rasanya ingin berterima kasih, Tuhan mengenalkanku dengan Arai, Ikal, Alif, Ogi, Asrul. peran mereka dalam titik balik hidupku sangat bermakna. pada detik ini aku masih memberanikan diri menyalakan bara mimpi dan keyakinan untuk cita-cita--karna mereka. bahwa tekat kuat mampu mengalahkan keterbatasan diri.
dari Arai dan Ikal aku belajar untuk berteman dengan tantangan dan resiko. menjadikan tantangan sebagai pintu untuk membuka kesempatan baru. alih alih takut dan mundur, mereka melompat kegirangan, menelan kerasnya perjuangan.
dari Alif aku belajar bahwa Tuhan adalah satu satunya tempat berlindung dan berteduh paling nyaman untuk kembali.
dari Ogi dan Asrul aku belajar bahwa tidak ada yang menjamin badai akan berlalu. ia akan datang silih berganti, semakin riuh dan semakin gaduh. tapi diri kita sendiri yang mampu mengendalikan cara pandang melihat badai.

















