Semoga selalu diberikan rasa cukup, kesadaran, dan kemampuan untuk menyelesaikan segala sesuatunya dengan cara yang paling baik—tanpa harus merasa kekurangan pada diri sendiri lagi.
Teruntuk aku, menangkan!
00.57 // Surabaya, 9 Mei 2022
I'd rather be in outer space 🛸

izzy's playlists!
ojovivo
🩵 avery cochrane 🩵
will byers stan first human second

JVL
noise dept.

Discoholic 🪩
Show & Tell
Today's Document

shark vs the universe
One Nice Bug Per Day
sheepfilms

Product Placement
Aqua Utopia|海の底で記憶を紡ぐ

@theartofmadeline
NASA

tannertan36

bliss lane
Claire Keane
seen from United States
seen from United States
seen from Kenya
seen from France

seen from T1
seen from Indonesia

seen from Netherlands
seen from China

seen from Canada
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Poland
seen from Romania

seen from T1

seen from France
seen from Canada
seen from United States
seen from Norway

seen from United States
seen from United Kingdom
@kepanikanbeng
Semoga selalu diberikan rasa cukup, kesadaran, dan kemampuan untuk menyelesaikan segala sesuatunya dengan cara yang paling baik—tanpa harus merasa kekurangan pada diri sendiri lagi.
Teruntuk aku, menangkan!
00.57 // Surabaya, 9 Mei 2022

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Its a beautiful thing to meet souls that change you in the best of ways, who's Imaan and way of life inspires you, who's mindset you admire, a level of faith & kindness that you wish to reach. Its a beautiful thing when you meet someone who inspires you to become a better version of yourself in every way possible and above all a better servant of Allah's. May Allah bless you with such a person.
Aku sangat bersyukur atas rasa "bodo amat" yang Allah titipkan dalam diriku. Semakin bertambah usia, aku justru melihatnya sebagai salah satu nikmat terbesar yang Allah berikan.
Bukan "bodo amat" yang membuatku tak peduli pada orang lain, melainkan yang membuatku tidak mudah ikut campur dalam hal-hal yang memang bukan urusanku. Ada rasa malas yang ternyata begitu menenangkan: malas mengurusi hidup orang lain yang tidak ada kaitannya dengan hidupku, malas mempercayai cerita yang belum jelas kebenarannya, malas mendengar hal-hal yang hanya berdasarkan asumsi, dan malas menghabiskan energi untuk sesuatu yang tidak membawa manfaat.
Rasanya hidup jadi jauh lebih ringan. Tidak semua hal harus diketahui, tidak semua pembicaraan harus diikuti, dan tidak semua pendapat harus ditanggapi. Cukup fokus memperbaiki diri, menjaga hati, dan menjalani apa yang memang Allah amanahkan untukku.
Semoga Allah menjaga sifat ini agar tetap berada pada tempatnya—menjadikannya benteng dari prasangka, gibah, dan hal-hal yang sia-sia, tanpa menghilangkan rasa peduli pada sesama ketika memang dibutuhkan.
“All you need in this life is ignorance and confidence, and then success is sure.”
— Mark Twain
“Whatever you’re meant to do, do it now. The conditions are always impossible.”
— Doris Lessing

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Di balik diamnya seseorang, mungkin sikapnya terasa berbeda, terasa seperti menjauh, mengasingkan diri dari sekitar. Kita tidak pernah tau bagaimana kehidupannya di balik itu. Bisa jadi hidupnya terasa sangat berat, bisa jadi ia sedang kehilangan harapan, bisa jadi ia sedang kebingungan, bisa jadi ia sedang berkecamuk dengan hidupnya yang rumit.
Semoga kita selalu bisa memberi udzur kepada orang lain :)
The Paradox: Choosing the One Already Written
Kalau berpegang pada keyakinan bahwa semua sudah tercatat dalam Lauhul Mahfuz, maka keberhasilan dan kegagalan sebuah hubungan—atau apapun dalam hidup—mungkin sudah ditetapkan. Kita memang melakukan ikhtiar (menjaga, komunikasi, memilih), tetapi tindakan ikhtiar kita itu sendiri bisa jadi merupakan bagian dari takdir yang sudah dituliskan.
Jadi, mungkin bukan kita yang sepenuhnya memilih, tetapi kita sedang menjalani takdir untuk berusaha.
Kita bertemu orang yang "tertulis" itu bukan hanya untuk berpisah jika kita lelah; bisa jadi, kekurangan pada orang tersebut justru "diciptakan" untuk memicu pertumbuhan dan kedewasaan kita. Begitu pun kita, yang tak sempurna, ditakdirkan untuk menjadi bagian penting dalam perjalanan pertumbuhan orang lain.
Namun, esensi ini tidak hanya tentang jodoh. Apapun konteksnya (pekerjaan, studi, hobi, atau duka), pesannya adalah penerimaan tanpa kepasifan.
Kita belajar untuk menerima bahwa ada garis besar yang tidak bisa kita ubah, seperti hasil akhir atau peristiwa-peristiwa di luar kendali manusia. Namun, di saat yang sama, kita tetap memegang kendali penuh atas kualitas karakter kita dalam menjalani garis tersebut.
Ini berarti, meskipun situasi atau pasangan kita tidak sempurna, dialah yang paling tepat (tertulis) untuk membantu kita tumbuh, selama itu tidak melampaui batas kewajaran. Jika sudah menyentuh aspek yang merusak seperti KDRT atau gaslighting, kita wajib melangkah pergi, karena pertumbuhan sejati tidak pernah menuntut kita untuk hancur.
Pada akhirnya, kita bukan sekadar penonton dari nasib kita sendiri. Kita adalah aktor yang memegang kendali atas kualitas peran yang kita mainkan.
Note: Fate writes the script, but we choose how to play the role.
Gpp kan?
Ga sengaja nemu kalimat kurang lebih seperti ini dan ada tambahan sedikit dari aku.
To all perempuan cantik dan mandiri, please take note. main yang jauh dulu, kerja sampai capek dulu, nikmatin, temuin diri kamu sendiri sampai akhirnya kamu bakal temuin yg setara. Sampai kamu temuin yang mau menerima, mau berjuang bareng. Stop mikir nikah kalau lagi capek, stop mikir berhenti kalau lagi berat bgt. Stop mikir kalau kami tidak pantas untuk siapa-siapa, semua harus dilewati sampai selesai. Ga nikah di dunia ga bikin kamu mati, tapi nikah dengan orang yang salah bakal bikin dirimu mau mati.
Tetap doa minta jodoh yg terbaik sama Allah, kalau ga dikabulkan ya di ganti kebaikan di akherat nanti. Stop mikirin omongan orang-orang, kamu tua, ga laku, susah punya anak, teman kamu ini dan itu.
Hiduplah dengan bahagia, Allah sudah kuatkan sampai detik ini, jadi kamu harus sampai finish.
in a world full of clubs and parties, you‘ll find me watching a sunset thinking about life.
Or in bed.
Jangan menghakimi hidup yang tidak kamu jalani.
Sebab kamu tidak berjalan dengan kakiku, tidak memakai sepatu hidupku, tidak memikul luka, beban, dan keputusan yang kutanggung.
Maka jika tak sungguh memahami, jangan berisik menilai seolah paling tahu.
Sebab sering kali yang paling mudah menghakimi, adalah yang paling sedikit mengerti.
~ YollaOlla
Terinspirasi dari satu kalimat singkat nan tajam milik @nabastalarunika:
“Selagi aku tidak berjalan dengan kakimu, tolong jangan berisik dengan kehidupanku ya.”

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Kita tidak bisa menyenangkan hati semua orang. Begitu pun sebaliknya, orang lain tidak bisa selalu menyenangkan hati kita.
Nggak perlu baper dengan kata dan sikap orang. Kita bukan aktor utama dalam hidup mereka. Sebagaimana mereka pun bukan aktor utama di hidup kita.
Kita tetap harus belajar mencintai hati kita sendiri. Jika hati ibarat rumah, maka tak semua orang yang kita kenal harus dipersilakan masuk. Dan yang pernah singgah pun, tak perlu kita tahan saat ingin pergi.
Ya Allah, cukupkanlah hatiku dengan apa-apa yang telah Engkau karuniakan padaku, serta berikanlah aku teman-teman akrab yang shalihah. Aamiin.
Catatan dari East of Eden.
Kalimat ini membuatku berhenti sejenak
"And now that you don't have to be perfect, you can be good."
Selama ini aku terlalu sibuk memastikan segalanya terlihat 'selesai'. Aku sering merasa kalau satu kesalahan kecil saja sudah cukup untuk menghapus semua nilai yang aku bangun.
Segalanya terasa lebih ringan saat aku berhenti mengejar standar yang tidak masuk akal. Steinbeck menyebutnya Timshel—sebuah pilihan. Bagiku, itu adalah pilihan untuk berhenti mempersulit diri sendiri.
Menerima diri sebagai sosok yang tidak pernah benar-benar 'selesai' jauh lebih melegakan; sebuah bentuk syukur atas keterbatasan yang memang sudah semestinya ada.
Ya Allah, jika apa yang aku inginkan baik bagiku, mudahkan dan kuatkan langkahku dalam meraihnya. Dan berikan hasil terbaik menurut-Mu.
Sementara jika yang aku minta buruk bagiku, jauhkanlah hal itu dan lapangkan hatiku serta gantikan dengan yang lebih baik...
it is okay to not be okay. it is okay to struggle. it is okay to have bad days. it is okay to complain. it is okay to feel angry. it is okay to cry. it is okay to be pessimistic. it is okay to have negative feelings.
aku masih sama, hanya saja lebih tenang, aku tidak berubah, aku hanya berhenti menjadi versi yang mengerti segalanya, yang pergi pergilah, yang salah paham silahkan menilai buruk, biarkan itu urusan mereka, aku tidak marah, hanya memilih tenang, karna damai lebih menyelamatkan dari pada sibuk menjelaskan.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Autopilotkan dirimu.
Kalau terlalu terasa berat, istirahat dan cobalah lepaskan sesuatu yang mengikatmu dengan kekhawatiran.
Kembalikan semuanya kepada yang memberimu hidup. Kamu terbatas, sedangkan Dia, tidak.
Lately, I feel like I've lost some of my empathy. Maybe because I've already made it through it. And now this quote hits differently:
Nobody talks about the stage of grief where you can't even talk about it to anyone anymore because everyone expects you to be getting over it but it still runs through your mind everyday.
That stage is real, even if it doesn't get named much.
People tend to talk about grief like it follows a neat path (like the Kübler-Ross model). In reality, it's messier and way less visible. At the beginning, everyone can see it. They ask about it, help you carry it, and sit with you while you struggle under it. The weight is obvious. But over time, people stop noticing. To them, it looks like you've adjusted. They assume the weight must be gone.
The outside world has moved on, while inside, nothing has truly settled. It gets heavy when the world goes quiet, as if your grief has an expiration date. So you end up carrying it quietly. You don't want to burden others or repeat yourself. And the grief becomes more internal and integrated into your life in a deeper way.
But you still need "somewhere" for it to go. Keeping it completely contained tends to make it louder over time, not quieter. That "somewhere" doesn't have to be the same kind of support you needed early on. It could be one person who understands this isn't something you just finished. Writing it out, even if no one reads it. Or even just acknowledging it to yourself instead of trying to push it down.
— Giza, living with the soft ruins of what once overwhelmed her