Masih dengan orang yang sama
Dulu saya pernah dan sering berdoa pada tuhan tentang seseorang yang istimewa. Saya rasa saya sering mengatakan atau menuliskan sepenggal doa ini, "ya Allah dekatkanlah hamba hamba dengannya apabila memang dia baik untuk saya dan jauhkalah bila memang begitu seharusnya". Pernah dijauhkan hingga lama tidak berkomunikasi hingga suatu saat kembali di dekatkan, saya pikir ini jawaban dari doa saya takdir untuk kembali dekat rasanya aneh tapi bahagia. Namun tidak sampai disini saja, ternyata kami didekatkan untuk saling mengenal, tahu, mengikhlaskan yang sudah lalu sampai-sampai saya merasa dia satu-satunya yang memahami saya dan tidak ada seorangpun selain dia.
Yaampun ini sungguh memalukan bukan, tapi saya dengan senang hati mengakui ini karena sekarang saya sadar saya menyayangi orang ini dengan ikhlas dan tulus. Bisa seperti itu karena saya tidak mencintainya sebagai seorang laki-laki tetapi seorang kakak, sampai disini paham kan? Namun terkadang juga terlalu sakit ya sudah saya biarkan rasa sakit itu hingga terbiasa dan lenyap. Takdir tuhan tiada yang tahu, sekarang dia mempunyai seseorang disisinya cantik, pintar, baik, dan perhatian seharusnya seperti itu.
Saya senang melihatnya bahagia sehingga mengingatkan saya untuk berbenah diri, menata hidup, dan lebih memahami diri untuk lebih baik lagi. Sudah sampai disini kisah tentangnya karena saya bukan siapa-siapa dan tiada lagi komunikasi diantara kami.