Kagum
Bukannya aku tidak tau kabarmu
Tidak hanya melihatmu lewat gambar-gambar
Tetapi tanpa kamu ketahui aku menemuimu, menjumpaimu.
Di sela-sela riuh ramai nya manusia, dalam kerumunan kenadaraan, diantara ribuan hujan, aku menemuimu sedang berdiri memandangi jauh langit, memandangi padatnya kerumunan orang-orang yang berlalu lalang.
Hari yang dingin dan tenang ini mataku selalu tertuju padamu, melihatmu dalam hening.
Masih saja seperti biasa ponsel di genggamanmu, masih sama saja kamu masih menyukai kucing, tumbler cantik itu sepertinya berisi kopi favoritmu.
"Sapa dia !" Perintah americano panasku.
"Tidak". Terkadang aku juga ingin menjadi seperti apa yang kamu sentuh, aku juga ingin menjadi pilihan favoritmu, dan terkadang aku ingin rasanya seperti apa yang kamu cintai hari ini.
Begitu besarnya dirimu di hatiku sehingga aku terlihat kecil oleh diriku sendiri.
Maka aku memilih disini saja, menatapmu, melihatmu yang melihat dalam keramaian manusia.
Biarkan aku menunggu semesta membingkai kembali cerita yang berisikan kita di dalamnya.











