bukan garis waktu
Mbak, kapan mau resign?
Nantilah. Usia gini (27) itu agak susah nyari kerjaan baru.
Kenapa? kan usia produktif.
Iya. Usia produktif emang. Tapi biasanya perusahaan seperti ga mau ambil resiko nerima pekerja baru diusia segini. mungkin repot soal izin cuti menikah dan melahirkan kali ya.
Padahal siapa tau mbak kayak Lun* May* ya. Umur 35 belum nikah.
sebuah dialog yang bener terjadi pada diri gue. bukan katanya. bukan ceritanya. lawan bicaranya adalah cewek, kelahiran 1994.
oke sebelumnya kasih intro dikit biar ga ngebingungin. gue cewek, S1, bekerja, usia 27 tahun dan belum menikah. atau bisa dibilang dengan bahasa sarkastik, gue produktif dan ga nyusahin.
kembali lagi ke cerita. gue agak kaget ngedenger kalimat gitu keluar dari seorang perempuan yang notabene umurnya lebih muda. gue kaget karena dua hal. pertama, serendah itu dia menilai kehidupan orang lain yang ada di depannya. atau sehebat itu dia hingga berani menyebut sebuah nama untuk menjadi pembanding gue.
fine. kita bahas ke core-nya.
gue gatau itu cuma jokes atau emang serius hinaan tapi gue ga mau ambil pusing soal itu. gue lagi pingin mengkritisi cara pemikirannya.
anggap. anggap saja dia memang punya plan menikah dalam waktu dekat di usia mudanya. lalu sebenarnya apa hubungannya sama gue atau hal apa yang merugikan dia kalo seandainya dia menikah lebih dulu dari gue? engga ada sebenernya ya kan? cuma asik aja jadiin orang lain buat bahan hinaan. ya kan?
kemudian lagi. perempuan seharusnya lebih menghargai perempuan lain karena punya intuisi dan gaya pikir yang cenderung sama. tapi kenapa malah memilih bahasa yang cenderung tidak sopan untuk dipake ngomong? kenapa? karena tidak semua manusia menggunakan otaknya saat bicara. sebagian bicara tanpa mau mikir panjang soal side effect. apalagi soal pertanggungjawaban moral. ribet!
come on. semua manusia punya plan. punya harapan. punya keinginan. tapi manusia terbatas dan itu yang sering dilupakan banyak orang. banyak hal-hal yang ada di luar kendali kita dan itu hanya bisa diselesaikan dalam doa-doa kita. jadi kalo hidup lo berasa agak di depan (atau diatas) disyukuri aja. ga ada alasan buat lo membandingkan apalagi jadi ngerasa superior.
kalo masih berasa superior aja apalagi cuma karena masalah karier, jodoh, anak, dan sebagainya. coba deh banyakin lagi main. gaul yang luas. banyak baca buku. dan ga lupa. banyak doa.Â
hidup manusia, anggap berupa garis, naik turunnya, sudah ada yang mengatur. enggak sanggup analisis otak manusia untuk mencerna, enggak cukup hebat nalar kita buat ngertiin. guys, ini ilmu dasar dan seharusnya semua manusia tau ini. tapi garis ini bukanlan garis waktu yang ada indikator salah benarnya. bukan garis waktu buat nunjukin kalian lebih di depan atau di belakang. garis hidup manusia ga ada bakunya dan Tuhan punya hak prerogatif soal itu.
guys, sadarlah. Â dalam cemooh kalian soal hidup manusia, sebenernya kalian juga sedang mencemooh suratan Tuhan.
















