"Ayah" Andrea Hirata
Sabari, Zoro, Marlena. Ukun, Tamat, Zuraida. Andrea Hirata. Sebuah cerita duka dan lara. Cinta dan Bahagia. Andrea Hirata. Kuharap pahala selalu menyertaimu sepanjang usia.
seen from Germany

seen from India
seen from Germany
seen from Bangladesh
seen from Germany

seen from United States

seen from Türkiye

seen from Germany
seen from United States

seen from Germany
seen from T1
seen from Croatia
seen from Netherlands

seen from United States

seen from China

seen from China
seen from Germany

seen from United States
seen from United Kingdom
seen from Germany
"Ayah" Andrea Hirata
Sabari, Zoro, Marlena. Ukun, Tamat, Zuraida. Andrea Hirata. Sebuah cerita duka dan lara. Cinta dan Bahagia. Andrea Hirata. Kuharap pahala selalu menyertaimu sepanjang usia.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Minggu, 9 Desember 2018
Sore itu di Gramed:
A: (memperhatikan judul tumpukan buku di depannya satu-persatu)
B: (tiba-tiba datang dan berhenti di depan tumpukan buku dan sedikit merapikan beberapa buku yang sebenarnya tidak perlu dilakukan)
"Ini bagus", (sambil mengetuk sampul Sirkus Pohon dari Andrea Hirata dengan telunjuknya)
A: (sejenak memperhatikan wajah pemilik suara yang berbicara padanya, menilai alisnya bagus).
"Udah baca"
B: "Kata juga bagus. Bestseller juga." (sambil menunjuk ke arah rak di kanannya, lalu pergi)
A: (diam-diam terkekeh dengan cara rekomendasi pramuniaga yang tidak biasa itu, juga karena Sirkus Pohon tidak bagus baginya. Dan oh ya, Kata ada di rak sebelah kiri)
Usai pernikahan itu, setelah sanak saudara pulang, Syalimah bercerita kepada anak-anaknya tentang sebuah benda yang sejak berbelas tahun silam teronggok di sudut ruang tengah rumah mereka. Anak-anaknya tahu bahwa benda yang ditutupi terpal itu adalah sepeda, namun mereka selalu sungkan membicarakannya. Syalimah meminta Enong membuka terpal dan tampaklah sepeda Sim King made in RRC yang masih mengkilap. Syalimah berkisah tentang Zamzami, ayah mereka.
"Ia adalah lelaki yang baik dengan cinta yang baik. Jika kami duduk di beranda, ayahmu mengambil antip dan memotong kuku-kukuku. Cinta seperti itu akan dibawa perempuan sampai mati."
Syalimah seperti tak sanggup melanjutkan ceritanya.
"Jika kuseduhkan kopi, ayahmu menghirupnya pelan-pelan lalu tersenyum kepadaku."
Meski tak terkatakan, anak-anaknya tahu bahwa senyum itu adalah ucapan saling berterima kasih antara ayah dan ibu mereka untuk kasih sayang yang balas-membalas, dan kopi itu adalah cinta di dalam gelas.
Kapal Minta Duit
āhom pim pah alaium gambreng, mak ijah pakai baju rombengā kurang lebih begitu, masing ā masing dari kami mengucapkan dengan lantang kalimat tersebut. Ā Entah apapun permainannya, awalannya adalah āgambreng dulu weyā.
Manis saat kuulang masa ā masa kecil dahulu. Sangat lekat dikenang masa dimana aku masih imut dan lucu, layaknya sekarang. Aku tak akan pernah melupakannya. Masa dimana waktu bukanlah barang berharga, tidur siang hanyalah omelan ibu belaka, dan teman adalah segalanya.
PM adalah singkatannya. Bukan, bukan pendalaman materi yang kumaksud, tetapi kepanjangannya di sini adalah, āpergi main pulang mainā. Di dalam kepala hanya ada main, main, dan main. Sampai aku TK dua kali, itu berarti main juga kan ya?
Tak bisa dipungkiri, memang sejatinya masa kecil adalah masa dimana kita banyak bermain. Jika kalian tak banyak bermain, maka tanggalkanlah sebuah cap pada diri kalian sebagai manusia MKKB yaitu, āmasa kecil kurang bahagiaā. Tak asing bukan dengan istilah tersebut.
Aku adalah generasi 90an, walau akhir. Setidaknya aku masih mengenal permainan yang alami. Bersyukur aku masih mengenal ācing umpetā, āgobak sodorā, ākelereng (gundu)ā, ācongklakā, ābekelā, āegrangā, ācing jongkokā, āaladinā, āular nagaā, dan masih banyak lagi. Jika aku tulis semua mungkin terlalu banyak, maka aku ambil yang umum saja, dan nama ā nama permainan itu sebutan yang sering dipakai di daerahku. Mungkin ada beberapa nama yang sama, namun yang persis adalah kami atas nama bahagia.
Permainan di āhpā kala itu pun sudah ada, namun sulit meminjamnya karena takut dimarahi ibu, juga āhpā zaman dahulu tidaklah semenarik sekarang. Karena itu āhpā tak digandrungi, permainan bersama temanlah yang paling ditunggu. Walau pulang diseret ibu kami tak akan pulang membawa sendu.
Permainan ular naga yang paling aku sukai, karena bermain dengan jumlah yang banyak. Tetapi sepertinya bukan ular naga karena nyanyiannya seperti ini āwag wagung nasinya nasi jagung, lalapnya lalap jagung, kang king kung, pit alaipit kuda lari kejepit, tam tambukur selera tangkap saaaaaatu.ā Kurang lebih seperti itu, ingatanku renggang sedikit akan liriknya. Di sini suara riuh gaduh seolah penyedap rasanya.
Kala itu permainan berlangsung, dan riuh sekali suasananya. Namun ada suara desingan yang kuat. Benar saja, yang berdesing itu adalah pesawat melintas. Seperti mantra yang terucap begitu saja, kami semua yang tadinya riuh gaduh, langsung bersama ā sama meneriakkan sepotong mantra
āKAPAL MINTA DUIIIIIITā
Hening seketika. Semua anak bawang maupun anak cabe terkesima akan pesawat yang melintas. Menatap sambil tersenyum, entah apa yang dipikirkan. Yang jelas adalah cukup dengan itu kami sudah bahagia.
Jangan Lupa Mati
Segala hal dalam hidup ini terjadi tiga kali. Pertama lahir, kedua hidup, ketiga mati. Pertama lapar, kedua kenyang, ketiga mati, Pertama jahat, kedua baik, ketiga mati. Pertama benci, kedua cinta, ketiga mati. Jangan lupa mati.
Dikutip dari Buku Ayah karya Andrea Hirata.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
rasanya ingin berterima kasih, Tuhan mengenalkanku dengan Arai, Ikal, Alif, Ogi, Asrul. peran mereka dalam titik balik hidupku sangat bermakna. pada detik ini aku masih memberanikan diri menyalakan bara mimpi dan keyakinan untuk cita-cita--karna mereka. bahwa tekat kuat mampu mengalahkan keterbatasan diri.
dari Arai dan Ikal aku belajar untuk berteman dengan tantangan dan resiko. menjadikan tantangan sebagai pintu untuk membuka kesempatan baru. alih alih takut dan mundur, mereka melompat kegirangan, menelan kerasnya perjuangan.
dari Alif aku belajar bahwa Tuhan adalah satu satunya tempat berlindung dan berteduh paling nyaman untuk kembali.
dari Ogi dan Asrul aku belajar bahwa tidak ada yang menjamin badai akan berlalu. ia akan datang silih berganti, semakin riuh dan semakin gaduh. tapi diri kita sendiri yang mampu mengendalikan cara pandang melihat badai.
... bahwa mereka yang melupakan mimpi-mimpinya akan bangun tidur setiap pagi, dalam keadaan kalah.
Judulnya Briana dan Bottomwise karya Andrea Hirata. Sejauh ini, nggak ada karya Hirata yang mengecewakan. Selalu bagus!
Kayaknya yang satu ini pun bakal jadi my most current favorite dari karya Hirata. Ceritanya betulan menarik dan rame banget buat diikutin. Nggak hanya berfokus pada satu tokoh, tapi kesana-kemari.
Pelajaran moral yang didapat juga cukup banyak. Kita juga bakal menyelam ke sebuah ironi pada beberapa bagian dalam cerita ini. Humornya pun dapet banget, ada aja yang bikin lucu sampe ngakak.
Pokoknya, menurutku ini must read dan aku rasanya ga sabar buat nunggu buku selanjutnya!!
Perjalananan Gila 2023 (part 3)
The Dreamland
Finallyyy Belitong!!
Ternyata buanyak banget yaa yang mau nyebraang dari Bangka ke Belitong. Kebanyakan mereka adalah ASN yang habis dinas pelatihan di Bangka. Bahkan, ku sempat nguping di bandara (wkwk), ada mahasiswa asal Belitong yang bolak-balik Bangka setiap Jumat untuk kuliah di Bangka. Karena setelah kulihat-lihatpun, infrastruktur Bangka lebih maju dan sudah banyak kampus juga disana.
Sebelum terbang, aku dapat info dari rental motor/mobil semalam, kalau tak ada driver yang mau kalau naik motor ke daerah sana. Alhasil, dengan segala pertimbangan, ku sewa mobil dan drivernya. Memang sebetulnya agak gadi-ngadi kalau naik motor ke Belitong Timor, mengingat jalanannya masih banyak hutan apalagi ke daerah Replika Sekolah Laskar Pelangi (RSLP), 45-60 menit sendiri dari bandara.Ā
Di bandara, ada semacam tour guide yang bisa kita tanyakan terkait objek wisata yang ada di sana. Oks, dengan modal SKSD langsung tanya rute perjalanan hari itu. Akhirnya, menemukan ruteku, yakni bandara - RSLP (Manggar) - Museum Kata - Pantai Tanjong Tinggi (tempat syuting Laskar Pelangi) - Homestay.Ā Selanjutnya, bertemu driver. Tak sulit menemukan driverku, ku manggilnya āBang Dikaā. Abangnya orang Belitong asli. Tipikal yang kalau ditanya baru jawab, okesip. Karena tau aku travel sendiri, baik juga lho abang ini mau direpotin ambil fotoku selama di objek wisata. wkwk. Makasih, Bang!
Btw karena hanya bawa 1 koper ukuran small dan 1 ransel, jadi paslah tak usah ke homestay dulu. Jadi, aku bawa semua barang di mobil. Perjalanan menuju Manggar kira-kira 1 jam. Di jalan, cuacanya panas-mendung-panas. āTau rasa ko Hilma kalau maksa naik motor gimana jadinya tadi :/ ā, batinku. Tak lupa ku memesan homestay dekat bandara dalam perjalanan ini.
Setelah sampai di RSLP, ku membayar tiket masuk seharga 10.000/orang. Gak nyangka ya Allah, bisa kesini.. secepat ini :ā) Bangunan sekolah yang hanya kubisa lihat di layar sekarang aku bisa masuki dan duduk-duduk di dalamnya. Ke ruangan kepsek pak Harfan, ke pohon tempat manjat Mahar, lihat kayu penyangga sekolah, papan sekolah bertulisan SD Muhammadiyah Gantong.. Fabiayyi alaa irabbikuma tukadzziban..
Lama ku duduk di dalam kelas, hawanya panas, namun banyak semilir angin. Kebetulan hanya aku dan 1-2 pengunjung disana. Jadi, terasa lebih leluasa memerhatikan sekolah dan sekitarnya.
Nun jauh disana, grup chat asramaku agak heboh. Karena awalnya yang tahu aksi gilaku ini ya cuma Khonsa. Tiba-tiba ini anak udah nyebrang ke Belitong! Ada yang request video-call di sekolah, tapi akhirnya nyambungnya ke Khonsa wkw. Kuajak kelilling sekolah dan nostalgia scene film LP..
Setelah puas menghabiskan waktu di sana, aku beranjak ke destinasi berikutnya. Tapi, di sebrang replika, ternyata ada Rumah Keong Belitong. Okelah, gaskeun aja!Ā
Rumah Keong ini semacam tempat wisata yang sedang direnovasi, tapi masih bisa dimasuki dengan membayar tiket 5.000/orang. Duduk-duduk dan mencoba selfie. Seru dan panazzz. Disini aku baru sadar, kalau bareng keluarga atau teman-teman.. pasti akan lebih seru. Lebih tepatnya akan ada yang motoin haha.
Kami lanjutkan perjalanan ke Museum Kata, Museum Literasi Pertama di Indonesia, 15-20 menit dari RSLP. Karena sampai sana pas zuhur, jadi solat dulu di mushola dekat sana. Alhamdulillah, ramai mushola tu. Setelah solat, kumasuk museumnya. Feeling soooo excited semenjak dari luar museum. Catnya warna warni dan banyak bertuliskan kata-kata indah khas Andrea Hirata. Menggambarkan seni yang natural.. tiketnya seharga 50.000/orang, tetapi sudah termasuk guidebook tentang LP.
Aku suka banget dalamnya. Ada foto scene film LP, Sang Pemimpi, dsb. Feels like home. Buku-buku yang berjajar, tv-tv kuno yang disususun, suara drama musical LP, bangku-bangku kayu yang menambah kesan natural, dan lainnya.
Bagian tengah, ada kafe kopi yang saat itu sedang tutup. Kafe kopi tradisional yang masih menggunakan bara api. Di sebrang bangunan utama, ada hall yangĀ banyak bertuliskan kalimat-kalimat dalam karya Andrea.Ā
Bagian belakang, aku juga suka. Ada semacam aula baca buku. Banyak foto scene film, spanduk launching buku baru beliau, dsb. Kalau saja tak diburu waktu melancong dalam sehari, aku mau lebih lama lagi duduk menyimak karya beliau di aula itu.
Selanjutnya, aku melanjutkan perjananan ke pantai. Namun, di tengah jalan, driver menghentikan mobilnya...