Kau hanyalah
Es yang mendidih
Dalam api yang membeku
Sedangkan aku?
Aku lah yang kau sebut dengan sebutan Si Kertas Lusuh.
Tinta hitam yang hanya bisa kutuliskan dalam rinduku.
Tak pernah terbalaskan, karena kau selalu meniupnya.
Akan basah ketika ku timpa air.
Jangan tanya siapa air itu.
Air itu bayang mu.
Air yang pernah hangat, tapi mendingin tanpa ku pahami.
Bodohnya, Si Kertas Lusuh ini...













