Lempar Jumrahmu!
Pernahkah kita merenungkan salah satu ritual dalam ibadah haji, yaitu melempar jumrah? Pernahkah kita bertanya, mengapa Allah memerintahkan kita melempar setan hanya dengan menggunakan kerikil kecil? Bukan dengan batu besar, bukan dengan tombak, bukan dengan pedang.
Mengapa hanya kerikil?
Jawabannya telah Allah abadikan di dalam Al-Qur'an:
"Sesungguhnya tipu daya setan itu adalah lemah." (QS. An-Nisa: 76)
Allah ingin menunjukkan kepada kita bahwa setan itu sejatinya makhluk yang lemah. Strateginya rapuh. Kekuatannya kecil, sekecil kerikil. Kuncinya cuma satu: cukup kita tahu posisi kita dengannya, yaitu sebagai musuh abadi. Selama kita menempatkan setan sebagai musuh dan tidak menjadikannya teman dalam kelalaian, maka Allah pasti akan memberikan kemenangan dan perlindungan kepada kita.
Lalu, kalau tipu daya setan itu lemah, kenapa hari ini ketakutan kita akan masa depan terasa begitu besar? Kenapa keraguan untuk melangkah, memulai hal baru, atau mengambil keputusan besar terasa begitu berat? Kenapa godaan untuk menyerah pada keadaan atau mencari jalan pintas yang tidak rida-Nya terasa begitu sulit untuk diputuskan?
Bukan karena setannya yang bertambah kuat... Tapi karena kita yang tanpa sadar sedang mengecilkan posisi Allah di dalam hati kita.
Ketika kita membesarkan ketakutan kita, membesarkan keraguan kita, secara tidak langsung kita sedang mengecilkan kemahakuasaan Allah.














