About Noir and Why I Like It
Noir sebenarnya bukan judul anime baru. Anime ini tayang di tahun 2001 dan merupakan karya pertama Bee Train dari trilogi girls-with-guns mereka, sebelum Madlax dan El Cazador de la Bruja. Banyak orang yang mendapuk anime ini sebagai anime yang legend dan tidak akan lekang waktu. Aku sendiri sebenarnya sudah kenal anime ini dari SMP. Tapi baru-baru ini aku nonton anime ini secara maraton, dan lama-lama aku sadar mengapa banyak orang menganggap anime ini sulit dilupakan.
Noir merupakan kisah tentang duo pembunuh bayaran Mireille Bouquet dan Kirika Yuumura. Suatu hari, Mireille dikirimi surel oleh Kirika yang waktu itu belum ia kenal. Terusik dengan isi surel misterius itu, ia menyambangi Kirika di Jepang. Rupanya Kirika ingin minta tolong pada Mireille untuk membantu mencari jati dirinya. Singkat cerita, Kirika tidak ingat apa-apa soal masa lalunya. Satu-satunya petunjuk yang ia miliki adalah sebuah jam saku warna perak. Begitu Mireille mendengar melodi dari jam saku itu, tiba-tiba ia malah teringat pada masa lalunya yang pahit. Mireille akhirnya bersedia membantu Kirika, meski setelah semuanya selesai, ia bersumpah untuk membunuhnya. Mereka berdua akhirnya bekerja sama sebagai duo pembunuh bayaran dengan nama Noir. Seiring waktu, mereka sadar bahwa musuh mereka adalah Les Soldats, yaitu organisasi rahasia yang ternyata berkaitan dengan masa lalu mereka juga.
Oke, mengapa Noir dianggap sebagai salah satu anime legend? Aku sadar bahwa Noir ternyata menghadirkan sesuatu yang mulai hilang dari sebagian besar anime zaman sekarang: kesederhanaan. Karakternya tidak banyak, cerita tidak bertele-tele, adegan aksi realistis dan tidak kebanyakan gaya, dan pemenggalan episodenya pas: suatu episode penuh aksi, tapi suatu episode sangat emosional. Penggambaran latarnya realistis dan sesuai kenyataan. Tidak ada gimmick yang kelewat tidak penting seperti senjata super canggih, adegan aksi super keren sekaligus tidak masuk akal, plot twist yang ‘maksa’; apalagi fanservice dan plot armor. Penonton sudah cukup dibuat jatuh cinta dengan Mireille dan Kirika yang hanya berbekal pistol saja (bonus Chloe dengan bakat lempar pisaunya).
Satu hal lain yang selalu dikenang orang adalah musiknya. Musik latar Noir digarap oleh Yuki Kajiura, dan para pecinta anime pasti tahu siapa dia. Tapi bisa dibilang karya Kajiura kali ini sangat berkesan. Dua buah musik yang sering diputar, Canta Per Me dan Salva Nos, hingga kini masih merupakan lagu yang masih disukai orang sampai sekarang. Bahkan ketika mendengar lagu ini, orang sudah bisa menebak apa yang terjadi: Canta Per Me sering diputar pada adegan-adegan yang ‘berkaitan dengan takdir’ seperti saat Mireille dan Kirika pertama kali bertemu atau saat membahas masa lalu mereka. Kalau orang sudah mendengar Salva Nos, pasti bisa ditebak akan ada adegan baku tembak yang ditunggu-tunggu. Jika Salva Nos dinyanyikan tanpa musik dan hanya vokal, pasti muncul di adegan yang sangat emosional dan membawa firasat tidak bagus. Menurutku pribadi, tidak banyak anime yang digarap Kajiura yang benar-benar berkesan, seperti serial .hack//, My-Hime, Tsubasa Chronicle, dan Madoka Magica.
Biarpun Noir dianggap sebagai mahakarya, namun bukan berarti Noir murni tanpa cacat. Satu hal yang sangat mencolok dari Noir adalah terlalu sering adegan flashback yang diulang-ulang, bahkan dengan musik dan posisi yang sama persis. Siapa di sini yang bosan dengan adegan Mireille kecil melongo di depan mayat-mayat, yang kerap kali muncul di hampir semua episode? Bahkan adegan flashback dari 1-2 episode sebelumnya seperti dicopas begitu saja dalam suatu episode. Canta Per Me dan Salva Nos yang kerap diputar berkali-kali menurutku juga agak membosankan. Tapi kuduga, hal ini dilakukan mungkin karena biaya produksi anime ini rendah. Maklum, Bee Train sebenarnya bukan studio besar. Aku pernah membaca bahwa Bee Train sebenarnya seperti sebuah kolektif para animator muda untuk berkarya. Tapi kualitas Bee Train sebagai produsen anime action hingga kini masih tak diragukan, bahkan setara dengan studio besar.
Akhir kata, mengapa pembaca harus menonton Noir? Di antara gempuran sebagian besar anime yang lebih sibuk menjual karakter lewat fanservice dan gimmick lainnya, Noir terasa seperti sebuah oasis. Noir terasa seimbang: mulai dari tokoh, alur cerita, latar, adegan aksi, musik, dll.; semuanya mendapat porsi yang sama rata. Tidak perlu senjata dan dada besar, Mireille dan Kirika sudah bersinar dengan apa yang benar-benar mereka miliki.
NB: nggak penting sih, tapi entah kenapa aku suka sama suara pistol di Noir. Rasanya kayak benar-benar nyata gitu, nggak kedengaran malah kayak laser gun yang bohong-bohongan. Pasti studionya nge-sampling dari suara pistol langsung wkwkwkwk