Perjalanan Gila 2023 (part 2)
Perjalananku dimulai dari stasiun Manggarai, naik kereta api Bandara. Kali pertama menggunakan moda transportasi ini. Cool walau sempat deg-degan khawatir salah arah naik haha.Â
Welcome to Bangka!Â
Pertama kali melihat tanah Bangka dari atas pesawat, wow, ini sumber tambang Indonesia. Penuh bekas galian. hmm
Di sepanjang jalan, nuansanya masih asri, masih banyak kebun, rumah yang jarang, tak dempet-dempet macam di Jakarta, dan jalanan yang lebar. I feel so calm at Bangka.. aku menginap di rumah seorang kawan guruku. Orangtuanya sangat baik dan sangat memfasilitasiku selama disana. Karena tahu aku hanya 2-3 hari, setiap hari pasti agendaku full. Tidak ada waktu leha-leha.Â
Hari pertama, aku sudah diajak keliling kota Koba dengan sepupunya rekan guruku: ke tempat makan mpek-mpek dan toge goreng ala Bangka, ke alun-alun Koba, Pantai 7 Sumur, foto dan main di pantai. Malam harinya, sempat diajak ke angkringan dengan tante kawanku dan sepupunya. They are very warm and welcomee!
Hari kedua, setelah bertugas observasi dan kebetulan jadwalku kosong, aku menyewa ojek untuk menemaniku ke Danau Kaolin (Danau Biru). Danau ini bekas galian dan mengandung mineral tertentu, makanya warnanya jadi biru. Tapi, kalau kita celupkan jemari di airnya, tetap jernih dan bening.Â
Malam harinya, aku berkesempatan silaturahim ke tokoh masyarakat sekitar dalam rangka promosi sekolah (agenda terselubung dan inisiatif aku aja si mengingat kuota PPDB sekolah belum full hehe). Nah, di malam kedua ini, aku memastikan ke muridku apakah ada yang kurang untuk persiapan magang di hari-hari besok? Tidak ada, katanya. Hanya perlu print sertifikat tanda terimakasih kepada instansi tempatnya magang dan itu akan di-handle kakak sepupunya di sana. Aku mulai berpikir, sepertinya tugasku disini sudah selesai dan muridku juga aman terkendali.Â
Perubahan Rencana
Di awal aku sudah berniat bahwa perjalananan ini hanya untuk menjalankan tugas dan mengabari Wakasis bahwa aku mengurungkan niatku ke Belitong. Sampai hari kedua, beliau masih bertanya kenapa tak lanjutkan ke sana? Sedikit lagi, timpalnya. Beliau juga dengan niatnya mengirimkan video youtube Ngebolang di Belitong wkkw. Hadehh tadz, makin ragu nih.Â
Akhirnya, dengan meyakinkan diri dan mengabari ke keluarga dan sohib, akhirnya ku ubah schedule penerbangan di H-1. Ku book seat pesawat Bangka-Belitong via aplikasi online. Tak lupa riset dulu mana yang paling murah diantara semua aplikasi yang ada. Tentang transportasi disana? Tenang, H-7 aku sudah menghubungi kontak rental motor/mobil, tanya-tanya harga. Dengan jiwa jalan-jalan kudu hemat, aku memesan motor dan driver (karena diri ini baru banget belajar motor H-1 berangkat di sekolah dan masih belum yakin dan lancar). Rencanaku sesampainya di sana, akan kusewa motor dan drop barang di homestay, lalu lanjut motoran ke Belitong Timur.Â
Betapa nekadnya ambo!


















