Karyawan Senior, Mental Fresh Grad, dan Tekanan Hidup ala Sinematik
Aku makin sadar, dunia kerja itu penuh misteri.
Salah satu misterinya adalah:
Mengapa ada orang yang sudah kerja 5 tahun, tapi mentalitasnya masih kayak baru masuk 5 bulan?
Jadi bayangin ada seorang karyawan yang sudah malang-melintang setengah dekade.
Setengah dekade tuh lama lho…
Selama itu:
– dinosaurus nggak balik-balik
– cicilan motor bisa lunas
– skripsi bisa 3x ganti judul
TAPI…
mental kerjanya masih soft launching.
Karena, setiap minggu pertanyaannya ya itu-itu aja:
“Gaji naik kapan ya?”
“Aku kapan jadi pegawai tetap?”
“Terus tunjanganku apa aja?”
“Terus akuuu… gimana?”
Sampai aku mikir:
Ini orang kerja atau main UNO “reverse-reverse-reverse”?
Karena yang diulang cuma itu doang.
Tapi ya sudahlah… mungkin hidupnya penuh tekanan.
Kadang aku mikir juga,
jangan-jangan dia itu bukan “gaji oriented”,
tapi hidup oriented.
Tekanan hidup sekarang tuh real banget, bro n sis:
– harga cabai bikin langsung insaf
– biaya hidup meroket
– temen-temen di Instagram tiba-tiba beli rumah
– tetangga nyinyir: “Kapan mapan?”
– keluarga nanya: “Kerja enak nggak? Gaji cukup?”
– society nuntut: “25 harus sukses, 26 harus kaya, 27 harus nikah, 28 harus punya anak, 29 harus bijak, 30 harus kaya spiritual, duniawi, dan batiniah”
Jadi wajar sih kalau dia sedikit-sedikit nanya gaji.
Bagi dia mungkin itu bukan sekadar angka, tapi:
tiket kebebasan dari omelan semesta.
Karena vibe-nya kayak gini:
Kerja 5 tahun → masih nanya hal-hal basic
Kerja rutin → tapi mentalnya loading 65%
Kerja lama → tapi skill terbesar: menanyakan gaji dengan berbagai gaya bahasa
Kalau dibuat film, judulnya mungkin:
“Lima Tahun Bekerja, Namun Hatiku Tetap Seperti Fresh Graduate.”
atau
“The Salary Awakens.”
Atau kalau versi drama Korea:
“Descendants of Gaji.”
Temen-temen lain di kantor udah level 15:
– bisa multitasking
– bisa negosiasi
– bisa handle drama karyawan
– bisa edit Excel tanpa mau menangis
Dia masih level 3:
– gaji kapan naik
– status kapan berubah
– masa depan kapan cerah
Kayak main game tapi tutorial nggak pernah selesai-selesai.
NPC aja udah bosan kasih instruksi.
Yang penting sekarang aku sadar:
Di balik orang yang sering nanya gaji…
ada probabilitas besar bahwa hidupnya lagi stres berat.
Dan kalau dipikir-pikir…
lebih baik dia nanya gaji terus
daripada nanya kapan mantan balik.
Itu lebih bahaya.
Kadang kita ketawa bukan karena lucu,
tapi karena hidup ini penuh tekanan
dan gaji tanggal 1 kadang cuma lewat doang.