selalu merasa dicintai, dihargai, dan kasih sayang mereka itu cukup bagiku saat ini ( karena aku belum menikah ya gaes yak). Itulah mengapa aku mampu teguh dengan prinsipku.
Bapakku, kakakku, juga adikku memang bukan laki-laki yang sempurna. Namun saling melengkapi. Ada sisi yang ada di bapak, tapi tidak ada di saudaraku, tapi ada juga sisi yang ada di saudaraku tapi tidak ada di Bapak. So, aku percaya kelak bila Allah hadirkan sosok pendamping hidup tentu juga akan ada sisi dimana ada dia tetapi tidak ada di bapak juga saudaraku ( konteksnya kebaikan yaaa ). Karena akupun jauh dari kata sempurna heuehuhe. Setiap individu itu berbeda karakternya, namun aku percaya bilamana yang menjadi tujuan adalah Rabbya, ar-Rasul qudwatuna ( bacanya boleh dilanjutin sambil nyanyi yaa, hehe )
InsyaAllah, meskipun saya juga ndak tau siapa jodohku Wkkwk. Semoga Allah pertemukan kelak dengan cara terbaikNya. Aamiin
Wallahu a'lam đ¤
Wonogiri, 29 Juli 2026 | Refleksi hari ini.












