Untuk Engkau yang Berasal Dari Surga.
Assalamualaikum buah hatiku?
Apakabarmu hari ini? Semoga Allah berikan kemudahan atas segala urusanmu dan keberkahan atas apa yang kau dapat.
Segala puji bagi Allah yang telah menentukan segala sesuatu sesuai kehendaknya. Ketika Allah sudah menakdirkan matamu untuk membaca aksara ini. Maka, itu bukan sebuah kebetulan. Melainkan, sudah tercatat dilauhmahfuzh nya lima puluh ribu tahun sebelum penciptaan langit dan bumi.
Aksara ini kutulis bahkan saat sebelum aku mengetahui siapa ayahmu. Dan bagaimana dia. Maka, maaf jika suatu hari nanti kamu menemukan kekurangan dalam diri ayahmu. Dia hanya manusia biasa seperti yang lain. Bedanya, kasih sayangnya lebih besar daripada orang orang yang ada disekitarmu. Jika Allah sudah menakdirkan ia sebagai ayahmu. Maka, percayalah itu adalah ayah versi terbaik yang Allah berikan untukmu.
Kau tau nak, perjalanan untuk bertemu ayahmu tidaklah mudah. Aku harus menemui terjal nya jalan kehidupan ini , hingga aku sampai pada suatu tempat bernama kedewasaan. Yahh, karena bisa jadi ketika aku bertemu dengan ayahmu, itu adalah versi terbaik dari hidupku saat itu.
Sebelum bertemu dengan ayahmu, aku harus menjaga diri dari laki laki yang bisa saja menjatuhkan kehormatanku. Andai kau tau nak,bahwa menjadi perempuan muslim adalah hal yang berat. Sebab, dirinya begitu berharga dimata tuhan. Sehingga Allah benar benar menjaga cipataannya yang bernama Muslimah. Hingga Alllah kirimkan surat cinta untuk hamba hambanya yang beriman untuk menjaga ciptaannya tersebut.
Ia turunkan perintah menutup aurat untuk muslimah yang mengaku beriman kepadanya. Ia juga turunkan perintah untuk setiap laki laki muslim yang mengaku beriman kepadanya untuk menundukkan pandangan ketika melihatnya. Sebab,muslimah terlalu berharga. Dan Allah tahu , bahwa setiap laki laki yang memandangnya tidak akan sanggup untuk menahan diri. Bahkan seorang Nabi Yusuf sekalipun hampir saja tergoda karena seorang wanita. Sebab, hadirnya wanita bisa saja menjadi bunga dan petaka dalam suatu bangsa.
Anakku, boleh jadi ketika kamu membaca aksara ini. Kamu sudah tumbuh dewasa dan mulai mengenal dunia lebih dalam. Kamu mulai mengenal apa itu rasa sakit dan apa itu di kecewakan. Maka, beribu maaf kuucapkan apabila rasa sakit dan kecewa itu justru berasal dari aku ibumu sendiri.
Sosok yang dititipkan tuhan untuk menjaga dan membahagiakanmu di dunia ini. Namun malah yang terjadi, aku sering membuatmu terluka dan kecewa. Maafkan aku Nak. . Atas keterbatasanku sebagai manusia. Aku hanya ibu yang justru malah membuatmu susah, saat kau seharusnya bisa bahagia disurga sana sebelum dikirimkan ke dunia ini.
Jauh sebelum Allah tiupkan ruh mu kedalam rahimku. Aku sudah berusaha mempersiapkan kehadiranmu. Bertanya dengan orang orang bagiamana menjadikanmu anak yang sehat. Sehingga ketika engkau bertumbuh, engkau akan menghiasi keluarga kecil kami dengan tawa dan tingkah lakumu. Aku juga sudah berusaha membaca buku buku tentang bagaimana cara menjadikanmu anak yang cinta kepada tuhannnya dan bagaimana menjadikanmu anak yang bermanfaat bagi orang orang yang ada disekitar. Dengan cara menjadikanmu anak yg sholih dan berakhlak yang baik.
Anakku, maafkan apabila dalam mendidikmu, aku masih belum bisa sebaik dan se sholih ibunda imam syafi'i. Yang ketaqwaan dan keimanannya menjadikan anaknya alim ulama dan ilmunya diberkahi Allah subhanahu Wataala. Ibumu hanya bisa menitipkanmu kepada Gurumu yang ibu percayai. Agar ia mengajarkanmu bagimana cara berbakti kepada orang tuamu kelak. Agar, ketika dimasa tuaku nanti aku tak perlu khawatir lagi dengan siapa aku menghabiskan sisa hidupku. Siapa lagi jika bukan dengan engkau buah hatiku.
Engkau sang buah hati. Sebab setelah kehadiranmu, pahitnya kehidupan ini tak berarti lagi . Sebab engkaulah penawar pahitnya kehidupan ini.
Selamat berbahagia wahai buah hatiku. Terimakasih sudah hadir di kehidupanku.
Inframe : Rakha Abiyu Hidayat.
(Santri MTQ Al Ghuroba )














