Beberapa minggu terakhir, saya lagi sering-seringnya nonton youtube yang kajian akhir zaman untuk mempelajari tanda-tanda yang aktual. Dan rasanya, memang itu sudah dekat sekali.
Pernah saya berpikir kenapa dari saya lahir di hingga saat ini, kok kedamaian susah sekali terjadi di bumi. Bahkan di negara ini. Kerusuhan di mana-mana, kebencian, pembunuhan, dsb. Abis kajian intens, mulai paham bahwa memang secara fase. Kedamaian bumi ini tidak ada di fase hidup kita sekarang dan hampir mustahil terjadi, karena ini fase ke-empat. Mulkan Jabariyyan. Fase dimana kepemimpinan yang memaksa, zalim, hilangnya syariat, dsb terjadi di fase hidup kita sekarang.
Dan jika kita sekarang melihat peperangan, kekejaman manusia, para pemimpin negara yang kelakuannya gak masuk akal. Ya, kita memang lagi hidup di fase itu. Fase empat. Dan ada lima fase akhir zaman yang bisa kita cari referensinya di internet.
Di antara semua hal yang terjadi. Ada satu hal yang benar-benar membuatku dulu berpikir. Di akhir zaman nanti akan muncul dajjal, dan sebenarnya udah mulai muncul juga "dajjal kecil" yang mencerminkan sifat-sifatnya di era sekarang.
"Kok bisa ya, orang pada mengikuti Dajjal? Padahal kan jelas-jelas udah disampaikan ciri-cirinya, sifatnya, dsb."
Mulai paham, bahkan di era sekarang. Ada ulama su' yang jelas-jelas ngawur kayak yang maqoli-maqoli itu aja ada pengikutnya. Belum lagi para ulama su' yang lain. Rokok yang jelas-jelas ada peringatan bisa membunuh aja orang tetap konsumsi. Belum lagi, kita sekarang hidup di era kebebasan informasi yang mana banyak sekali informasi palsu yang beredar dan orang bisa dengan mudah percaya.
Sebagai orang yang berakal, gak masuk akal banget kok bisa ada orang yang percaya pada orang-orang yang jelas menyesatkan, bisa percaya ada gua yang tembus ke makkah, bisa percaya pada berita bohong, dsb. Tapi kenyataannya demikian. Dan kita menyaksikan dengan mata kepala kita sendiri, tanda-tanda akhir zaman senyata itu.
Zina yang dilakukan di ruang publik. Salah satu tanda akhir zaman yang juga nyata banget. Lihat aja konten di tiktok, shopee video, dsb. Orang sudah tidak memiliki rasa malu untuk mempertontonkannya, bahkan bangga melakukannya dan secara terbuka menyatakan ke publik tentang perbuatannya. Bahkan, balik lagi ke paragraf sebelumnya. Ada pengikutnya, dan membelanya.
Ingat bahwa istri nabi Luth itu diazab karena mendukung perbuatan kaum sodom, ia bukan pelaku perbuatan sodom, tapi mendukungnya. Dan baru-baru ini ada influencer LGBT+ yang mau bikin meet-up dan yak betul! ada pendukungnya, bahkan dari kalangan muslimah. Emang di luar nalar. Tapi itulah tanda akhir zaman. Pantes aja nanti Dajjal banyak pengikutnya. Naudzubillah, semoga kita senantiasa terlindungi dari fitnah Dajjal. Bahkan kalau bisa memilih, lebih baik kita sudah meninggal dulu daripada nanti pas Dajjal keluar. Karena saya sendiri tidak yakin apakah bisa melawan fitnahnya.
Bagi kita yang berakal dan bisa berpikir kritis. Kemampuan berpikir kritis di zaman sekarang ternyata jadi salah satu skill yang benar-benar harus kita asah. Bayangkan, dunia dengan Ai saat ini adalah fase dimana kemampuan berpikir kritis bisa jadi tumpul. Saat kita tidak lagi bersedia untuk berpikir hal-hal yang berat, yang kompleks, karena semua udah dimudahkan dengan adanya Ai.
Padahal di fase ini, kemampuan kita untuk memahami keadaan, membaca situasi, menyaring berita, kemampuan untuk connecting the dots, menganalisa sesuatu. Menjadi seperti sebuah pedang.
Bahkan terang-terangan kita melihat di media masa, para pemimpin negara dan bawahannya yang menyampaikan informasi-informasi yang dibuat-buat. Menarasikan sesuatu seolah sebuah kebenaran. Buzzer yang terus menerus menebar informasi palsu, fitnah, dan kebencian. Membuat kita saling bertengkar satu sama lain.
Kita membutuhkan kemampuan berpikir kritis untuk membaca semua hal itu. Mari bergandengan, eratkan ukhuwah, bentengi diri dengan iman, cari teman-teman yang salih, karena kita sedang hidup di akhir-akhir fase keempat. Kayaknya, sebentar lagi masuk fase lima.
Hidup yang kemarin masih dipenuhi pikiran tentang kekhawatiran pekerjaan, uang, dan hal-hal dunia. Mulai coba renungi mana yang lebih essensial. Uang yang kita miliki, ditabung berhari-hari, gunakan sebagai sarana beribadah. Jika kita sudah menjadi orang tua, persiapkan generasi berikutnya untuk menghadapi tantangan yang besar. Hadapi dengan rasa yakin dan iman. Jangan biarkan diri diselimuti ketakutan dan kekhawatiran.
Di antara semua pertanyaan di kepala. Pada umur tiga puluh lima ini pula saya baru benar-benar memahami kenapa percaya kepada hari akhir itu masuk dalam rukun iman.