Menemukan kalimat indah dari Syekh Said Ramadhan Al-Buthi: "Sekalipun kau tidak disukai, kau hanya tidak disukai oleh manusia, lantas kenapa kau harus menderita? Sekalipun engkau dicintai, kau hanya dicintai oleh manusia, lantas mengapa kau harus sangat bangga?"
Maka cobalah menelisik hatimu kembali, lalu bisikkan pada jiwamu: "Wahai diriku, orang yang tidak menyukaimu itu hanya manusia—yang juga pernah lelah, juga luput pada prasangka. Esok ia bisa lupa, lusa ia bisa berubah, atau mungkin ia sendiri sedang terluka. Kenapa kau biarkan hujan kesedihan turun terlalu lama di rumah hatimu hanya karena tatapannya yang dingin? Dan ketika engkau dipuji dan dicinta, ingatlah mereka juga manusia; yang nafasnya pendek; ingatannya mudah kabur; dan cinta mereka bisa pudar sebelum matahari terbenam. Pujian mereka selembut kapas, tapi bisa terbang ditiup angin. Maka jangan kau jadikan suka dan benci mereka sebagai takdirmu; cukup jadikan hatimu seperti danau yang dalam nan tenang—riak dari batu yang dilempar manusia akan reda dengan sendirinya, karena dasarmu bukan di tangan mereka, melainkan di pangkuan Yang Maha Kekal. Cukup tersenyumlah, lalu kembalilah berjalan menuju Tuhan yang tak pernah lupa padamu."
Ponorogo, 12 Juni 2026. Hamba yang (semoga) selalu menjaga jalan pulangnya.
















