Inley... Inley... Inley, Pagi Tiba
Jika hampir seluruh daratan Myanmar disuguhi dengan candi dan pagoda, memasuki kawasan Inle Lake (Inley) serupa berjumpa oase. Berada di wilayah Nyaunghwe, Inle Lake menyuguhkan alternatif pemandangan lain dari Myanmar. Udara dingin, hijau, para nelayan, hiruk pikuk diatas hamparan danau dan ketenangan.
Ditempuh sekitar 7-8 jam dari Nyang-U, Bagan atau 11-12 jam dari pusat Yangon dengan menggunakan bus. Meski belum memiliki fasilitas terbaik: banyak bangunan usang, jalanan berdebu, kendaraan tua dan cenderung hening di malam hari, tempat ini masih menjadi daftar wajib bagi para pelancong. Seperti sebelumnya, akan banyak menemui masyarakat di sekitar Inle Lake yang jujur dan sederhana.
Malam hari bus berangkat dari Bagan hingga jelang fajar mogok selama 3 jam di daerah entah-berantah-dimana, sebelum memasuki daerah Kalaw. Jalan membentang panjang ditengah hutan hijau, mirip jika kita pernah melewati Jalan Nasional Trans Timor. Hanya saja ini versi belum rapih, beberapa kali melihat bekas-bekas tanah longsor, berlubang sepanjang jalan.
Meski sempat mogok, bus tiba di Nyaungshwe terlalu pagi untuk jam check in. Sekitar pukul 09.00 waktu setempat, rupanya pihak hotel memperbolehkan check in tanpa perlu ribet ini itu. Lalu, tiba-tiba listrik padam total hingga jelang sore. Ternyata listrik padam lazim terjadi hampir di seluruh wilayah Myanmar, bahkan Yangon sekalipun.
Oh ya, sebelum memasuki wilayah Nyaungshwe akan ada pos membayar semacam 'entrance fee' hanya untuk turis asing sebesar 15.000 kyat atau sekitar 150.000 rupiah per orang. Jika beruntung kita akan dikira warga lokal, terlewati begitu saja oleh petugasnya.
Menghabiskan waktu keliling kawasan Inle Lake bisa menysewa sepada dengan harga 20.000 rupiah perhari sepuasnya. Daratan Inle Lake tidak terlalu luas, sekitar 15 menit sudah bisa tamat mengelilingi. Tak lama berkeliling, bertemu satu masjid cukup besar di dekat gapura masuk Nyaungshwe sebelah kanan jalan tengah kota.
Bagian terbaik dari tempat ini bisa dimulai pagi hari dengan boat trip di dermaga menuju tengah Inle Lake. Danau ini memiliki luas sekitar 44,9 miles persegi. Boat trip menggunakan kepal motor milik warga sekitar dan mengelilingi area danau bisa ditempuh sekitar 4-6 jam tergantung permintaan dari penyewa. Tarif sewa kapal hanya sekitar 150.000 rupiah, bahkan meski saya hanya sendiri dalam satu kapal. Cukup murah kan?
Para nelayan yang legendaris di sampul Lonely Planet akan di jumpai ketika perjalanan boat trip, warga lokal yang membawa tomat, sayuran dan keperluan lainnya dengan kapal motor. Mirip seperti di Banjarmasin. Ada 'garden floating', pengrajin batu, pemukiman mengapung, wanita berleher panjang, pembuatan kain dari lotus dan beberapa pemandangan lain serupa âoaseâ di Myanmar bisa kita jumpai disini.
by Nacota Yeshida Sapahuma
Oktober - November 2018
IG: @nacotayeshida













