SEKARANG, AKU DI MASA DEPAN
Mencoba kembali memutar waktu 5, 10, 15 tahun yang lalu. Masa di mana udara masih terasa lapang dan segarnya masih bisa merasuk ke aliran darah dan tulang. Mendamaikan jiwa, meluruhkan kekejaman nafsu dan mengembalikan hidup ini menjadi untuk menjadi insan yang sesuai dengan fitrahnya.
Namun, itu dulu. Aku mudah mencuci segala kekotoran itu, namun sekarang semuanya terlalu abu-abu. Aku hampa, susah membedakan mana yang benar-benar putih dan mana yang hitam. Terlalu banyak yang bertopeng dan mengatakan yang tidak diyakini. Aku tidak bisa percaya ini. Aku takut salah menerka dan berprasangka pada mereka yang benar-benar baik hatinya.
Aku tidak tau, harus percaya pada siapa. Percaya bukan hanya sekedar percaya. Ataukah kini aku yang terlalu berharap pada uluran tangan manusia dan validasi, yang semakin menjadikanku manusia lemah dan tak mengenal nilai positif diri ini.
Aku terlalu mendengar banyak kata orang. Aku susah mendengarkan diriku sendiri. Memang benar. aku ingin diriku merdeka, tapi kejahatan masih nyata kulakukan untuk diriku sendiri. Aku ingin yang lain bahagia dan tidak khawatir dengan masalah apa yang dan menghalang. Namun, aku membiarkan aku sendiri berjalan lambat dan tertinggal. Aku takut melangkah dan membuat perubahan besar yang aku cita-citakan. Aku terlalu banyak menyokong yang lain, dan langkahku semakin surut karena ku merasa aku tidak sebagus itu. Aku sedih.
Di mana lagi aku bisa menemukan diriku yang dulu, yang selalu percaya diri dan pantang menyerah. Bantu aku menemukan diriku. Ini bukan masa depan yang aku impikan. Lalu, apakah semua ini bentuk ujian yang harus aku selesaikan di masa ini? Aku takut, terlalu terlena dengan dunia fana ini, sementara aku belum siap menghadapi mati.
Minggu, 3/8/2025









