Ini bukan berandai-andai, tapi berpikir kritis dan analitis terhadap kehidupan kita sendiri. Juga kehidupan yang berlalu lalang di sekitar kita. Banyak sekali, aturanNya yang mungkin sudah kita langgar tapi kita tidak merasa berat melanggarnya.
Kita saat ini, juga tiba di masa dimana setiap orang tidak akan terbebas dari debu riba.
"Sungguh akan datang suatu masa pada umat manusia, di mana tidak ada satu pun dari mereka kecuali akan memakan (harta) riba. Siapa yang tidak memakannya, maka ia akan terkena debunya (asapnya)." (HR. Abu Daud dan An-Nasai)
Kita bisa berdalih, memang kondisinya begitu sulit menghindarinya. Tapi bayangkan, pada pekerjaan-pekerjaan yang berusaha mati-matian kita miliki dan pertahankan seumur hidup. Kita sadar bahwa ada pekerjaan-pekerjaan yang menghasilkan harta yang haram, atau setidaknya syubhat bagi kita.
Sektor perbankan, perpajakan, dan industri hiburan, dsb. Sebagian besar dari kita pasti tahu, kalau para ulama memiliki berbagai macam pendapat. Tapi di antara pendapat itu, ada pendapat yang jelas mengharamkan. Tapi kita bersikukuh mencari pembenaran agar jadi halal.
Makin ke sini, sadar gak sih, kalau sebenarnya mencari harta halal itu terasa begitu menantang. Lebih mudah mencari harta haram. Mencari keberkahan harta, seperti mencari jarum di tumpukan jerami.
Dan sadar nggak? Kita hidup di akhir zaman yang sesuai nubuat nabi. Dimana di akhir zaman, harta itu melimpah tapi keberkahan itu hilang. Sekarang kita bisa mudah mendapatkan harta dengan membuat konten, konten-konten yang ke arah pornografi seperti konten kehidupan pasutri, joget-joget, dan hal-hal yang mempermalukan diri serta merendahkan martabat diri dsb. Lebih mudah mendapatkan atensi dan mudah menghasilkan uang. Tapi, apakah itu halal? apakah itu berkah?
Ada orang yang "nyogok" untuk nilai, untuk pekerjaan, setelah lulus/diterima, apakah hasilnya nanti akan berkah? akan halal?
Kehidupan kita saat ini, sama sekali tidak mudah, untuk bisa memperoleh keberkahan hidup. Tantangannya banyak sekali. Sungguh, punya lingkungan yang baik, punya pasangan yang baik, punya keluarga yang baik, menjadi kemewahan yang luar biasa.
Bagaimana jika kita saat ini, begitu yakin dan percaya diri sama kehidupan kita, merasa akan selamat. Tapi ternyata, di yaumul hisab nanti, kita rugi berat. Hanya karena, sepanjang hidup, kita memakan harta yang haram/syubhat. Hanya karena kita berusaha terus mencari pembenaran, bahwa pekerjaan kita saat ini, nggak apa-apa. Boleh kok. Meski kita tahu, ada pendapat yang mengharamkannya.
Naudzubillahi mindzalik.