seen from Netherlands

seen from India
seen from United States
seen from United States
seen from Greece
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Japan
seen from Japan

seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from China

seen from Morocco
seen from China

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Russia

seen from Malaysia
seen from Türkiye
seen from United States

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Latihan Menulis
3/100
Benny adalah siswa jurusan Bahasa yang sedang memiliki masalah besar.
Masalah yang bahkan melampaui omelan emaknya karena Ia membolos kelas ataupun mendapat nilai jelek.
Ia.
Jatuh.
Cinta.
Masalah besar itu. Bukan karena Ia takut tidak laku. Juga bukan karena yang dia sukai itu anak kecil dibawah umur.
Masalahnya Ia jatuh cinta pada Siska. Seorang siswi jurusan IPA yang paling tidak peka sedunia.
Mau bukti?

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Latihan Menulis
Hari 2/100
Di sudut suatu kota, terdapat sebuah toko boneka antik. Dengan pintu kayu dan kaca display yang klasik, sukses membuat toko itu terlihat mencolok di tengah bangunan-bangunan tembok. Seorang wanita terlihat menyapu di balik pintu.
Wanita itu mendongakan kepalanya saat mendengar langkah kaki mendekatinya.
Latihan menulis
Hari 1/100
Ada sebuah buku merah di rak paling pojok perpustakaan sekolah. Itu adalah buku terkutuk. Buku tersebut tidak ada dalam daftar buku sekolah, dia hanya muncul setiap bulan purnama-sama seperti hari ini. Sampai saat ini tidak ada yang tahu isi buku itu.
Kenapa?
Rumor mengatakan, semua orang yang membacanya langsung menghilang seolah ditelan oleh-
"Boleh aku bertanya?"
Suasana mencekam dalam ruangan itu pudar seketika.
"Dian, bisa berhenti menginterupsi cerita? Kamu merusak suasana." Gerutu si pencerita.
"Tapi... Bagaimana bisa ada rumor jika semua orang sudah ditelan oleh buku itu?" Tanya 'Dian' penasaran.
Seluruh ruangan menghela nafas. "Rumor hanya rumor, tidak perlu dipikirkan terlalu serius." ucap seorang anak lain.
"Rumor pasti ada sumbernya. Aku tidak mempercayainya rumor yang tidak ada kejelasannya." Dian bersedekap dengan mantap.
"Hey!" seorang anak memanggil. "Kalau tidak percaya, bagaimana jika Dian coba cari buku itu?"
"Boleh saja, aku buktikan bahwa rumor itu hanya bualan belaka!"
Tersulut emosi, Dian berangkat menuju perpustakan yang ada di loteng. Suara derak bergaung saat Ia menaiki tangga besi berkarat yang melingkar. Cahaya bulan menyisip dari jendela didekatnya.
Langkahnya terhenti sejenak saat Ia sudah sampai di depan pintu perpustakaan. Suasana malam yang gelap membungkusnya dengan rasa takut. Baru Ia sadari bahwa dia benar benar sendiri. Meskipun ada rasa takut yang membayangi, ego nya menahannya untuk berbalik dan kembali ke kamar asramanya.
Perlahan Dian membuka pintu kayu perpustakaan. Dalam keremangan, Dian tersandung dan terjembab tepat di muka. Ia bergegas bangun dan tergesa menuju ujung ruangan. Hatinya mencelos, seperti dalam cerita, ada sebuah buku merah disimpan di rak paling pojok.
"Hey"
Belum sempat Ia melakukan apapun, ada sebuah suara dari belakangnya. Sontak Dian menjerit kaget.
"Ssshh, jangan teriak!"
"Andre?!" rupanya suara itu milik Andre, teman asramanya yang menceritakan kisah buku terkutuk itu. "bikin kaget saja!"
Andre tertawa kecil, "sori, sori... Habisnya kamu tadi keliatan takut banget, sampai jatuh." Ia menambahkan "jadi bagaimana, bukunya ketemu?"
Dian memalingkan wajahnya kesal "iya, bukunya baru saja mau aku ambil."
Dian meraih buku itu. "buku ini terlihat seperti buku catatan biasa." kometarnya mengamati sampul buku itu.
"Mau coba buka?" tanya Andre semangat.
Dian menaikan alisnya "Tumben kamu penasaran. Biasanya paling ogah ikutan..."
Andre nyengir "Sesekali penasaran, kan bagus. Coba buka." desaknya.
Dian membuka halaman pertama.
'12 januari 1978
Hari ini aku diganggu oleh teman-temanku, mereka mendorongku dan membuang tas ku.'
'15 Januari 1978
Aku menemukan tempat yang bagus untuk bersembunyi. Perpustakaan ini sangat sepi, tidak ada yang akan menemukanku disini. '
'16 Januari 1978
Seandainya aku bisa menghilang dari dunia ini, aku benci dijadikan target bualan teman-temanku'
Dian mengerutkan alis "Ini seperti buku harian." gumamnya.
"Iya, ini buku harian." Andre mengangguk setuju. "Lanjutkan."
Dian langsung membalik ke tengah buku.
'27 Agustus 1978
Hari ini orangtuaku bercerai. Ayah bilang itu karena aku.'
'28 Agustus 1978
Ibu memukulku. Seandainya aku tidak lahir, ibu dan ayah masih bisa bersama'
Dian membalik hingga halaman terakhir.
'14 September 1978
Hari ini aku putuskan untuk menghilang dari muka bumi. Aku akan menyimpan buku kesayanganku di perpustakan ini. Aku harap siapapun yang membaca bukuku mau menemaniku disini selamanya
-Andre. '
"Andre."
"Ya?"
"Darimana kamu tahu kalau aku jatuh?"
Dian tidak melepaskan pandangannya dari buku itu, tapi Ia menangkap senyum Andre berubah menjadi seringai dari sudut matanya.
Selesai.