Jangan sampai mata ini menangis-nangis meminta dunia, tapi tidak pernah menangis-nangis meminta ampunan dosa
seen from United States
seen from United States

seen from Netherlands

seen from Switzerland

seen from Russia
seen from United States
seen from China
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from France

seen from United States

seen from Switzerland

seen from Spain

seen from Germany

seen from United States
seen from United Kingdom
Jangan sampai mata ini menangis-nangis meminta dunia, tapi tidak pernah menangis-nangis meminta ampunan dosa

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Betul. Seandainya menangis dapat menyembuhkan segala sakit oleh luka.
Pasti orang orang akan sering menangis sepanjang hidupnya.
Sayangnya, menangis tidak pernah mampu menyembuhkan segala sakit.
Menangis hanya mampu memberikan rasa lega pada dirimu.
Tidak heran banyak orang tidak berani lagi untuk mencoba memulai dari apa yang pernah membuatnya terluka.
Menangislah jika itu bisa membuatmu tenang. Jangan ditahan. Tidak apa apa, bersedih itu hal yg wajar untuk kita yg hanya manusia biasa..
Maha baiknya Allah yang mempergilirkan sedih dan bahagia. Dan diantara keduanya tidak ada yang buruk, keduanya datang dari Sang Pemberi Terbaik. Seperti dalam [QS An-Najm : 43] :
"Dan bahwasanya Dia (Allah) yang menjadikan seseorang tertawa dan menangis"
Tertawa itu tidak selamanya dan menangis pun tidak selamanya. Seluruhnya ada masanya. Maka tugas kita adalah menemukan hikmah di antara keduanya. Karena dari hal yang menurut kita paling buruk sekalipun, ada sesuatu yg besar yg hendak Allah belajarkan untuk diri kita jika kita mau memahami.
menangis di-28
sekali lagi, dunia berputar dan mengulang keheningan yang sama. di antara riuh tepuk tangan dan bising mulut berbicara, aku masih mencari-cari hal yang belum benar-benar aku ketahui. langit mengubah dirinya menjadi abu-abu sepanjang minggu, udara kian hari kian menggigilkan tubuhnya dan tubuhku di jam-jam genting. kepalaku terbakar meski cuaca mendung seharian, aku bersembunyi di dalam kamar dan memaki.
hari ini, 6 november datang lagi. aku masih saja mengutuk sedih sepi ini sendirian. rintik di dalam dada berubah menjadi badai yang tidak terkendali, aku masih saja tidak mampu mengenali segala yang ada di dalam tubuhku. satu-satunya yang aku ingat adalah lebam yang tak kunjung usai. waktu berlari memburu jatah hidupku atau hidup orang tuaku. sementara, aku masih saja menangisi hal-hal kecil di dunia yang melambat.
banyak harap yang mengambang di dahiku. satu persatu aku beri aamiin panjang tanpa henti. sudah sejauh ini, semoga selalu dikuatkan.
hbd btw.
bdg, 6 nov 24.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
setiap teringat hal kecil tentang mu saja aku sedih, apalagi teringat banyak hal tentang mu, aku bisa menangis. apakah aku cengeng?
Can you list kenwa's type even though it's unrealistic? If that's alr with you, cause I'm curious Abt it
Please don't hate me (a/n: this is actually what he say he's probably not gonna end up with someone like this because lmao? Just imagine one of his friends ask him this and this is his answer)
Kenwa like submissive and obedient woman, someone who will stay loyal to him because he's pretty sure will stay loyal to her.
He like black hair girl or blonde hair girl no in between, someone look slim but have a cake (oh god–)
He want someone who have a sharp gaze because someone with sharp gaze/glare probably have a soft spot for him
Probably someone weaker from him? His ideal woman is probably like any other man that want a women who cook and clean (slap him if u want)
Unlike his brother he like someone who's the same age or older since he find a young partner will be bothersome
So yeah it's actually not unrealistic it's just unreasonable lmao
Menangis
Menulis tulisan ini sebenarnya cukup menantang karena aku tidak terlalu menyukai kata menangis. Bagiku, menangis memiliki makna yang negatif, meskipun tidak selalu seperti itu. Karena itulah aku berkali-kali mengubah outline tulisan ini.
Awalnya, aku mau menulis tentang hal-hal yang serius seperti mental health issue, lalu berubah menjadi penyakit hati, hingga sempat hampir menulis topik yang membahas perbedaan antara jiwa dan ruh.
Namun, semua ide-ide itu urung aku selesaikan. Semuanya masih mentah dan mendadak semakin mentah setelah aku mengobrol dengan dia yang di warung kopi.
Singkat saja, tidak sampai satu jam obrolan kami kali ini. Meski begitu, hanya dengan satu kalimat darinya, tulisan ini bisa mengalir dengan mudah menjadi rangkaian paragraf yang terdiri dari ratusan kata yang saat ini kamu nikmati. Ya, semoga kamu bisa benar-benar menikmatinya.
Tema tulisan kali ini sebenarnya bukan tentang menangis, tapi tentang kata sakit. Aku mengaitkan kata sakit dengan menangis karena ingatanku lebih lekat pada tangisan sedih dibanding tangisan yang mengharu-biru.
Ibukku pernah bilang bahwa luka fisik itu bisa membuat seseorang berdarah, tapi berbeda dengan luka batin yang akan menghasilkan air mata. Aku setuju dengannya. Dan di sinilah aku dengan darah bening bernama air mata.
Selama ini, biasanya dia yang di warung kopi yang meminta waktuku untuk bicara lewat telepon, tapi kemarin berbeda. Aku yang meminta waktunya terlebih dahulu karena memang kali ini aku yang punya serentetan pertanyaan. Termasuk mau memastikan kabarnya selepas kepergianku beberapa waktu lalu.
Segala puji hanya bagi Allah, ternyata dia sudah lebih baik dengan rencana-rencana masa depan yang menurutku sangat layak untuk dicoba. Walau perbaikan yang dia usahakan masih berbanding terbalik dengan kondisi hubungannya bersama orang masa lalu yang semakin rumit saja.
Serumit isi kepalaku saat mengobrol dengannya kali ini. Karena sudah berjanji pada diri sendiri bahwa aku akan mengosongkan ekspektasi saat bicara dengannya, aku jadi sangat berhati-hati. Tidak seperti biasanya yang sebebas merpati menanyakan apapun yang aku mau sesuka hati.
Dan sampailah aku pada satu pertanyaan,
"Kenapa sih, Bro, lo yakin banget bahwa gak ada perempuan lain yang lebih baik daripada orang yang di masa lalu?"
"Ini semua karena gue udah sayang, Bid. Kalau dibilang lebih baik mungkin ada, pasti ada. Orang yang misalnya kelebihannya tujuh, tapi kekurangannya cuma tiga. Tapi ini bukan soal logika aja,"
Sebenarnya kalimat-kalimat setelahnya tidak begitu aku perhatikan. Aku sudah terpaku pada kalimat pertamanya. "Oh, jadi masih sayang," begitu pikirku. Entah, apakah aku layak untuk merasa sakit di dalam rongga dadaku saat memikirkannya.
Aku pun segera mengambil alih isi kepalaku dan melanjutkan obrolan hingga akhir.
Sampai di titik ini, aku belum menangis.
Di waktu yang bersamaan, seorang teman yang serupa tapi tak sama denganku dalam hal proses pencarian, mengirimkan undangan pernikahan digitalnya. Tersenyum aku dibuatnya. Doa-doa terbaik aku sampaikan padanya dan semoga melangit tinggi. Dia membalas pesanku dengan doa yang tidak kalah indah.
Sebagaimana pemaknaan pesan doa dalam undangan. Semoga kelak Allah pertemukan Abidah dengan calon suami yang shalih, mendekatkan diri pada Allah, dan bisa memperluas manfaat. Aamiin.
Doa yang hanya bisa aku amini saja, tidak dengan embel-embel penuh semangat seperti biasanya. Aku masih bingung dengan isi kepalaku, terutama dengan rasa aneh yang ada di rongga dadaku saat ini.
Sampai akhirnya aku membaca sebuah kutipan yang tertulis di undangan digitalnya. Tanpa diminta, air mata pun jatuh begitu saja saat aku membacanya.
Allah itu baik, sangat baik, Maha Baik. Maka sungguh, tak ada takdir buruk bagi setiap hamba-Nya. Termasuk mempertemukan sepasang hamba-Nya. Tak ada kata terlambat atau terlalu cepat. Semua ada saatnya. Tugas kita adalah menjaga prasangka baik pada-Nya. Insight dari buku Teropong Waktu.
Bagaimana aku tidak menangis?
Perasaan aneh yang muncul dalam rongga dadaku pun pemberian Allah, bukan? Dia Maha Tahu apa yang aku rasakan saat ini, apa yang aku bingungkan. Dia Maha Kuasa membolak-balikkan hati sesuai kehendak-Nya. Dia Maha Penyayang yang sangat lebih dari cukup sebagai pelindung dari kesedihan dan kekecewaan yang tidak perlu.
Jadi, setidakjelas apapun yang aku rasakan saat ini. Seberantakan apapun isi kepalaku. Serumit apapun kisahku dalam mencari yang ke-12. Tugasku cuma satu, berprasangka baik pada Allah.
Itu semua cukup, insha Allah. Cukup bagiku Allah. Allah Yang Maha Baik.
Dan di titik ini, aku menangis.
Entah karena rasa sakit atau rasa haru. Atau mungkin keduanya.