âDunia yang Tak Dicintaiâ
Barangkali ada jiwa yang sejak awal memang tak pernah akrab dengan dunia,
Bukan karena langitnya kurang biru, atau mataharinya enggan menghangatkan pagi. Melainkan karena dunia terlalu pandai menyimpan sesak di balik hal-hal yang tampak baik² saja,
Di setiap sudutnya selalu ada kehilangan yang datang tanpa aba-aba, harapan yang patah sebelum sempat tumbuh, dan manusia² yang saling melukai sambil berpura-pura sedang mencintai,
Barangkali sebab itu, dunia tak pernah menjadi tempat yang ingin dipeluk. Ia lebih menyerupai ruang tunggu yang dipenuhi gema kesedihan, tempat setiap langkah meninggalkan bekas, dan setiap perjumpaan diam-diam sedang menuju perpisahan,
Bukan membenci kehidupan, hanya tak pernah berhasil jatuh cinta pada dunia. Terlalu banyak luka yang diwariskan dari satu musim ke musim lainnya, seolah nestapa adalah bahasa yang paling fasih diucapkannya,
Mungkin memang demikian hakikatnya. Dunia tidak diciptakan untuk membuat setiap jiwa merasa utuh. Ia hanya persinggahan yang mengajarkan bahwa yang abadi bukanlah kebahagiaan, melainkan perjalanan menuju tempat yang benar-benar disebut pulang..













