Abadi dalam Goresan Tinta
Kamu tidak akan pernah mati dalam tulisanku.
Di dalam ceritaku, ku kan menjadikanmu abadi.
Meskipun nyatanya kamu tak lagi bersemayam dihidupku.
Setidaknya, jika ingatan ini telah menjadi lupa akan sosokmu,
Aku akan selalu menemukanmu kembali di setiap tulisanku.
Izinkan aku mengenang hal-hal yang pernah meninggalkan jejak di memori dan perasaan ini.
Terima kasih telah menumbuhkan perasaan berbunga itu walau tak selamanya.
Aku akan menyimpan perasaan itu lagi dengan rapi,
Di sudut ruang hati yang paling tersembunyi untuk ditemukan seseorang lagi.
—annisariks












