#Sendiri
Tatkala alam khayal berakhir, alam bawah sadar mulai terbuka lebar tanpa tabir
Membiak langit-langit berhijab
Meruntuhkan puing-puing realita sesaat
Aku terbang diantara jutaan bintang-bintang fantasi
Cakra hati mengalirkan api energi dalam nadi
Mungkin, aku telah jauh keluar dari cakrawala diri
Lepas dan Bebas dari belenggu adat tradisi
Aku terlalu sibuk menyadari
Hingga lupa dimana ini dan tak lagi kenal siapa diri
Sifat tak peduli merasuki ku perlahan tapi pasti
Sikap Simpati pun seolah lenyap hangus dalam kawah
Melangkah tanpa kaki, mendaki tanpa sendi
Pelangi indah tanpa warna hitam dan putih
Bulir Air mata tumpah hanya bagi si penyendiri
Ruang ini kosong
sepi dari pemaki tapi juga hampa akan pemuji
Tak ada gelak merekah
Tak jumpa kepak nada mengalun indah
Sunyi tanpa nyanyian berbunyi
Mendekap sendiri tanpa kawan disisi
Aku bingung harus bagai mana,Berbahagiakah atau berduka?
Aurora penuh warna memesona mata menembus jiwa
Kerlap-kerlip angkasa berparas cantik merayu cumbu bahagia
Namun,rentetan tusukan tombak pengasing bertubi-tubi menyiksa batin
Sayatan-sayatan belati sekeping mengiris-iris segumpal daging dalam relung
Sebelum badai berlangsung ,haruslah sedia payung
Mencegah memang lebih menolong dari hanya mematung,termenung
Tak ada api,tak ada bara
Tak ada tapi,tak ada bahkan
Yang tersisa kini hanya dentuman-dentuman kecil petasan takdir
Yang ini pasti dan itu nyata

















