- Jika kamu mengikuti kupu-kupu maka kamu akan sampai di taman bunga,
- sementara jika kamu mengikuti lalat maka kamu akan berakhir di tempat sampah
- Ujung perjalanan seseorang tergantung siapa yang diikutinya.

blake kathryn
i don't do bad sauce passes
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
tumblr dot com
h
🪼
DEAR READER
Cosmic Funnies
One Nice Bug Per Day
let's talk about Bridgerton tea, my ask is open

Kiana Khansmith
AnasAbdin
we're not kids anymore.
he wasn't even looking at me and he found me
d e v o n
"I'm Dorothy Gale from Kansas"
Lint Roller? I Barely Know Her

@theartofmadeline
Keni
seen from United States

seen from Malaysia

seen from Belgium

seen from Singapore
seen from Germany

seen from Brunei

seen from United States
seen from France

seen from South Africa

seen from Malaysia
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from Venezuela

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United Kingdom
seen from United States
@dawam123
- Jika kamu mengikuti kupu-kupu maka kamu akan sampai di taman bunga,
- sementara jika kamu mengikuti lalat maka kamu akan berakhir di tempat sampah
- Ujung perjalanan seseorang tergantung siapa yang diikutinya.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Aku ini manusia dengan retak-retak kecil di setiap sudut jiwa. Tapi aku membungkusnya dengan cahaya buatan. Aku memilih hanya menampilkan hal-hal baik, senyum yang disetrika rapi, tawa yang kupoles hingga berkilau. Sementara di belakangnya, ada ruang gelap tempat aku duduk sendirian, memeluk lututku sendiri, berbicara dengan suara yang tak pernah didengar siapa pun.
Kadang aku merasa seperti rumah yang tampak utuh dari luar, catnya bersih, jendelanya terbuka, tirainya menari tertiup angin. Tapi di dalamnya, beberapa dinding sudah retak, langit-langitnya rapuh, dan hujan turun tepat di ruang tengah. Namun aku tetap menyalakan lampu paling terang agar tak ada yang curiga bahwa ada kebocoran di atap hatiku.
Aku tahu, mungkin lebih mudah menjadi manusia yang terlihat kuat daripada menjelaskan pada dunia betapa rapuhnya aku. Lebih aman menyembunyikan gemuruh daripada dianggap lemah. Maka kubiarkan hanya kebaikan yang terlihat, hanya ketegaran yang terdengar. Sisanya? Kusimpan sebagai rahasia yang berdenyut pelan di balik tulang rusuk.
Tidak, aku tidak setenang itu. Jangan bayangkan aku seperti danau yang permukaannya tak pernah beriak. Di dalam diriku ada badai yang sering berbicara dengan suara paling keras, dan aku adalah satu-satunya yang mendengarnya. Aku mengeluh bukan pada dunia, bukan pada siapa-siapa melainkan pada cermin, pada bayanganku sendiri yang berdiri diam dan pura-pura mengerti. Kata-kata yang tak pernah keluar dari mulutku tumbuh seperti akar-akar liar di dada, saling melilit, saling menyesakkan.
Sore itu tidak benar-benar berbeda, hanya saja langit seperti menahan sesuatu. Jingganya jatuh perlahan, tidak seterang biasanya, seolah sengaja meredam diri agar tidak terlalu menyilaukan mata yang sedang belajar menerima.
Angin lewat dengan langkah pelan. Membawa kabar yang tidak diucapkan keras-keras, tapi cukup jelas untuk membuat hati mengerti bahwa ada sesuatu yang sedang berubah, diam-diam, tanpa banyak perlawanan.
Aku berdiri di batas yang tak terlihat, antara yang pernah begitu luas dan yang kini mulai mengecil. Dulu, semuanya terasa tak bertepi. Datang dan pergi tanpa pernah benar-benar hilang. Ada riak, ada suara, ada rasa yang tak pernah habis diceritakan.
Tapi sore itu mengajarkan hal lain. Bahwa bahkan yang paling luas pun bisa memilih berhenti. Bahwa yang pernah terasa tak tergantikan, suatu hari bisa melepas dirinya sendiri, tanpa perlu alasan yang dijelaskan panjang.
Tidak ada yang benar-benar pergi dengan gaduh. Justru yang paling terasa adalah saat semuanya perlahan mereda tanpa suara, tanpa tanda. Hanya perubahan kecil yang, entah bagaimana, terasa sangat besar.
Mungkin setelah ini, yang tersisa bukan lagi gelombang yang sama. Bukan lagi rasa yang dulu kita kenal dengan begitu jelas. Akan ada versi yang lebih tenang, lebih diam, lebih… asing, meski masih membawa bentuk yang sama.
Dan anehnya, di tengah semua itu, tidak sepenuhnya dingin. Ada sisa hangat yang tertinggal, seperti cahaya sore yang tak pernah benar-benar pergi, hanya bergeser pelan ke tempat yang tak lagi bisa kita jangkau.
Aku tidak tahu akan seperti apa nanti. Apakah yang dulu luas itu akan tetap bisa dikenali, atau justru berubah menjadi sesuatu yang baru, yang tak lagi menyisakan jejak yang sama.
Yang aku tahu, sore itu tidak meminta untuk dimengerti sepenuhnya. Ia hanya ingin diterima seadanya. Seperti sesuatu yang perlahan surut, bukan untuk menghilang, tapi untuk mengajarkan bahwa tidak semua yang berkurang berarti kehilangan.
Aku membaca pesanmu dengan pelan, seolah setiap kata punya napasnya sendiri. Ada sesuatu yang terasa lirih di dalamnya, seperti ruang yang lama tak terisi tapi masih menyimpan hangat yang samar.
Kalau suatu saat waktumu benar-benar datang, dan kamu merasa ingin membuka cerita itu aku akan ada. Tidak untuk menghakimi, tidak untuk menyela, hanya untuk mendengarkan. Tanpa terburu-buru, tanpa harus segera menemukan jawaban. Kadang yang kita butuhkan hanya tempat yang cukup sunyi agar hati bisa berbicara apa adanya.
Untuk sekarang, biarlah semuanya tetap berjalan pelan. Tidak perlu dipaksa terang, tidak perlu dipercepat. Kita biarkan waktu bekerja dengan caranya sendiri menata yang berantakan, meredakan yang riuh, dan mungkin, perlahan, menemukan bentuk tenangnya.
Kita tidak harus selalu saling menjangkau dengan kata. Ada kalanya cukup tahu bahwa di suatu tempat, ada ruang yang tidak menuntut apa-apa hanya ada, diam, dan menerima.
Jaga dirimu baik-baik di sana. Dan jika nanti langkahmu sampai ke titik itu, aku akan tetap di sini, dalam tenang yang sama.
Di bab apapun lagi, semoga kamu dan dia tidak saling meninggalkan. Dalam situasi apapun. Semoga nasi kamu selalu hangat.
-the right person will stay.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Di bab apapun lagi, semoga kamu dan dia tidak saling meninggalkan. Dalam situasi apapun. Semoga nasi kamu selalu hangat.
-the right person will stay.
"Kalo hari ini hidupmu masih jauh dari kata ideal-nya dunia, bukan berarti kamu gagal jadi manusia; karena hidup adalah tentang proses bukan tentang siapa yang cepat sampai di garis finish tapi tentang siapa yang mampu memaknai setiap kejadian untuk jadi versi yang lebih baik."
-
Ferliana Harman
Apa yang lebih kelam dari malam?
Tangisan yang ditahan untuk tidak bersuara.
Yang nggak terdengar, tapi terasa sampai ke dada.
Yang nggak kelihatan, tapi nyeseknya bisa bikin lemes seharian.
Kadang bukan tentang air mata yang jatuh,
Tapi tentang luka yang dipeluk dalam diam.
Dan mungkin, inilah versi paling sunyi dari seseorang yang sedang kuat-kuatnya bertahan
Kabar baiknya, dia menjadi baja yang tidak mudah patah.
Kabar buruknya, jiwa nya mati rasa dan tak bisa lagi merasakan apa-apa.
Malam tak melarutkanapa apa, sepotong paras mengambang dalam pikiranku, ia seperti ampas kopi yang tak mampu kusisihkan dari kelenjar ingatankuÂ
Adakah rasa yang sama? riuh dada melebihi gemuruh samudra malam ini aku tenggelam di laut dangkal ombakmu

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Malam tertatih nyaris diam, seprti penantianku pada jarum jam dinding menunjuk angka di mana engkau dan aku saling menepati janji
Di sini aku menunggumu seprti asbak rokok di ruang tamu, sabar menunggu sesap kehangatan jingga di bibir pagi
Jember 18 April 2026
Semuamu adalah bukuselalu kubaca tiap pagi semenjak mataku terbuka.
Adalah dirimu selembar hati telah lama kuintai tanpa ada nyali ucapkan kata di depan mata
Mencintai, merindui, di ungkapkan atau di pendam bedanya apa? bukankah rasa itu terlahir dari rahim yang tak tahu asal muasalnya?
Mandalika, 09 04 '25
www.mpus.com
Perihalmu di kepalaku ada pertanyaannya-pertanyaan berjubel seperti hujan berebut masuk di atap yang bocor____
Entah darimana aku maubercerita, katamu cinta itu fitrah dan begitu cepat seprti lesat anak panah lepas dari busurnya
Kau terkapar aku terjungkaltanpa perisai, kita terbakar di panggang api. rangka, dan logika mengabu tanpa sisa
#sajak_pendek
#bidadaribidadari
Purbalingga, 05 04 2026
Malam dingin, senyap seperti pelukan kematian, nafas-nafas sepi mengering, sesak tanpa desah
Hujan menurunkan rintik-rintikyang cekam, genang tanah dan tebing mata beradu basah oleh rindu yang melasah, __
Puan, adakah kita berpijak di hulu yang sama, merunduk resah di kubangan rindu yang jauhdari kata sudah? ____
Jember, 1 April 2026
l
100 posts!

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Di atas tanah basah sisa hujan , ada wajah lembut melintasi di langit retinaku, dirimu. kilau tatapannya cahaya yang berpendar.
Aku menyaksikanya dalam angan. ada rindu yang tak pernah menyerah pada jarak, dirimu. nyaris abadi dalam angan yang kupanjangkan
Mandalika 29 Maret 2026
Kita bukan kekal, kita hanya sebuah kebetulan yang diberi kesempatan untuk saling mengenal bukan memiliki.
#seblak