Allah swt sebenarnya selalu menempatkan kita pada tempat atau kondisi sumber hikmah. Kalau rasanya masih pundung karena tidak nyaman atau salah tempat, mungkin sedikit lagi kita akan menemukan titik-titik temu yang 'kan menuai kesyukuran.
Interview Vampire Daily

tannertan36
YOU ARE THE REASON
Cosmic Funnies
Monterey Bay Aquarium
TMBGareOK. The Official They Might Be Giants tumblr
sheepfilms

izzy's playlists!
Misplaced Lens Cap
occasionally subtle
Noah Kahan

Origami Around

gracie abrams
Show & Tell
almost home

PR's Tumblrdome

Love Begins

❣ Chile in a Photography ❣

seen from United States

seen from Türkiye
seen from United States
seen from United States
seen from Iraq

seen from New Zealand

seen from Türkiye
seen from Russia

seen from United States
seen from United States

seen from Indonesia
seen from United States
seen from United States
seen from Iraq
seen from United States
seen from Bangladesh

seen from United States

seen from United States
seen from Philippines

seen from Morocco
@sebiruhariini
Allah swt sebenarnya selalu menempatkan kita pada tempat atau kondisi sumber hikmah. Kalau rasanya masih pundung karena tidak nyaman atau salah tempat, mungkin sedikit lagi kita akan menemukan titik-titik temu yang 'kan menuai kesyukuran.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Mungkin dihadirkannya rasa khawatir dan takut itu.. agar kita tak begitu jumawa dan sombong dengan ala kadarnya kita ini.
I don't know the feeling is this heavy.. i also questioned why did i accept this huge amanah confidently?
I'm feeling lack of knowledge.. lack of competence, ya Rabb..
These days merasa kaget dan belum bisa mencerna dengan baik peran-peran yang kupunya. Fisikpun ikut adaptasi.. ah, Hil. Semoga segalanya membaik, terbiasa, dan bisa buatmu lebih tenang..
Hil dan bapak ibu guru lainnya, adil-lah sejak dalam pikiran. Your students need it.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sekolah itu bukan tempatnya orang-orang 'suci', tapi tempat untuk memperbaiki diri. Bahkan, Syurgapun demikian.
This time, i made a mistake. I'm very dissapointed on myself and feeling so sorry..
Allah, aku gak tahu fase ini ada di tahapan apa.. hadapikan mau-Mu? Atau berusaha memahamkan situasi diri pada sekitar dahulu?
Ya aku memilih menceritakan apa yang kurasa. Itu sebuah keberanian, Hil. Keberanian.
Should we start the preparation?
This term is gonna be my first thing coz i will be a homeroom teacher for the students. To be honest, their last year wasn't not that easy. I do care about their conditions, so i accept this position. But, i'm also getting nervous and anxious about my ambience and their responses.. this is their last year with 4 persons getting out. I can't guarantee all the pain cured, but i just wanna be there for them. Listening, giving best support, and helping what i can help when they face the difficult things..
Allah, make the journey easy for us..
Again. I can't do anything without You, oh Allah..
Memperjuangkan Diri
Terhitung 4 tahun sudah aku belajar di dunia pendidikan. Aku suka ada di dunia ini dan aku nyaman bertumbuh disini. Tapi, kalau ditanya apakah ada kalanya "stressful or burnout". "Pasti ada", jawabku. Dua tahun awal menjadi momen adaptasiku yang menyampaikan pada mental breakdown moment yang hadir satu kali dalam setahun. Rasa sedih dan sesak dalam dada dalam beberapa hari.
Tandanya apa? Aku yang menangis tersedu di hadapan orang lain. Aku pernah menangis di hadapan teman-teman asrama dan di depan muridku, banyak muridku. Sampai-sampai muridku mengira, mereka yang buat salah sama gurunya ini. Saat itu juga aku kesal kenapa bisa segitunya? Tapi, kesel makin mau diberhentikan, eh ternyata makin lama sedihnya. Pun ada seorang kakak yang mencoba memahami, "Gapapa Hil, jangan ditahan, dikeluarin aja.. itu udah lama ada disitu tuh..".
Lalu, aku sadar bahwa aku masih kewalahan mengatur emosiku, tepatnya releasing emotions. Aku mau lebih baik lagi. Alhasil mencoba konsultasi ke suatu rumah mental health via aplikasi dan meeting online. Cukup lega dan menjawab apa yang mesti aku lakukan ke depannya: mulai dari menulis buku diari, menamakan emosi yang aku rasakan setiap harinya, menulis kencleng syukur, bahkan sekedar share status. Lama-lama, aku juga mulai memahami.. bahwa masa itu hadir saat aku tidak bisa menyampaikan apa yang menjadi berat bagiku. Ternyata, i wasn't that brave even to share my opinions and feelings. Padahal, kalau aku tidak menyampaikan, orang lain tidak akan tahu apa yang aku rasa. Mereka mungkin akan sangat fine, padahal diri ini terluntang-lantang dalam menjalankannya.
Entah ini suatu sense dariNya atau seperti apa, tapi aku mulai merasa juga ada bawaan hormon bulanan juga, siih. Hehe. Aku bisa merasai, aku saat itu jadi orang yang sangat-sangat nyebelin, buat orang lain bahkan diriku karena respon 'reaktif' yang kuberikan. Pun, kawanku yang cukup intense membersamaiku juga punya rasa, "Kakak lagi halangan, ya?" Haha. Jadi.. yaa.. aku agak santai lah yaa karena ada faktor ini juga.
Alhamdulillah di dua tahun terakhir ini, aku merasa membaik. Tidak ada lagi masa-masa itu, setidaknya tidak di depan umum dan anak didik hehe. (Kalau curhat ke Allah, yahh itu gak dihitung yaa namanya juga tawakal mencari jalan keluar :'D). And that's why, mottoku kemarin adalah "Mari memperjuangkan diri!" dalam arti, aku mesti paham diriku, aku mesti berani bilang bahwa aku tidak suka, aku tidak setuju, aku tidak mau, atau adakah hal lain yang bisa kita kompromikan sehingga win-win solution for me and you? Atau bahkan sekedar minta tolong di saat aku benar-benar kewalahan. Dan peran-peranku di dua tahun terakhir ini, ternyata memang menuntutku untuk "berani". He directed me, right?!?
And you did it, Hil!
Aku berani menyampaikan pendapatku dalam diskusi-diskusi ringan maupun berat, menyampaikan kondisi bahwa aku tidak bisa dan tidak mau, serta meminta tolong akan hal-hal yang dirasa perlu, aku memimpin tim dengan segala lebih dan kurangnya, aku menyampaikan keluh kesah tim dan keresahanku atas situasi dan kondisi sekolah pada yang berkepentingan, bahkan aku menghadapi orangtua dengan berbagai karakternya yang anaknya memiliki beberapa catatan sekolah.
And the last, you did it well, dear... and also, i want to thank Allah for strengthening me 'till today.
#ps. in fact, sebelum aku jadi guru sekolah, pasti setahun sekali ada masanya 'tumbang' ke RS. Tapi, 4 tahun belakangan syukurnya, aku jarang banget sakit bahkan yang demam/flu.. ya Allah.. apakah ini tandanya, aku menikmati proses naik kelasMu ini? Semoga :')

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
New Skill?
Dua bulan ini sejak di asrama, lagi seru dan kepo banget sama coba-coba resep masakan, tepatnya jajanan yang asin dan manis. Sejauh ini yang dicoba buat udah ada donat, cimol, cilok, siomay, cakue, kue ketan hitam keju lumer, bakpao, dan tak lupa masakan rumahan: tumisan toge tahu dan ayam bawang putih. Ternyata, banyak banget content creator menu masakan, di youtube, di instagram, tiktok, cookpad, dst. Aku yang..... gak bisa masak ini jadi kayak tertantang dengan ukuran-ukuran resep yang ada ahahha.
Karena beberapa bikin adonan terigu berhasil, akhirnya beraniin beli whisker, gilingan, alat pemotong, dst. Masih sederhana, tapi ngebantu kalau lagi bebikinan. Untungnya, di asrama segala macam alat itu ada, punya teman-teman. Mulai dari chopper, pengukus super gede, sampai airfryer. Bahan-bahan printilan kalau lagi gak ada juga tinggal tanya di grup, "Ada nggak yang punya .......?" "Boleh minta sedikit?" #modalkebersamaan XD
Serunya, kalau masak di asrama itu ada yang bisa diajak membersamai, macam Nisa dan Dewi. Call them the co-chef haha. Isi notes pun sekarang bukan to do list, tapi link/resep jajanan yang aku mau recook. Seruu abisss!
Alhamdulillah, sejauh ini sebagian besar berhasil! Bahkan approved teman-teman asrama. Yang challenging itu, di resep cakue. Aku sampai bikin 3x percobaan karena setelah digoreng gak mau ngembang. Pakai resep rumahan, resep abang-abang, sampai resep chef China. Hadeeuuuhh sampai pusying kenapa bisa failed. Ternyata setelah ditonton lagi berbagai resep, kalau mau bikin cakue gacor itu takaran air sangat pengaruh, jangan kalis, harus banyak 'dilipat', didiamkan selama minimal 2 jam, dan gilingnya harus setipis mungkin supaya gelembungnya jadi waktu digoreng. Minyaknya juga jangan terlalu panas. FYI, memang kalau rasa-rasanya resep ini bakal jadi, ada rasa-rasa pas mau goreng "Ini bakal jadi, sih" entah darimana hehe. percaya diri kali yaa.
Sejujurnya ada satu resep yang baru sekali sih buat dan gagal, yakni bakpau. Kukira semudah bikin donat tapi bedanya ini dikukus. Tapi gak segampang itu, guys. Pas aku kukus ternyata, dia jadi macam mochi.. kenyel-kenyel tak ngembang haduh-haduuuhh. Karena di rumah bikinnya, Ummiku pun bilang "Gapapaa, baru percobaan pertama! Kalau udah jago mah, abang-abang yang jualan namanya..". Sedih siihh,, tapi ada benernya juga yang Ummi bilang. Kenapa banget si koki amatir ini pengen langsung jadi gitu percobaannya dalam 1x percobaan. Hello?!? Kalau gagal, yaa tinggal dicoba lagi dengan cari-cari resep lain. Begitu kan yang kamu pelajari dari belajar cakue yang ngembang?
Overall, aku jadi sadar dan memahami diriku lebih lewat kesukaanku ini. Ternyata aku masih sesuka itu belajar hal baru, ngulik hal baru, dan kalau aku nemuin kegagalan di hasilnya, aku ternyata pribadi yang gak bisa santai kalau itu belum berhasil. Mau coba lagi, coba lain, bahkan aku sampai malam-malam uleni adonan dan besok paginya setelah apel ngegoreng adonan itu walaupun hasilnya belum berhasil juga :')
At the end, aku harap, kamu terus curious dan bersemangat sama hal-hal yang mengusik hati dan pikiranmu, mencoba terus cari jalan keluar, dan tidak stuck di titik tertentu, Hil! Sayang kamu banyak-banyak!
Hiii!
Aku mau cerita.. tentang pengalamanku jadi middle leader di sekolah, alias team coordinator. Perjalanannya TIDAAK MUDAH. Ups and downs ada banget. Di awal, di tengah, menuju akhir.. kayak.. ini beneran bisa gak sih? Maju.. atau mundur aja? Karena yang terlibat bukan pihak internal, tapi juga CUSTOMER aka. the parents (Upppss, actually i hate it when we pretend the parents like our customers. I prefer to call them as SCHOOL PARTNERS).
Actually, kalau leading siswa di osis udah biasa, leading projek terbatas waktu udah pernah, tapi satu ini.. agak baru untukku jadi koordinator tim yang gak main-main jobdescnya: tim adab sekolah.
Hahahahahahahahaaa. Kenapa bersedia di peran ini?
Well, prosesnya gak mudah. Setelah 2 tahun sebelumnya ada di tim ini, mulai menemukan pola dan memahami jobdescnya. Dan.. aku pribadi memang punya keresahan terhadap tim ini. Honestly, bu kepsek langsung yang approach untuk bisa leading this team. And that was actually what i want to change, a little bit. I wanted this team punya manajemen organisasi yang baik. Karena aku yakin, dari segi program sudah cukup oke. Tapi, dari segi planning, pencatatan, eksekusi, hingga evaluasi kalau gak disiapkan dengan baik, that will be BIG NO.
Second, i want to make the team solid. I know, this time i can't make it by myself. Butuh orang lain, butuh kerja tim, butuh kesadaran bersama. So, aku kepengen bangett punya tim yang bisa diandalkan. Maka, dari awal, aku udah plot jobdesc dan load semua timku. Satu yang aku pelajari dari webinar leaders waktu itu, kita harus bisa pastikan hak-hak/kebutuhan dasar tim kita terpenuhi sebelum "menuntut" kerja-kerja terbaik mereka. So, di awal aku memastikan banget LOAD KERJA dan waktu tambahan timku benar-benar jalan dan sesuai dengan kinerja mereka. Darisitu, mereka tinggak breakdown the jobdesc and do the routines.
Third, i wanna be honest to the staff i managed. Aku butuh bantuan mereka banyak-banyak. So, I remind them the jobdesc every week. (But, aku sangatt terbantu sama bapak ibu yang do the job even if I didnt remind them :'D, I was really appreciate it). Bahkan, di saat aku lupa. Aku jujur mengatakan aku lagi gak bisa lakuin ini, karena sedang urus yang lain. Dan yaa.. ada saja yang membantuku. Thankyouu!
Fourth, aku juga belajar terbuka dan komitmen. Saat rapat bulanan, kita gak hanya membahas apa yang sudah dikerjakan. Tapi, kita butuh perbaikan dimana. Apa yang masih kurang dari kinerjaku, dari tim ini, dst. Dan aku memastikan keputusan itu dijalankan bersama setelahnya.
Well, ada hal yang selalu aku tanyakan kepada tim, "What did you learn at this time". Dan jawaban beliau-beliau sangat-sangat bikin aku merenung lama. Mulai dari:
"Kita ini orang dewasa yang diberikan kesempatan lagi belajar bijaksana. Bijaksana melihat kejadian, bijaksana dalam mengambil keputusan, dst."
"Walau kita punya aturan, dalam mendidik anak, jika salah A maka hukuman B, itu tidak selamanya begitu. Pentingnya punya karakter wise dalam menangani masalah siswa"
"Kita ini bukan Tuhan. Dulu juga kita pernah salah bahkan sekarang. Ini hanya satu cara anak-anak kita belajar mana benar dan salah".
Thankyou bapak ibu for the last yearr! Really had a meaningful journey with you guys. Coz I will not join the team for the next yearr, i really really hope you guys will stay in that wise character, even increase & fix what you can. Ahh dan pembelajaran lainnya. Kalau momen kzl-nya ada jugaaa siiih. Saat beberapa orang tak menjalankan tugasnya, even me who skipped it wkw. Tapi, lagi-lagi..
We're all learning to be wise in seeing everything.
Teach You a Lesson!
Ditutup dengan scene, pengawas Na yang mau templang si murid petakilan wkkwkwk.. Ahh drama yang ngupas isu-isu yg ada di lingkungan sekolah; bullying, games/judi online, orangtua murid, student pressure, narkoba, tawuran, kekerasan seksual, guru yg kelewat oportunis, dst. Suka bgttt! 10/10
Poin yg kuambil;
Guru jangan takut sama murid. Mau jadi apa dunia ini kalau begitu?
Kalau siswa gak mau sekolah, silahkan. Kalau gak mau belajar, silahkan. Itu hidupmu. Tapi jangan merusak hidup orang lain juga! Satu menitmu gak sama kayak satu menit siswa lain yang punya tekad dan semangat kuat mau belajar.
Dear teachers, please do not give up. Karena masih banyaaak murid-murid tulus yang membutuhkan kehadiranmu!
Gak semua guru berperan layaknya jadi semua guru. Dampaknya? Murid yang jadi korban guru yang tidak becus!
Dear teachers, tugasmu adalah memberikan pengajaran dan pelajaran bagi murid di sekolah. Preventif maupun kuratif. Jika ada siswa yang salah dan kamu masih memberikan kesempatan padanya, itu bukan karena kamu layaknya Tuhan. Tapi, karena kamu adalah orang dewasa, itu saja.. Poin ini menusuk pribadi banget. Soalnya setahun terakhir ada di tim Adab, kayak secara gak langsung bisa tahu catatan-catatan siswa. Yang terlihat maupun tak terlihat. Ketika awal tahu case pun masih ada ajaa, "Yaaa Allah kenapa naakkk?!?!?!" "Ehh ngapain sih dia begituu? Kok bisaa???!?!?!?". Ehmmm.. berasa keren banget (diri ini) bisa tahu aib/kesalahan orang lain. Terus lanjut proses tindak lanjut. Berasa kek "Tuhan" yang bisa menyalahkan, menyadarkan, memahamkan orang lain :( naudzubillah.. Ya Allah, jauhi hamba dari sifat merasa paling benar. Paling baik. Paling suci. Padahal, lagi-lagi manusia juga tempatnya salah. Ini adalah masa.. masa kita sebagai orang dewasa bisa mengawal dan menegur mereka. Biar gak salah langkah! Kita orang dewasa yang selalu memberikan kesempatan-kesempatan perbaikan bagi anak-anak kita.
ALLAH, MAKASIIIHH SETAHUN INIII!
Honestly, rasanya agak jauh dariMu, tapi haaahhh kekuatan darimana sabar-sabar ituu selain Engkau? :')
Allah yang kuyakini,
Engkau tidak akan pernah melewatkan dan menyiakan setiap ikhtiar yang kami lakukan dalam rangka beramal shalih di hadapanMu..

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bunga itu tidak mekar dalam satu malam.
Ia tidak bangun pada suatu pagi lalu terus menjadi indah. Tidak. Sebelum itu, ada hari-hari yang panjang di dalam tanah. Ada waktu-waktu di mana tiada siapa nampak pertumbuhannya. Ada musim hujan yang melemahkan, ada musim panas yang mengeringkan. Namun akar itu tetap bekerja dalam diam.
Begitulah juga dengan manusia.
Kita selalu melihat hasil, tetapi jarang menghargai proses. Kita melihat seseorang yang tenang, lalu menyangka dia memang dilahirkan begitu. Kita melihat seseorang yang kuat, lalu menyangka dia tidak pernah hancur.
Padahal di sebalik ketenangan itu, ada malam-malam yang dipenuhi air mata. Di sebalik kekuatan itu, ada doa-doa yang dipanjatkan dengan suara yang bergetar.
Bunga itu tidak mekar ketika semuanya mudah.
Ia mekar setiap kali kau memilih untuk terus hadir untuk diri sendiri.
Pada hari-hari kau letih tetapi tetap bangun.Pada hari-hari kau kecewa tetapi tetap meneruskan langkah.
Pada hari-hari kau ingin menyerah tetapi memilih untuk bertahan sedikit lagi.
Ia mekar setiap kali kau berhenti mengejar apa yang bukan milikmu, dan mula menjaga apa yang Allah amanahkan kepadamu, dirimu sendiri.
Dan lebih daripada itu, bunga itu mekar setiap kali kau memilih Allah walaupun hati berat.
Ketika doa terasa lambat dimakbulkan. Ketika kehilangan masih menyakitkan. Ketika rindu masih belum reda. Ketika hidup tidak berjalan seperti yang kau rancangkan.
Namun kau tetap kembali, tetap mengangkat tangan.Tetap menyebut nama-Nya. Tetap membuka lembaran Al-Quran walaupun hati sedang kusut.
Tetap beristighfar walaupun kau sedar betapa banyak kekurangan diri. Kerana iman bukan tentang tidak pernah jatuh.Iman adalah tentang memilih untuk kembali, lagi dan lagi.
Dan mungkin suatu hari nanti, kau akan menoleh ke belakang lalu tersenyum. Kau akan sedar bahawa Allah tidak pernah tergesa-gesa membentuk kau.
Dia tidak menjadikan kau bunga yang mekar dalam satu malam. Dia menjadikan kau bunga yang akarnya kuat.
Bunga yang pernah dilanda ribut tetapi tidak tumbang. Bunga yang pernah kehilangan, pernah kecewa, pernah tersesat dalam kesedihan, tetapi tetap memilih untuk kembali kepadaNya.
Dan saat itu, kau akan faham.
Bahawa setiap langkah kecil yang kau sangka tidak bermakna, setiap doa yang kau ulang, setiap sujud yang kau panjangkan, setiap kali kau memilih Allah walaupun hati berat...itulah yang sebenarnya membuatkan bunga itu mekar.
Ya Rabb, hindarilah aku dari perbuatan tidak mengindahkan kebutuhan bahkan hak orang lain, nirempati, dan memaksakan keputusan tanpa lihat pontang-panting keadaan di lapangan.