Tom Blyth and Emily Bader doing press for PWMOV (December 12, 2025, New Orleans).
seen from United States
seen from Canada
seen from China

seen from Poland

seen from Malaysia
seen from China
seen from United States

seen from United States

seen from Russia

seen from United States
seen from Russia
seen from Russia

seen from Germany
seen from United States
seen from United States
seen from Malaysia

seen from Ireland

seen from United States
seen from China

seen from United States
Tom Blyth and Emily Bader doing press for PWMOV (December 12, 2025, New Orleans).

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
C L A S S Y
Kemandirian finansial adalah yang terpenting. Ibuku selalu mengatakan bahwa ketika seorang wanita mandiri secara finansial, dia memiliki kemampuan untuk menjalani hidup dengan caranya sendiri. Saya pikir itu adalah nasihat paling baik yang pernah saya dapatkan. Tidak peduli ke mana Anda pergi dalam hidup atau dengan siapa Anda menikah, Anda harus mandiri secara finansial - baik Anda menggunakannya atau tidak.
7 Alasan Harga Diri Tidak Ada Artinya, Lebih Baik Lakukan Apa Yang Benar & Adil
7 Alasan Harga Diri Tidak Ada Artinya, Lebih Baik Lakukan Apa Yang Benar & Adil
“Manusia lebih banyak menikmati daripada memberi. Lebih banyak orang yang konsumtif daripada orang yang produktif.” Benarkah kedua pernyataan ini? Jika benar maka itu artinya seseorang menjalani hidup dengan tidak seimbang karena terlalu konsumtif. Namun jika salah, itu artinya keseimbangan telah memenuhi kehidupan anda, teruskanlah kawan. Pe nilaian kita terhadap sesuatu dapat memengaruhi…
View On WordPress
Belajar dari Kaum Anshar
Tahukah kamu siapa Kaum Anshar? Yap, mereka adalah kaum yang berada di Madinah, dan menyambut kedatangan Kaum Muslimin yang hijrah dari Makkah ke Madinah. Lalu, apa keistimewaan kaum ini?
Bersumber dari buku tulisan Haryanto berjudul "Rasulullah Way of Managing People: Seni Mengelola Sumber Daya Manusia" (2008), ternyata Anshar adalah kaum dengan komitmen yang luar biasa dalam membela nilai-nilai kebenaran, kemanusiaan, dan keadilan. Kaum ini rela membela Rasulullah beserta Muhajirin dan melindunginya, dan hal itu mereka lakukan bukan karena adanya materi yang berlimpah atau jabatan dari Muhajirin. Percaya atau tidak, Anshar melakukan pembelaan dan perlindungan kepada Rasulullah dan Muhajirin semata karena *Anshar memiliki komitmen yang besar dalam membela nilai-nilai kebaikan dan kebajikan, menegakkan keadilan dan membela kebenaran.* Lalu, apa hubungannya dengan internal organisasi?
Komitmen merupakan suatu hal terpenting yang menjadi dasar penguatan seseorang pada akhirnya terlibat dalam sebuah organisasi, komunitas, ataupun perkumpulan. Pada akhirnya, komitmen lah yang dapat membangkitkan semangat produktif dan kreativitas seseorang. Namun, manusia (dengan keterbatasannya) sering lupa akan komitmen yang dibawa sejak awal ia memutuskan untuk bergabung dalam sebuah organisasi, komunitas, atau perkumpulan. Alhasil, jika ia lantas tidak mendapatkan penguatan (dari internal maupun eksternal), produktivitasnya akan menurun atau bahkan mati. Padahal dari kisah Kaum Anshar, dapat kita simpulkan bahwa kualitas komitmen seseorang menggambarkan kualitas konsistensi dan keunggulan seseorang. Selanjutnya, bagaimana caranya menjaga komitmen diri? Berikut beberapa cara yang direkomendasikan:
-Rekomitmen atau muhasabah diri, ingat kembali apa niat awal kita bergabung dalam suatu organisasi, komunitas, atau perkumpulan. Sebaik-baik niat adalah niat yang ditujukan pada Allah semata.
-Diskusikan dengan lingkungan kerja mengenai hal-hal yang membuat komitmen diri menurun. Lakukan diskusi dengan lapang dada sehingga bisa dihasilkan solusi terbaik untuk semua pihak
-Lakukan "Me Time". Hal ini ditujukan untuk menghilangkan kejenuhan atau bahkan menata kembali niat. Yang terpenting adalah komunikasikan dengan rekan kerja bahwa kita sedang membutuhkan waktu untuk meelakukan "Me Time"
Sekian sharing materi internal pada kesempatan ini. Semoga bermanfaat.
KRETA MANTAN (Rekreasi Kita Kalimantan)
Edisi : Jumat, 15 September 2017
Materi : Jalan-Jalan Ala Feri Pemateri : Feri Moderator : Misa Qomarul @misaqh
___
Karena (aku suka kata-kata temenku) "No more hidden places in Indonesia. You can ask google beautiful places in indonesia" Makanya kalau lagi jalan-jalan. Aku pasti nyempatin diri buat tersesat (jalan tidak jelas yang disengaja). Selain bakal dapat tempat/cerita yang nggak mainstream. Aku juga bisa nikmati tempatnya karena sepi. 'Me-time' ku jadi lebih maksimal juga.
Makanya aku bisa nemu Rumah 'Up' (udah pada Nonton Film UP kan? Yang kakek sama anak pramuka) di daerah Madura gara-gara tersesat. Jadi nggak kudu ke Kalimantan buat dapet foto Rumah UP.
Nah, aku suka yang foto pantainya. Ini di Jogja. Gilanya. Itu pantai nggak ada orang. Waktu itu kita beneran tersesat dan sama penduduk sekitar diarahin ke tempat itu. Yang ngecamp cuma kita. Serasa pantai sendiri.
Kalau foto yang sawah-sawah dibawah. Gara-gara aku salah jalan pas ke Palembang.
____
SESI TANYA JAWAB
1. Dicho Bima Tanya : Emang rumah Mr. Frederiksen ada di Kalimantan? Jawab : Ada. Banjarbaru, kalimantan selatan.
2. Tara Tanya : Yang difoto ketiga, keliatan gunung itu dimana mas? Jawab : Itu di Sumatera. Waktu mau ke Palembang.
3. Fauizah Tanya : Biasanya kalau tersesat berapa orang? Jawab : Emm, paling sering sendiri. Paling banyak 3 orang lebih dari itu. Kalo rame biasanya pada nggak mau sengaja kesasar.
4. Karina Eka Sakti Tanya : a. Biasanya kalau jalan-jalan, sendirian apa rame-rame? b. Itu kesasarnya memang udah direncanain atau nggak sengaja kesasar? c. Kalau kesasar gitu pernah nggak nemuin hal-hal aneh? Kalau pernah, gimana ngatasinnya? Jawab: a. Paling sering rame-rame. Sesekali doang sendiri. b. Di Rencanainn. Hahaha Rada aneh emang sih. Ketemu persimpangan. Biasanya belok aja. c. Pernahh. Waktu itu aku lagi cari makan, kesasarlah kesalah satu tempat makan yang rada berbeda dari biasanya. Jadi tu tempat pengunjungnya beragam. Ada yang sama jenis ada yg beda jenis, dll. Dan, PDA (Public Display of Affection)nya mereka nggak dipause gitu, loh.
____
KESIMPULAN : Kalau tersesat jangan di tempat yg berbahaya ya. Tips dari aku. Kalau mau tersesat tersesatlah di kawasan wisata. Soalnya sekitaran sana ada tempat yg masih sepi dan belum banyak disamperin orang biasanya. cc : @tumbloggerkita @kitajabodetabek @kitajateng @kitajatim @kitasumatera @kitasulawesi

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Thomas Rentmeister
Untitled, 2011
Penaten baby cream on laminated chipboard
Satir Meracau dari Jalanan
Perkenalkan! Aku adalah seenggok daging berjalan Bersahabat setia dengan kardus lusuh penopang mimpi Berdua berpindah dari satu tempat ke tempat lain Kadang juga ada rongsokan bekas, atau dompet hasil curian Aku berusaha menerima pedih Menikmati luka yang tak kunjung sembuh Hingga aku merasa candu Sementara kudapati mereka di balkon atas gedung mewah Entahlah, imajiku berkelumut selimut maut Pantas saja, gumamku Mereka manusia hebat dengan jas dan dasi menggantung dari tepi leher Ada yang hebat menuturkan janji-janji, ada yang hebat menuturkan kata-kata indah Ada pula yang ahli menyembunyikan senyum kecut penuh kemunafikan dibalik layar televisi Lalu apa lagi? Oooo, jiwa-jiwa dahaga akan rupiah Penghamba gemerlap dan dunia fana! Lihatlah aku, bukan kah kita ini sama Sama-sama memiliki kesemakinan Ya, aku semakin miskin, dan kalian semakin kaya Lantas, salah siapa pabila aku terlahir miskin? Salah Ibuku, Ayahku? Atau Tuhan? Jangan katakan Tuhan, aku muak! Sudah lama aku tak mengadu pada-Nya Aku lelah mencari keberadaan-Nya yang tak kudapati jawaban Kembali pada mereka, aku seperti mengenal mereka Sebab kita sama-sama seenggok daging Bedanya, mereka seenggok daging yang bersahabat dengan tahta, saham, obligasi, tai! Sedang aku, Si Miskin yang hanya menengadah mengemis pada mereka Meskipun yang mereka beri adalah kotoran mereka, siapa peduli?
-Yasmin S. Zahra Yogyakarta, 31 Mei 2017