Tumbuh 🍂 . . . . #tumbuh #rumah #pulang #foto (di Kudus kota Kretek) https://www.instagram.com/p/CYyWaYRhK7X/?utm_medium=tumblr
Sweet Seals For You, Always

⁂
Misplaced Lens Cap
d e v o n
Jules of Nature
wallacepolsom
DEAR READER
occasionally subtle
hello vonnie
Game of Thrones Daily
Show & Tell

Origami Around
PUT YOUR BEARD IN MY MOUTH
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

izzy's playlists!
Lint Roller? I Barely Know Her

Discoholic 🪩
will byers stan first human second

blake kathryn
seen from Belgium
seen from Indonesia
seen from United States
seen from Norway

seen from Italy
seen from United States

seen from United States

seen from Netherlands

seen from Australia
seen from Norway
seen from United Kingdom

seen from Türkiye

seen from France

seen from Germany
seen from Egypt
seen from United States
seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
@anggiiaaa
Tumbuh 🍂 . . . . #tumbuh #rumah #pulang #foto (di Kudus kota Kretek) https://www.instagram.com/p/CYyWaYRhK7X/?utm_medium=tumblr

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Bukan tidak mungkin, hanya saja belum waktunya. . . . . #beach #sea #photography #kuat #pantai #laut #jepara #kudus (di Pantai Empurancak, Mlonggo) https://www.instagram.com/p/CYxPFaJB7d1/?utm_medium=tumblr
Khawatirmu Tentang Masa Depan
@edgarhamas
Jujur saja, sebenarnya apa hal yang lebih membuatmu khawatir dibanding ketakutanmu pada masa depan?
Itulah yang membuat manusia yang kamu lihat —dan barangkali kita sendiri— belajar mati-matian demi ijazah, katanya agar di ‘hari depan’ diterima di universitas ternama. Sibuk kuliah dan ingin cepat lulus, demi ‘masa depan’ yang cerah di perusahaan besar. Kerja lembur bagai kuda dengan misi menciptakan 'masa depan’ karir yang gemilang.
Kekhawatiran kita akan masa depan itu seperti kita berlari mengejar bayang-bayang kita sendiri. Tak pernah berakhir, dan selalu membuat hati gelisah. Menghidupkan hari ini demi esok hari. Sebuah cara hidup paling menyiksa yang pernah ada. Dibayang-bayangi esok akan jadi apa dan akan makan apa. Cara pandang seperti itulah yang melahirkan hamba dunia.
Untungnya, kita punya iman. Dengan iman, kita seperti punya obor yang menuntun kita menyusuri hari-hari ke depan yang gelap temaram. Iman membuat kita tahu bahwa selalu ada jalan bagi mereka yang yakin bahwa segala sesuatu —rizki, cinta dan pencapaian hidup— ada di tangan Allah. Maka mereka tenang, namun tak juga berpaku tangan. Mereka tenteram, tapi justru berkarya makin melesat!
Perkara rezeki dan karunia di esok hari, Allah bilang padamu dengan terang, “Kamilah yang membagi-bagi penghidupan mereka dalam kehidupan dunia” (Az Zukhruf 32) Semua sudah ada jatahnya, sudah ada pembagian seadil-adilnya.
Allah tak pinta kita untuk sibuk menghabiskan waktu demi karir. Justru Allah ingin karir kita hidup untuk menyelamatkan waktu kita yang sempit ini; menghidupkannya menjadi ibadah yang bernilai berat di timbangan akhirat.
Bahkan sejatinya, kerja kita, belajar kita, kegiatan kita, koneksi yang kita bangun, relasi yang kita kumpulkan; hakikatnya bukan untuk mencari penghidupan, tapi untuk bersyukur pada Allah. Unik kan? Kerja bukan demi rezeki, tapi sebagai tanda syukur.
Tapi memang begitulah aslinya. Dan itulah yang Allah ajarkan pada Nabi Daud dan keluarganya, “Bekerjalah wahai keluarga Dawud untuk bersyukur kepada Allah. Dan sedikit sekali dari hamba-hamba-Ku yang bersyukur.” (Saba’ 13)
Dan kamu pasti tahu, keluarga Nabi Daud justru menjadi keluarga paling kaya sepanjang sejarah manusia. Ia menjadi raja dan anaknya menjadi raja. Bukan sembarang raja.
Yang kamu khawatirkan tentang masa depanmu, sudah Allah cover.
Bersyukurlah dengan menjalani hidup yang bermanfaat bagi dakwah dan umat, itulah cara kita mencover waktu menjadi bulir-bulir pahala yang berat di timbangan amal.
Orang bilang kehidupan itu berputar seperti roda. Bagiku, ia adalah garis lurus yang tak punya arah kembali. Seperti pengelana yang enggan memilih jalan pulang. Garis lurus itu adalah titik-titik yang tersusun; seperti satuan gambar dalam rol kamera. Bisa juga melengkung dan melintangi garis sebelumnya. Mereka adalah momen-momen kehidupan. Selesa waktu yang kita arungi tiap detiknya. Sementara cerdik cendekia masih menerka-menerka: apakah waktu itu nyata atau hanyalah ilusi? Postulat yang belum menemukan jawaban. Tapi, lagi-lagi, kita benar-benar dibatasi. Hidup kita hanyalah antara azan dan shalat. Tak lebih dari situ. Pertanyaannya, momen seperti apakah yang hendak kita rekam? https://www.instagram.com/p/CJNweCGFMp6/?igshid=1759c1d7rey99
apa yang sebenarnya kita cari di dunia ini?

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Gimana Rasanya?
Ibu selalu menjadi alarm terbaik. Hari ini aku sibuk dengan membalas pesan yang masuk sembari menulis tugas, siapa yang tidak senang dengan hasil usahanya? Siapa yang tidak merasa bangga dengan apa yang telah diusahakan?
Ibu berbeda, ibu yang tahu bahwa aku telah menerbitkan 1 buku ini dengan mudah dan singkatnya mengatakan "Mas, barokalloh bukunya jadi sama udah ke jual banyak. Umi cuma mau ngingetin mas jundi soal ikhlas aja. Apa yang mas jundi raih sekarang, kira-kira bikin mas jundi bangga besar hati dan merasa terkenal ga? Sayang-sayang mas kalo hasil jerih payahnya malah berubah jadi kaya gitu. Dirapihin lagi lo niatnya ya. Umi bangga kalo anak umi bisa ikhlas sama apa yang dikerjakannya".
Dia ibuku, wanita yang usianya tidaklah lagi muda tapi jiwa dan semangatnya masih muda, masih mau belajar dan sekolah lagi, masih mau perhatiin anak-anaknya yang semuanya sudah merantau dan belajar.
Alarm itu adalah ibu, aku akhirnya sadar bahwa niat itu harus dipertahankan. Hanya bisa menjawab "Tenang mi, mas jundi tetep anak umi yang gamau ngerasa besar sama tetap biasa aja mi. Makasih banyak miii".
Berapa banyak yang amalnya sia-sia hanya karena niat yang salah. Semua judul tulisan yang aku berikan dan tanda tangani selalu aku mulai dengan bismillah. Semoga niat menulis ini tetap terjaga, bahwa menulis hanya bagian dari jalan yang aku pilih bukan untuk orang lain, tapi untuk diri sendiri yang memang rapuh dan mudah rubuh.
Selamat bertumbuh, untuk diriku dan diri teman-teman semuanya.
@jndmmsyhd
Jatuh 🍁🍂
Aku berlarian pagi itu, terburu mengejar bus kota yang biasa kunaiki ke sekolah. Serius sekali. Hingga aku tak menyadari. Pagi itu, aku pergi untuk kembali.
Jutaan tawa dan luka yang pernah kita lalui, tak berbekas kini. Aku sengaja dibuat kagum dengan perasaan sendiri. Memikirkan kita yang bahkan tak kau sadari. Ternyata itu hanya ilusi diri.
Sesungguhnya aku menangis meratapi. Tapi, berpura-pura telah menjadi teman yang tidak pernah kuhindari. Sepi. Akhirnya aku terbangun dari mimpi- mimpi yang kuciptakan sendiri. Ah, diri ini.
Seberat apapun ujian, harus kita hadapi. Jangan pernah lari!
sumber @anggiiaaa
Karena yang baik belum tentu tepat. Yang datang belum tentu bersedia untuk tinggal. Yang meninggalkan belum tentu benar-benar pergi. Hanya satu orang yang benar-benar kita percaya yaitu diri kita sendiri.
El Isbat
Apa yang kamu ceritakan pada langit tidak akan pernah tersebar dan menjadi ejekan, berbeda saat kamu bercerita pada penduduk bumi yang ternyata rahasiamu malah tersebar bahkan sampai pada orang yang kamu tidak kenal. Begitu menenangkan apa-apa yang disampaikan dan diutarakan pada langit, sebab rahasiamu akan tersimpan hanya untukmu dan Dia.
Karena tidak semua yang diceritakan itu harus dibalas dengan jawaban, bahkan seringnya kamu hanya butuh untuk didengarkan saja bukan? Ketahuilah saat kamu bercerita pada langit, ia akan memeluk mimpi dan hatimu, ia akan memberikanmu ketenangan bahkan saat jawaban atas doamu belum datang.
Jangan pernah salah mencari sumber ketenangan dan jangan salah juga menaruh doa dan harapan.
@jndmmsyhd
Ini juga yang menjadi sebab kenapa saya menulis buku berjudul "Menenangkan Diri" yang akan rilis tanggal 5-25 November. Perihal seni mencari ketenangan, bukan hanya untuk dirimu saja tapi juga untuk orang sekitarmu. Soal ketenangan hati dan jiwa.
Teman-teman bisa mendapatkannya nanti di akun sosial media saya tumblr dan ig, juga pada ig Langitlangit.yk dan ig mas Kurniawan Gunadi.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Dimanakah Kita?
Hidup ini tak jauh dari kata memberi dan menerima, membantu dan dibantu. Saat kita dihadapkan pada keduanya, kira-kira apa yang akan kita pilih?
Nyatanya, ada tiga jenis manusia di bumi. Satu, orang yang selalu mengutamakan saudaranya terlebeih dahulu; mengalah untuk kepentingan oranglain. Satu lagi, orang yang ingin selalu sama, ingin mendapat hal yang sama dengan orang lain, saat orang lain mendapat hadiah, ia juga ingin mendapatkannnya. Adil katanya. Sedangkan jenis manusia yang terakhir adalah yang harus kita hindari; orang yang selalu ingin didahulukan oleh orang lain dan bukannya mendahulukan oranglain. Na’udzubillah, jangan sampai kita terjatuh.
Ayo bercermin! Kira-kira, kita jenis manusia yang mana?
Bermimpilah! jika itu baik, pasti Allah kabulkan
sumber @anggiiaaa
Jangan sampai kita mengeluh di setiap keadaan. Nikmati saja, pasti Allah kasih lebih :)
sumber @anggiiaaa
Semesta selalu punya cara untuk mematikan semangat manusia, tapi Dia juga dengan sengajanya selalu punya cara untuk membangkitkan semangat itu kembali membara.
- Sastrasa
Sayangku, ulama terdahulu semakin berilmu semakin ia ingin menghindari ketenaran, popularitas. Ingin berduaan saja dengan ilmu, dengan kitab kitabnya. Ingin mengajari murid murid khusus saja yang memang serius belajar, yang pada murid muridnya itu mereka tenteram untuk mewariskan ilmunya.
Jadi bila hari ini kamu masih menulis agar dikenal orang. Tujuannya agar bukumu best seller, agar tulisanmu dilike, direspon, direblog banyak orang. Supaya subscribermu banyak, kelak bila memang rezeki pemahaman itu milikmu maka akan kamu dapati pemahaman bahwa 'tidaklah tulus kepada Allah, orang yang mencintai ketenaran' ah, itu bukan kataku itu kata ibrahim bin adham dalam hilyatul auliya.
Menulislah, berbicaralah, mengajaklah, belajarlah dalam kerangka ketulusanmu sebagai hamba yang memberikan terbaik pada Allah. Sebuah bentuk syukurmu karena telah menerima banyak kebaikan, sehingga kau ingin orang lain juga ikut mendapatkan kebaikannya. Berkaryalah, sebagai bentuk baktimu, sebagai bentuk kekagumanmu akan ilmu Allah yang begitu luas.
Sementara ketenaran yang datang, biarlah itu jadi sebentuk fasilitas yang Allah titipkan padamu agar kebermanfaatanmu dapat kamu sebarluaskan pada begitu banyak orang. Yang kelak kebaikannya akan kembali pula padamu.
Nabi dan rasul, para sahabat, dan para ulama adalah manusia manusia paling terkenal yang karya karyanya begitu berkah ribuan tahun telah berlalu kita masih mempelajarinya. Tapi mereka jelas, orang orang yang menghindari ketenaran. Namun cahaya jiwa mereka bak pelita, yang Allah pancarkan pada begitu banyak manusia :)

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
jangan sampai, hafalan qur’an jalan, maksiat juga jalan.
naudzubillaah
F.U.T.U.R
boleh berhenti kok, sebentar aja. muhasabah dulu, trus nyari inspirasi :) habis itu bangkit lagi. yakin deh, Ada Allah kok :))