Mari kita lipat perlahan sajadah kesedihan ini, sebab fajar amanah telah menyingsing dan memanggil jiwa untuk kembali menempuh jalan yang telah dibentangkan. Kita tidak perlu menunggu hingga seluruh awan lara berarak pergi untuk mulai berjalan; cukup pastikan bahwa cahaya rida tetap terjaga di dalam dada, meski rintangan di depan tampak begitu pelik. Berhenti sejenak memang hak bagi jiwa yang lelah, namun melangkah kembali adalah sebuah bentuk ketaatan bagi ruh yang merindukan makna.
Melangkahlah, meskipun sembilu di jiwamu masih terasa basah dan jejak lukamu belum sepenuhnya mengering di bawah naungan takdir. Ketahuilah bahwa setiap langkah yang kau ambil dalam keadaan terseok-seok adalah bentuk pengabdian yang paling murni, sebab engkau membuktikan bahwa tujuan pulangmu jauh lebih besar daripada rasa sakit yang kau bawa. Kita tidak bergerak karena kita telah sembuh, melainkan kita bergerak agar perih ini menemukan ketenangannya dalam setiap jejak manfaat yang kita tinggalkan di hamparan bumi Allah.
@clichemistry














