A dog born in 1999 is still alive today! Spike, a 26-year-old Chihuahua from Ohio, is literally the oldest living dogāGuinness says so.
seen from China
seen from China
seen from Australia
seen from Chile
seen from United States
seen from Germany
seen from Spain

seen from Philippines
seen from United States
seen from China

seen from Philippines
seen from Spain

seen from France
seen from China
seen from Ukraine
seen from China
seen from China

seen from China

seen from United States
seen from United States
A dog born in 1999 is still alive today! Spike, a 26-year-old Chihuahua from Ohio, is literally the oldest living dogāGuinness says so.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Aging.
Mengikhlaskan
Mengikhlaskan masa lalu adalah cara paling ampuh untuk melangkah dan memperbaiki masa depan. Serumit apapun masa lalumu, ikhlas adalah kata kunci terbaik untuk setiap jawabannya.
Ada hal yang belum kamu selesaikan hari ini, mungkin karna hatimu tidak benar-benar ikhlas menerima atas bagaimana masa lalumu. Masih sedikit gerutu, sedikit mengulas, sedikit berandai, sedikit patah, sedikit dan sedikit lainnya yang ternyata tidak sinkron dengan ikhlas di mulut saja.
Ya memang, ilmu ikhlas itu tidak ada rumus pasti nya. Hanya kamu, hatimu, dan Allah yang tahu. Dan justru karna Allah Maha Tahu, bahwa hatimu masih terperangkap dalam sembilu masa lalu. Maka Allah akan terus mengujimu di area ikhlas yang sedang kamu perjuangkan itu. Allah akan menguji, sampai pada sesi kamu LAYAK dan LULUS.
Kalau belum layak, Allah dengan segala hak-Nya, meremedial kembali hal serupa meski di waktu berbeda. Untuk uji ketahanan. Sekuat apa kamu melewatinya. Bukan masalah. Itu wajar dalam sesi hidup kita.
Berada pada posisi ini, betul-betul sulit bagi beberapa orang. Ada banyak pertanyaan yang belum terjawab dan memunculkan kekhawatiran yang berkesinambungan.
āApa yang membuatku belum layak lulus?ā
āApa yang harus aku lakukan agar lulus?ā
āBagaimana rasanya lulus?ā
āLantas apa yang harus aku lakukan saat nanti lulus?ā
Pada beberapa sesi ujian, ragu itu pasti datang menawarkan khayal dan khawatir. Bersamaan juga menawarkan pesimis dan optimis. Kita harus siap dengan kemungkinan terbaik maupun terburuk. Lagi-lagi ikhlas itu adalah perjalanan seumur hidup. Dalam sesi apapun, ikhlas datang menawarkan pilihan.
Wahai diri...
Jika masih ada setitik pilu di masa lalu yang masih menjadi sesal, hari ini aku ikhlas melepas.
Jika masih ada setitik noda yang mengotori hati atas kesal di hari itu, maka hari ini aku memaafkan diriku di masa lalu.
Jika masih ada patah yang membelenggu, maka hari ini ku patahkan seluruh, dan siap dengan tunas yang baru.
Jika masih ada celah yang tertutup, maka hari ini juga ku buka lebar atas maaf dan penerimaan tentang bagaimana menjadi āakuā.
Allah, Rabbku. Dengan rahmat-Mu, ku yakin ikhlas akan terasa lebih mudah, berpuluh, beribu, berjuta kali lipat. Yakinkan aku selalu akan hal itu.
Mengikhlaskan adalah tentang memafkan masa lalu, mengupayakan segala takdir masa depan, menerima hasil, dan melanjutkan perjalanan yang lebih baik.
Cibinong, 30 Juli 2019
@janatunrahmilah
Chiharu OkunugiĀ ā 26 years oldĀ ā JapaneseĀ ā Model
happy womb escaping day to my fav 26 yo guy,, dan,, ily ok thx bye

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch ⢠No registration required ⢠HD streaming
Coba Lain Kali...
(Ditulis dalam keadaan calm kok hhe Bismillah)
Kadang sebel gitu kalau ada orang yang sok nasehatin, seolah tahu segala hal tentang kita, memberi masukan tapi gak ngasih solusi.
Akhir-akhir ini ada yang lagi sering ditanya soal jodoh? Atau udah kebal? Haha.
Gini, ternyata saya menemukan ada orang yang baru kenal, lalu sekenanya bilang ke teman saya, "jangan pilih-pilih, kriterianya jangan ketinggian coba"
Bayangkan guys. Ini orang, kenal sama kita aja belum. Baru ngobrol beberapa jam doang, lantas men'judge' kita begini dan begitu. Tapi santai, kita gak boleh naik darah hahaha. Kita hidup di negara multikultural kan, termasuk cara 'berbahasa' tiap orang juga berbeda. Kalau kata orang sunda, tong saruana, kudu ngelehan.
Okey. Saya mau bahas. Jodoh itu bisa gak sih semaunya kita? Ingin besok nikah titik, gak mau nanti-nanti. Ah mau si itu pokoknya, gak mau yang lain. Gak bisa gitu jengkeliiin. *haha canda
Terkadang kita cepat menilai orang lain dari permukaan (yang jelas terlihat) tanpa mau tahu dasarnya (yang tidak nampak). Ya sama kaya laut. Orang lebih suka main di pantai ketimbang dasar lautnya. Boleh jadi, orang lain yang kita judge ini sedang ikhtiar loh. Mengupayakan apa-apa yang menjadi tujuan. Entah itu pekerjaan, jodoh, dll.
Coba kalo misalnya dia sedang usaha melamar pekerjaan ke berbagai perusahaan. Lantas kita (yang belum dengar penjelasannya) malah nyeletuk, "jangan diem aja sih, coba dong ke perusahaan ini itu". Hadeuuh kebayang gemesnya kita yang udah capeeek, kek apa cobaa hahaa
Ada tipe orang yang upayanya tak mau diketahui orang. Ia sibuk dengan ikhtiar tanpa ribut meminta bantuan orang lain. Selagi dia bisa, maka kerjakan. Serius ada loh yang begini. Termasuk saya hahaha. Bukan gak mau berbagi, tapi gak mau bikin mumet orang. Biar berdua aja dah sama Allah. Kalau butek, baru minta bantuan orang.
Coba lain kali, jangan bikin syok orang yang baru kenal kamu dengan gaya bahasamu yang kurang berkenan di hati orang. Coba lain kali, jangan mulai memberi nasehat tanpa diminta si lawan bicara. Coba lain kali, kenali dulu karakter lawan bicara sebelum 'jeplak!' gitu aja. Coba lain kali, jangan sok tau atas masalah orang lain. Coba lain kali, belajar merangkai kata yang baik tanpa harus menyinggung perasaannya.
Oh iya. Belum menikah, belum punya anak, belum bekerja, dan belum-belum yang lainnya bukan perihal menunda takdir. Bukan juga ajang mempertanyakan takdir. Tapi ini tentang menjalani takdir dan meyakininya.
Yakin deh, semua udah Allah atur sedemikian rapih kok. Kita nya aja kadang yang gak sabaran, bikin semrawut, dan acak-acakan. Pertanyaan demi pertanyaan akan selalu datang sampai kapanpun, bahkan sampai mati pun. Jangan pernah ragu atas takdir terbaik-Nya. Jadikan pertanyaan dari sekitar sebagai doa yang kamu semogakan.
Selamat berikhtiar guys :)
Bogor, 24 Juni 2019
@janatunrahmilah
Mahalnya Sebuah Kepercayaan
Tadi siang, seperti biasa saya dan Ibu terlibat obrolan. Lebih cocoknya gosip yang ujungnya jadi nasehat buat saya. Hahaha
Jadi ada tetangga kosan yang membawa teman main (lelaki) dan mempersilahkan masuk sekaligus si pintu ditutup. Sebetulnya ini bukan urusan saya ya. Saya gak mau bahas tentang mereka. Ada yang lebih penting dibalik obrolan saya dan Ibu.
āIni sebetulnya yang Mamah khawatirkan dari anak perempuanā
āBerarti Mamah khawatir Atun begitu?ā
āInsya Allah kalo Atun mah Mamah percayaā
āKita husnudzon aja lah Maā
āIya husnudzon itu perlu, tapi jangan juga bikin orang lain suudzonā
āIya juga sih...ā
Buat saya ini kepercayaan besar dari Ibu. Mungkin sebetulnya dalam hati mah belum begitu yakin juga, ini anaknya bisa gak yah jaga diri hha. Tapi kalimat Mamah seolah menitipkan, ya kamu harus bisa lah jaga diri.
Ternyata jauh dari orang tua itu ada banyak kepercayaan yang harus dipegang erat. Asli kudu erat banget. Dan jauh lebih banyak tanggung jawabnya ketimbang saat serumah dengan mereka. Jangan sampai kita mengecewakan orang tua. Mungkin bagi sebagian teman-teman ada yang terbiasaĀ ātidak apa-apaā membawa teman main (lawan jenis) ke dalam kosan. Tapi bagi sebagian yang lain menjadiĀ āapa-apaā dengan hal itu. Buat saya, kosan yang seuprit gini tuh kaya kamar, bukan rumah yang ada ruang tamunya. Kalo saya pribadi mah risih, mamang galon aja cuma sampe pintu kosan. Wkwk. Saya mikirnya, kosan tuh kaya kamar dan itu privasi. Pengalaman saya sebagai anak kosan masih cetek guys, jadi ribet sendiri. Tapi sangat diperlukan sih keribetan ini, biar aman!
Orang tua kita sudah cukup lelah melepas anaknya di perantauan. Sudah cukup gundah mengantarkan sampai tujuan. Sudah banyak pengeluaran untuk memberi bekal. Jangan sampai menambah lelahnya dengan sesuatu hal yang salah dari perbuatan kita. Bahkan jangan sampai menambah timbangan dosa, naudzubillah jangan ya :(
Meski jauh, doa orang tua selau ada di setiap hari. Hanya untuk kita, anak-anaknya. Dan kadang lupa akan doa untuk dirinya sendiri. Lantas kita tega membiarkan doa itu terus melangit tanpa membantu mewujudkannya? Orang tua gak minta apa-apa, cuma pengen anaknya ingat Allah. Itu yang saya tangkep dari obrolan tadi sama Ibu. Karna kata Ibu, iman itu adalah kunci untuk menuntun langkah kita.
Mahalnya sebuah kepercayaan itu dibangun saat jauh dari orang yang sudah percaya pada kita. Bukan hanya kasus ini saja, tapi di segala perilaku kita. Berpikirlah dulu, apa yang kita lakukan ini sebuah kebaikan atau keburukan? Semoga Allah senantiasa menjaga kita. Jangan membuat murah sebuah kepercayaan ya. Kita sama-sama belajar :)
Bogor, 27 Juni 2019
@janatunrahmilah
Rezeki di Luar Nalar
Sebetulnya prosesnya masih panjang, karna saya dan teman-teman ini baru CPNS. Belum lagi perihal umur kita sampai atau tidak, hanya Allah yang tahu. Kita hanya berusaha menjalani takdir dengan sebaik-baiknya. Dan saya hanya ingin berbagi sedikit cerita pengalaman. Eh banyak deh, gak dikit. Hahaha
Step by step yang saya lewati, sejujurnya banyak kejutan. Begitupun dengan cerita teman-teman saya. Lagi-lagi saya banyak belajar dan mengambil hikmah dari cerita mereka. Daaaan menyadarkan,Ā ākamu gak seberapa Tun dibanding orang lain yang jauuh lebih kuat dalam perjuangan sampai tahap iniā.
Boleh dibilang, ini rezeki di luar nalar saya. Saat SKD, saya udah ciut duluan lihat kakak tingkat dari angkatan yang paling senior (bahkan pas ospek pun lihat mereka di pos aliansi, saking seniornya maaf akang-akangku wkwk). Ditambah lagi melihat adik bingkel yang baru lulus ikut-ikutan uji coba tes CPNS hha. Seneeeng rasanya lihat mereka, selagi muda mau mencoba. Tapi deg-degan juga lihat jumlah peserta yang ikut. Ah ālahaulaā aja sesuai pesan Ibu.Ā
Kenapa saya bilang di luar nalar? Karna saat SKD itu merasa gak maksimal, di detik-detik terakhir malah asal isi soal TIU, karna hitung-hitungan itu laah. Ya satu dua soal oke lah, ini mah yang ngasal ada 15 soal kali ya. *jangan ditiru guys hahaha
Alhamdulillahnya TIU yang ngasal skornya lebih sedikit dari batas minimal, aneh saya juga, dan pas nih si skor 143 untuk TKP. Belum selesai sampai disitu, nalar kembali diuji. Geografi hanya butuh 4 orang. Duh gak mungkin deh. Sedangkan saya gak tau siapa aja yang lolos pas SKD itu. Nerimo, legowo aja lah nunggu hasil.
Saat pengumuman SKD, alhamdulillah masuk P1/L, jumlahnya 9 orang. Syok sebenernya mah, karna Geo gak ada P2/L nya ternyata, beda dengan jurusan lain. Mungkin karna kuotanya hanya 4 orang, jadi otomatis lebih ketat. Jadi flashback lah pikiran saya ini, kalo kamu 142 aja tun si skor TKP nya, gak akan masuk deh ke SKB.
Apalagi yang di luar nalar? Saingannya. Beberapa udah punya serdik, ada juga senior yang udah ngajar lamaaa kali, jadi gak berharap banyak lah udah. Patah semangat? Ya, sedikit. Saya sambungin lagi yang patahnya, jangan kalah sebelum berperang! *nyemangatin sendiri wkwk
Ada lagi? Ada. Tes psikotes aman. Eh tapi jujur ya tes psikotes ini menurut saya pribadi soalnya mudah, banyak logika, dan saya suka soal tipe begini. Kata orang, gak suka soalnya, tapi buat saya ngulik gambar yang tak serupa itu asyik, gambar tipe cermin dll, menarik. Ngasah otak gitu haha. Terbukti skor psikotes lumayan membantu banget, alhamdulillah. Tapiii, tes praktek yang buat saya merasa ngedrop. Blank bacaan sholat, iftitah yang udah ribuan kali kau baca seumur hidup, kok bisa lupa sih Tun, kan b*go ya hahaha. Ditambah tahiyat yang balelol, seperti yang gak pernah sholat, kan malu siga nu teu niat ikut CPNS Kemenag wkwk. Praktek mengajar yang gugup teu puguh, dan wawancara yang jawabannya asa ngacapruk.
Saya gak terlalu berharap banyak karna yang punya serdik ada 3 dan yang skor tertinggi dari awal pun bukan saya. Sampai pengumuman tahap akhir pun muncul, banyak teman-teman saya yang gak lolos, saya mikir, dia aja yang pinter gak lolos, gimana saya? Dah ah wassalam ini mah wkwk.
Sesuai firasat saya, yang punya serdik 3 orang itu dan teteh yang skor tertinggi dari semenjak SKD, mereka itulah yang lolos. Wooo kereeen.
Kejutan di luar nalar lagi, saat pengumuman nama saya ada di halaman berbeda tertulisĀ āFORMASI PUTRA/I PAPUAā, cuma 1 baris, eksklusif nama saya cuma sendirian. Rada horor sih. Satu sisi alhamdulillah, satu sisi saya bingung. Seeebingung-bingungnya, saya daftar formasi umum, kenapa jadi formasi Papua? Saya nanti ngajar di Papua? Gimana ini Ya Allah, belum siap kalo ke Papua mah, yaa meskipun dulu pengen ikut SM3T atau Indonesia Mengajar tapi kan....wkwkwk itulah kepanikan saya. Ibu sama Bapak ngahuleng takut juga kali ya anaknya ke Papua gimana, belum mandiri pula.
Saat pemberkasan, saya tanya ke pihak Kemenag Jabar. Oh ternyata ada jatah khusus untuk putra/i Papua dan untuk penempatan kerja di Jabar, cuma 1. Terus tidak ada orang Papua yang mengisi formasi tsb, jadi yang urutan ke 5 dimasukkan kesana, dan itu saya. Nangis lah sujud syukur, kalau tidak ada formasi Papua, gak mungkin bisa sampai saat ini. Alhamdulillah biniāmatillah...
Saya sangat sadar betul. Semua ini bukan semata-mata usaha saya. Mungkin usaha saya hanya 20%. Saya maksimalkan yang 20% ini dengan membeli buku CPNS yang lebih tebal berkali lipat dari buku nikah wkwk, saya isi dan ulas semua soal-soal yang ada di buku tanpa terlewat satu soal pun. Mungkin ini ikhtiar kecil saya. Boleh di cek guys disini untuk gambaran persiapan ikut tes CPNS Kemenag.
Berbagi Cerita: CPNS KEMENAG
Sisanya adalah doa orang tua, guru-guru, teman-teman, adik-adik di komunitas, dan orang-orang (bapak penjual pisang, tissu, keripik, dll) yang mungkin tidak saya kenal tapi pernah mendoakan satu kebaikan buat saya.
Ya kadang begitu, ada rezeki yang di luar nalar dan logika manusia. Jauh dari hitungan matematis manusia. Allah hadirkan kejutan di momen hidup kita ya tujuannya hanya satu, kamu semakin dekat atau jauh dari Allah. Setiap kenikmatan adalah ujian juga untuk kita. Jadi ingat kata Ust. Hanan: kalau Allah saja mudah ngasih 1 kenikmatan kepada hamba-Nya, kenapa kita sebagai hamba masih sulit melakukan 1 kebaikan untuk mensyukurinya?
Setelah saya lewati, ini bukan hanya tentang siapa yang lebih pintar. Tapi ini terlebih tentang rezeki dan takdir. Boleh dibilang, ada banyak yang saya kenal (teman/kakak/adik tingkat), yang lebih pintar dari saya. Banyak lah pokoknya. Jadi, maksimalkan saja kemampuan kita. Kalau tidak dapat, jangan salahkan orang lain, tapi menjadi bahan belajar untuk diri sendiri ya. Kalau rezeki, gak akan kemana kok. Yakin deh!
Semoga Allah hadirkan keberkahan pada setiap apa-apa yang sedang dan akan kita jalani ya. Allah beri kemudahan dan kekuatan untuk mengemban setiap amanah dari-Nya. Aamiin.
Oh ya doakan kami sehat dan lancar untuk selanjutnya mengikuti Latsar CPNS Kemenag ya. InsyaAllah saya juga ingin sharing nanti kegiatannya kaya apa sih. Hhe. See uā¤
Cibinong, 7 Juli 2019
@janatunrahmilah