

#dc comics#batman#bruce wayne#dc#dick grayson#dc universe#tim drake#batfamily#batfam#dc fanart



seen from China
seen from T1

seen from Albania

seen from United States
seen from United States

seen from Spain

seen from United States

seen from United States
seen from Japan

seen from United States
seen from United States
seen from South Korea
seen from United States

seen from Malaysia
seen from Costa Rica

seen from Malaysia

seen from Costa Rica
seen from China
seen from United States

seen from United States

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
"Ya Rabb, berikanlah aku hati yang tidak malas untuk shalat dan tidak menundanya"
Dewasa itu adalah ketika seseorang sadar bahwa sholat bukan lagi kewajiban, tapi kebutuhan..
Tetap Pantas Untuk Sholat
Sebanyak apapun dosa kita, jangan tinggalkan sholat. Seburuk apapun kelakuan kita, jangan pernah tinggalkan sholat. Dan seburuk apapun keadaan kita, jangan tinggalkan sholat.
Mungkin sholat kita masih belum baik kualitasnya. Meski demikian, jangan merasa tidak pantas untuk berdiri menegakkan sholat.
Karena sholat itu bukan hanya untuk orang (yang merasa) sholeh, atau untuk mereka yang ahli ibadah. Tapi untuk mereka yang sadar diri sebagai hamba.
Dan ingat, jangan pernah mencela mereka yang sedang sholat, meski kita mengenal kesehariannya adalah orang-orang yang dekat dengan keburukan.
"Nggak usah sholat!! percuma, wong kamu itu seneng maling duit rakyat." " Nggak pantes kamu sholat, kamu itu kerja di tempat maksiat gitu lho." "Percuma kamu sholat.. kamu itu sudah ngerusak rumah tangga orang". "Nggak usah sholat.. kelakuanmu aja kayak gitu."
Jangan sampai ada komentar seperti ini. Jangan ya Dek, ya.
Ingat, siapapun, berhak menghamba kepada Alloh ﷻ.
Yang tatoan boleh sholat. Yang masih bergumul dengan riba boleh sholat. Para pelaku dosa apapun tetap boleh sholat.
Jangan sampai lisan kita justru jadi sebab terhalangnya seseorang dari hidayah Alloh
Rasulullah ﷺ menyuruh manusia menegakkan sholat. Tapi kita malah melarang orang sholat.
Siapapun berhak untuk tunduk kepada Alloh. Dan itu yang paling Alloh harapkan dari hambaNya.
Sebanyak apapun salahnya, sekeji apapun perbuatannya, selama ada iman di hatinya, mereka masih berhak untuk menghamba kepada Alloh Subhanahu Wa Ta'ala.
—Ust. Andre Raditya
Wallohu a'lam bisshowab.
“Sholat di akhir waktu bukan soal sah atau tidak,
itu soal siapa yang kau dahulukan.”
Ada sesuatu yang sangat menyedihkan,
bahkan menjijikkan secara ruh,
saat melihat seorang laki-laki,
mengaku kepala rumah tangga,
usia sudah tidak muda lagi,
tapi sholatnya selalu ditunda
sampai ke ujung waktu.
Bukan karena uzur.
Bukan karena menyelamatkan nyawa.
Tapi karena malas, sibuk dengan dunia,
atau merasa “nanti juga masih sah.”
Ia lupa…
bahwa yang ia pimpin bukan hanya keluarga,
tapi arah ruh.
Bagaimana mungkin
mulutnya menuntut istri taat,
sementara ia sendiri
bernegosiasi dengan panggilan Allah?
Bagaimana mungkin
ia ingin dihormati sebagai imam,
jika sujud pun ia lakukan
dengan setengah hati
dan tergesa-gesa?
Yang lebih menyakitkan…
ia merasa baik-baik saja.
Padahal sholat yang selalu di akhir waktu
bukan sekadar soal fiqih.
Ia adalah cermin prioritas.
Karena orang yang mencintai,
tidak menunda pertemuan.
Dan orang yang sadar tanggung jawab,
tidak mempermainkan amanah.
Laki-laki seperti ini sering berkata,
“Yang penting kan sholat.”
Tidak.
Yang penting bukan sekadar sholat,
tapi bagaimana kau memuliakannya.
Sebab dari sholatlah
lahir kesabaran seorang suami,
kelembutan seorang ayah,
dan kebijaksanaan seorang pemimpin.
Jika sholat saja kau anggap nomor sekian,
jangan heran
jika rumahmu kering dari sakinah,
dan istrimu merasa sendirian
meski kau ada di sampingnya.
Perempuan itu peka.
Ia bisa merasakan
apakah imamnya benar-benar hidup,
atau hanya tubuh yang sholat
tapi hati yang lalai.
Dan sungguh…
lebih menakutkan melihat laki-laki
yang rajin bicara soal peran suami,
tapi malas berdiri cepat
saat Allah memanggilnya.
Karena dari laki-laki seperti inilah
lahir rumah yang ribut,
anak yang kehilangan teladan,
dan istri yang lelah berdoa sendirian.
Menjadi kepala rumah tangga
bukan soal usia,
bukan soal penghasilan,
tapi soal siapa yang paling dulu berdiri
ketika Allah memanggil.
Jika seorang laki-laki
belum mampu memuliakan sholatnya,
maka sesungguhnya
ia belum siap memikul
kepala keluarga,
karena ia sendiri
belum tunduk sepenuhnya
sebagai hamba.🥹

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Grounding Untuk Jiwa
Tanpa terasa waktu berputar lebih cepat dari yang kita kira. rasanya baru kemarin memasuki tahun 2025, tapi nyatanya sebentar lagi sudah akan memasuki tahun 2026. Tapi aku sudah dimana?? Aku sudah menghasilkan Apa??
Dari sekian banyak pertanyaan dan hiruk pikuk kehidupan muncul kata "Grounding". Sebuah tren yang mengajak kita untuk "Membumi".
Bagi sebagian orang grounding adalah cara untuk menenagkan pikiran yang kalut dan sudah penuh dengan pikiran negatif. Istilah "grouding" (menghubungkan diri dengan bumi atau ciptaan-Nya) menjadi populer karena mengajarkan kita untuk fokus pada realitas saat ini dan berupaya menenangkan jiwa serta menumbuhkan rasa syukur.
Grounding bisa dalam berbagai bentuk: Berjalan tanpa alas kaki di atas tanah atau rumput, Duduk di bawah pohon dan berdiam diri, bermeditasi sembari mengamati kehidupan sekitar, dan lain sebagainya yang membuat kita lebih terhubung dengan alam dan Sang Pencipta... Bukan perihal arus listrik bumi ternyata, tapi memberi kesempatan diri untuk berjeda, memberikan ruang diri untuk bernafas... ya hanya bernafas dan fokus pada dirimu tanpa memikirkan hal lainnya.
Tanpa disadari kita selalu diberi kesempatan untuk melakukannya lima kali sehari. Setiap gerakannya membawa kita "Turun dari Hingar Bingar Dunia" untuk masuk kedalam ruang hening, mencoba terhubung dengan Sang Pencipta. Berjeda dari pikiran dunia yang tiada henti berkejaran selama 24 jam.
"Tapi kalau benar demikian, kenapa aku masih gini-gini aja?"
Jika demikian pertanyaanya bisa dilihat dari sisi yang berbeda, "Apakah di momen itu, kita benar-benar hadir seutuhnya? atau hanya karena kewajiban dan formalitas?"
Grounding bukan sekedar menyentuh bumi, Tapi menyentuh bagian dalam diri yang sering terlupa, Karena dalam setiap sujud, kita tidak sedang jatuh, Namun, kita sedang berjeda untuk bertemu Kepada Bumi, Kepada Tuhan, dan Kepada diri sendiri
Jika harus memiilih grounding apa yang paling indah yang pernah diajarkan pada manusia? jawabanku "Sholat".
Kalau kamu apa?
Bersyukur itu kunci terbukanya jalan dan hati. Berdoa itu kompasnya. Sholat itu tali kendali layar kapal mengarungi lautan pilihan dan kejadian.
Selama ini kita baca doa iftitah disaat mau melaksanakan sholat fardhu pasti kita baca iya kan? Kira² bacaan doa iftitah kita sudah bener apa masih ada yang salah? Bicara bener sudah pasti datangnya dari Allah yaitu dari Al Qur'an, dan bicara salah sudah pasti datangnya dari manusia. Karena manusia tempatnya salah dan dosa.
Coba perhatikan dan baca dengan seksama doa iftitah yang sering kita baca.
1. Bacaan Doa Iftitah dan Artinya Pertama
Allahu akbar, kabirau walhamdu lillahi katsira, wa subhanallahi bukrotaw washila
Artinya : "Allah maha besar, maha sempurna kebesaran-Nya. Segala puji bagi Allah, pujian yang sebanyak-banyaknya. Dan maha suci Allah sepanjang pagi dan petang."
2. Bacaan Doa Iftitah dan Artinya Kedua
inni wajjahtu wajhiya lilladzi fatharas samawati wal arha hanifam muslimaw wa ma ana minal musyrikin
Artinya: "Kuhadapkan wajahku kepada Dzat yang mencipta langit dan bumi dalam keadaan lurus dan pasrah. Dan aku bukanlah dari golongan orang-orang yang menyekutukan Allah."
3. Bacaan Doa Iftitah dan Artinya Ketiga
inna shalati wa nusuki wa mahyaya wa mamati lillahi rabbil alamin la syarika lahu wa bidzalika umirtu wa ana minal muslimin.
Artinya: Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidup dan matiku semata hanya untuk Allah Tuhan Semua Alam, tiada sekutu bagi-Nya. dan begitulah aku diperintahkan dan aku dari golongan orang muslim.
Dan kalau dari Al-Qur'an nya:
اِنِّيْ وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَ السَّمٰوٰتِ وَا لْاَ رْضَ حَنِيْفًا وَّمَاۤ اَنَاۡ مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ
"Aku hadapkan wajahku kepada (Allah) yang menciptakan langit dan bumi dengan penuh kepasrahan (mengikuti) agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik."
(QS. Al-An'am 6: Ayat 79)
قُلْ اِنَّ صَلَا تِيْ وَنُسُكِيْ وَ مَحْيَايَ وَمَمَا تِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَ
"Katakanlah (Muhammad), "Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam,"
(QS. Al-An'am 6: Ayat 162)
لَا شَرِيْكَ لَهٗ ۚ وَبِذٰلِكَ اُمِرْتُ وَاَ نَاۡ اَوَّلُ الْمُسْلِمِيْنَ
"tidak ada sekutu bagi-Nya; dan demikianlah yang diperintahkan kepadaku dan aku adalah orang yang pertama berserah diri (muslim).""
(QS. Al-An'am 6: Ayat 163)
Kalau yang sering kita baca di bacaan terakhirnya (WA ANA MINAL MUSLIMIN), sedangkan dari Al-Qur'an (WA ANA AWWALUL MUSLIMIN)
Kalau begitu Yang salah yang mana menurutmu?