
❣ Chile in a Photography ❣
TVSTRANGERTHINGS

titsay
hello vonnie

★
Sade Olutola

JVL
🪼
YOU ARE THE REASON
Alisa U Zemlji Chuda

Origami Around

Product Placement

Discoholic 🪩
Jules of Nature
2025 on Tumblr: Trends That Defined the Year

roma★
trying on a metaphor
we're not kids anymore.
Peter Solarz
seen from United States
seen from Ukraine
seen from United States
seen from Germany
seen from Kenya
seen from United States
seen from New Zealand
seen from United States

seen from Germany
seen from United States

seen from Malaysia
seen from United States

seen from United States

seen from Canada

seen from United States

seen from United States

seen from United States
seen from United States
seen from United States
seen from United States
@alizetia

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
waktu memang terkadang terasa melambat bagi seorang ibu :)
Nak, bila kelak dalam fase hidupmu kamu dapati masa masa sulit dan berat. Tanamkan dalam dirimu bahwa masa itu seperti kamu tengah memasuki sebuah sekolah, Allah hendak mengajarimu beberapa mata pelajaran yang sangat sulit. Maka, perhatikan baik baik hikmah yang kamu dapati, sekecil mungkin jangan terlewatkan. Sebab, masa itu akan menjadi bekalmu untuk naik kederajat berikutnya, ujian selanjutnya, untuk mengemban amanah amanah yang lebih besar. Bersabarlah, tabahlah, serta percayalah di tiap langkahmu ada Allah yang senantiasa menjagamu :)
Bismillah, tulisan ini tentu belum sempurna dalam membicarakan sesuatu yang begitu besar dan luas, disebabkan keterbatasan ilmu penulis, dan keterbatasan media yang dipilih untuk menyampaikannya. Sehingga banyak hal hal penting yang seharusnya juga masuk untuk dibahas mungkin luput untuk dimasukkan, dari itu apabila banyak kekurangan dalam tulisan ini semoga mafhum dan maklum adanya. Dan dg penuh kerendahan hati berharap semoga pesan sederhana ini sampai pada para ayah, para suami.
Semoga meski sedikit mampu mengobati para perempuan yang hari ini masih harus berjuang dengan beratnya tanggung jawab rumah tangga yang harus ditopang sendirian.
Semoga kelak akan senantiasa terwujud rumah tangga2 yang melindungi kaum perempuan, memberi kebaikan bagi kaum laki laki. Aamiin.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Sayang, orang yang kau lihat keras karakternya.. Bisa jadi bukan karena ia tak baik.. Melainkan karena telah dilewatinya kepahitan demi kepahitan yang satupun tak pernah diceritakannya atau dikeluhkannya. Di balik suara tegasnya, keputusan tanggapnya, kejujurannya yang lugas, yang bisa jadi tak begitu disenangi semua orang, ada air mata yang telah lama kering, ada sayatan demi sayatan di hatinya yang tinggal bekasnya saja.. :)
Ada satu hal berharga dalam hidup yang ku pelajari. Sulit rasanya berbahagia atas kebahagiaan orang lain, pada kondisi yang sedang serba kurang. Namun bila diri mampu melakukan hal itu, maka ia sungguh menang. Memenangkan hati untuk dipeluk kepada Sang ikhlas, atas segala takdir Allah yang belum. Namun, bila diri belum mampu melakukannya maka tak mengapa, sebab memang belajar bersama guru bernama ikhlas itu berat, bahkan terkadang perjalanannya terasa amat panjang. Semoga esok dan esoknya lagi sudah mampu melakukannya.
aku sudah terbiasa dengan hal hal yang mungkin membuat kecewa dari orang lain kemudian berdamai dengannya. Bahwa mendapati hal itu semua tentu atas izin Allah, bahwa manusia kelak dapat berubah, sebagaimana aku juga tentu berubah (semoga menjadi semakin baik). Hingga kemudian kekecewaan tak lagi menjadi rasa yang terlalu kuat di hati. Menjadi rasa yang hadir, lalu berlalu begitu saja.. seakan tidak terjadi apa apa..
JIKA ENGKAU INGIN MENGETAHUI SESEORANG..
Guru kami Syaikh Prof. DR. Sa'ad al-Khotslan hafidzahullah berkata:
• Jika kamu ingin mengetahui kualitas agama seseorang, maka lihatlah muamalah orang tersebut dengan orang lain dalam masalah harta.
• Jika kamu ingin mengetahui kualitas akal seseorang, maka lihatlah bagaimana cara dia berbicara dengan orang yang tidak sependapat dengannya dan apa yang dia lakukan saat marah.
• Jika kamu ingin mengetahui kualitas akhlak seseorang, maka lihatlah bagaimana cara dia memperlakukan para karyawan, bawahan, pembantu, dan fakir miskin.
Dulu, kalau ada teman yang misalkan kita curhat. Alih alih benar benar mendengarkan cerita kita, menanggapinya, memahami apa yang kita ceritakan, malah ikut curhat balik bahkan lebih panjang menunjukkan betapa lebih nya ia saat sebelumnya mengalami apa yang kita alami, tanpa mencoba memahami kondisi kita yang sedang curhat ini pada awalnya. Saat masih belum punya buntut, aku biasa saja. Cuma kadang terkekeh, ah dia memang begitu.. Lagipula biasanya yang seperti itu orangnya juga supel dan ramah, biasanya ya..
Sekarang, ketika yang dicurhatin atau yang ditanyain masalah anak. Terus nemu yang model begitu. Lalu sebagai ibu baru aku polos polos saja. Mengira aku ini kertas kosong dan mereka para suhu. Lalu tanpa menyadari bahwa tipe manusia dari dulu sama saja, komunitas ibu ibu pun begitu.. Dan satu waktu kuterapkanlah saran saran yang masuk untuk menyelesaikan masalahnya Malik (Jadi kepala malik beberapa waktu belakangan lagi dermatitis). Lalu ternyata alih alih sembuh, malah makin parah, karena para ibu itu menyarankan tanpa memberi tahu bahwa kondisi anaknya itu beda sama Malik. Rasanya si lumayan kesal.
Aku jadi belajar, ga semua orang memberikan saran itu benar benar untuk kebaikan dan memahami kondisi atau sudut pandang kita. Sering kali mereka cuma mau nunjukkin superioritas mereka saat dulunya mengalami hal yang sama dengan apa yang baru kita alami.
Dan yang tidak terlalu mengagetkan, setelah mendengarkan bahwa kita mengalami kegagalan karena mengikuti sarannya, mereka akan menceritakan betapa hebatnya mereka dalam menyelesaikan masalah kalau ada di posisi kita tidak seperti kita yang bisa bisanya membiarkan masalah kita semakin parah.
Rasanya seperti menjadi seorang junior yang salah diberi tips oleh seniornya untuk ngehadepin satu dosen. Saat dilakukan hasilnya malah kita tidak lulus, para senior akan geleng geleng sama kesalahan kita, sambil membanggakan betapa dahulu saat mereka jadi junior mereka hebat begini dan begitu. Tanpa menyadari bahwa ketidaklulusan kita ada andil dari kesalahannya dalam memberi informasi, selain tentunya andil terbesar adalah kebodohan kita yang menerima saja saran yang diberikan.

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Apakah melahirkan anak adalah bukti cinta istri pada suami ?
Yang nanya sampe lupa ini mestinya pernah nanya hehe.
Bukan, melahirkan anak bukan bukti cinta istri pada suami. Melahirkan anak adalah salah satu ((salah satu ya bukan satu satunya)) tujuan pernikahan dalam islam, tapi tidak wajib. Karena setiap manusia Allah uji dan Allah kasih kondisi yang berbeda. Kalau Allah tetapkan wajib, maka tentu ndak adil buat yang sulit/tidak bisa mendapatkan keturunan padahal kondisi tersebut juga Allah yang berikan.
Namun, karena melahirkan keturunan adalah salah satu tujuan dari pernikahan dalam islam. Maka, masing masing individu perlu untuk mengupayakannya. Sebagai bentuk adab, ibadah, dan ikhtiarnya pada Allah.. Jadi karena Allah.. Bukan karena suami, bukan karena panas denger kata keluarga besar, tetangga, atau teman. Allah ingin, kebaikan manusia terus langgeng, maka manusia perlu melanjutkan generasi :) pula perlu terus memperbaiki dirinya.. Karena bagaimana lampu bisa menyinari sebuah ruangan bila ia tak memiliki cahaya..
Kecewa kepada teman yang menikung pekerjaan
Iseng ngeliat kotak masuk, ternyata banyak pertanyaan dari jaman baheula teronggok hehe..
Jadi ingin bales pertanyaan ini,
Aku pernah berada di posisi ini, kayaknya pernah deh nulis juga buat proyeksiin perasaan diri di sini.. Buat inget dulu pernah merasa seperti itu. Karena jujur sekarang udah ga ada bekasnya.. Kayak ndak pernah terjadi. Yang aku inget masa itu aku si kecewa, sedih, ga nyangka.. Mungkin karena faktor yang melakukan hal tersebut, tapi udah lama juga aku memaafkannya. Karena memaafkan baik untuk diriku sendiri.
Pada saat itu justru aku menemukan momen dimana aku merenung apa yang paling berarti dri hidup setelah apa yang kita perjuangkan atau "miliki" diambil orang dengan menyalahi hak hak kita.
Karena pada dasarnya, semua kejadian itu ujian, semakin kita punya bekal ilmu untuk melewati ujian itu. Semakin bijak kita menghadapi hal hal yang kadang getir bahkan pahit.. Jadi Gak gampang spanneng-an ehe..
Generasi Kita yang Sungguh Aneh..
Sering kali kita membaca profil - profil menakjubkan di masa terdahulu, bahkan kadang terasa seperti mimpi. Kalau dibandingkan dengan diri ini sekarang. Profil - profil dari generasi yang apabila telah terucap lisannya laa ilaha illallahu... maka ia akan melesat jauh, beranjak dari kegelapan dan kejahiliahan menuju cahaya. Kalimat yang mampu memutus semua ikatan kecuali ikatan yang dilandaskan dengan aqidah, keimanan, rasa cinta karena Allah.
Sementara generasi kita saat ini, masih saja mampu mencintai mereka yang jelas - jelas tak mencintaiNya, ingkar padaNya, atau melanggar hak - hakNya. Menyembunyikan keridhoan diri atas maksiat - maksiat tersebut dengan dalih "toleransi" "kita berbeda dalam memilih dosa" "yaudah sih ga ngerugiin orang lain juga". Kita memang bukan hakim, tak layak kita memaki maki orang lain sementara kita saja masih penuh lumpur nan kotor. Namun bicara tentang penerimaan, bila kita tak ridho bahkan sangat marah pada mereka yang tak setia, ramai ramai diberitakan selingkuh dari pasangannya. Bagaimana mungkin kita ridho, pada mereka yang tak setia padaNya, bahkan bangga akan ketidaksetiaannya. Setidaknya mereka yang menangis diam diam kala malam karena aib aib dan kurangnya penghambaan yang dilakukannya, masih jauh lebih baik dan dicintaiNya daripada mereka yang berbangga atas maksiat yang dilakukannya. Yang lebih aneh lagi, yang membela dan bersepakat dengan mereka namun masih tak malu terhadap kalimat "tiada illah selainNya.." yang ia rapalkan..
Pernah ada usia usia dimana aku merasa harus menjelaskan diriku kepada orang yang salah memahami maksud baikku karena kurangnya ilmu atau dangkalnya cara berpikir mereka, berkomentar ini itu, bahkan menyebarkan isu yang jelas jelas miring (ghibah yang terselubung).
Setelah mengetahui hal itu fase berikutnya adalah fase penerimaan, terasa ada yang cekit cekit, sedih di dada, kenapa ya orang pada jahat jahat betul.
Ilmu bertambah, pemahaman membijak, kedewasaan berkembang.. Dan satu kalimat imam syafi'i di atas sungguh tepat. Masa masa muda dulu rasa sedih, tidak terima, atau merasa terdzalimi oleh beberapa hal yang dilakukan orang lain, bisa jadi karena tidak memahami kebaikan diri sendiri, tidak memahami karakter diri sendiri. Memangnya kenapa orang menilai ini itu yang bukan kita banget? Nilai diri kita ndak berkurang di mata Allah atau bahkan terusik.
Ketika kita kenal diri kita ndak begitu.. Kita akan tenang bahkan tak menganggapnya sama sekali. Atau ketika kita kenal jenis jenis emosi dan mengapa itu muncul ke permukaan perasaan kita. Kita akan lebih paham bagaimana untuk menanggulanginya :)
Bahagia itu sebuah bentuk kemampuan selain ia juga merupakan berkat dari Allah yang Maha Pengasih..
#catatanharian
Memory HP full karena video dan foto malik. Tergoda sekali untuk selalu share kelucuan dan perkembangannya, mana anaknya fotogenik. Mungkin gini rasanya orang tua kita dulu yang kerap kali nyeritain bangga soal anak anaknya. Bedanya masa sekarang para orang tua punya medsos.. Tapi di saat yg bersamaan senantiasa inget juga,
Dari Jabir bin Abdillah radhiallahu’anhu, Nabi Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:
أكثرُ مَن يموت بعدَ قضاءِ اللهِ وقَدَرِهِ بالعينِ
“Sebab paling banyak yang menyebabkan kematian pada umatku setelah takdir Allah adalah ain” (HR. Al Bazzar dalam Kasyful Astar [3/ 404], dihasankan oleh Al Albani dalam Shahih Al Jami’ no.1206).
Maka menjaganya dari ketikan tangan ibundanya dari medsos yang mungkin saja mengundang penyakit yang tidak diinginkan datang adalah ternyata bentuk perjuangan juga. Bila tak ada nilai dakwahnya, bila maslahatnya tak lebih besar untuk apa dilakukan ya kan sayang? :) #ngomongsamadirisendiri

Anya is live and ready to show you everything. Watch her strip, dance, and perform exclusive shows just for you. Interact in real-time and make your fantasies come true.
Free to watch • No registration required • HD streaming
Setiap kali aku merasakan kebahagiaan, kusisakan sebuah ruang di hatiku untuk mengingat bahwa ada mereka yang disaat bersamaan tengah kehilangan, tengah berjuang, tengah menelan pahitnya kegagalan. Sebab aku harus selalu menyadarkan diriku, bahwa dunia sungguh tak hanya berputar di sekelilingku. Agar suara kebahagiaanku senantiasa menjadi lantunan syukur, tak berubah menjadi panggung nyanyian riya nan melengking yang menganggu tafakur.
Waktu belum punya anak ketika aku cerita dan sharing tentang bagaimana aku menjalani kegiatan rumah tangga ada saja yang komen, "ya belum punya anak si, kalo udah punya anak beda." Sekarang cerita lagi ada pula yang tipis tipis komen, "waktu bayi malah enaken bisa ditinggal, nanti pas udah gede dikit malah gabisa ngapa2in."
Padahal, sering kali yang aku share adalah konsep atau kerangka berpikir dalam melakukan sesuatu, agar apapun fasenya hal tersebut bisa diterapkan. Karena yang terpenting adalah cara kita berpikir dalam menghadapi masalah. Besar kecilnya masalah itu akan bisa dihadapi selama cara berpikirnya betul, dan hatinya lapang. Tapi banyak dari manusia, kadang tanpa sadar justru senangnya membandingkan penderitaan, bahwa yang "saya, aku, kita alami lebih berat dari orang lain, tunggu saja kamu juga nanti ngalamin apa yang aku alamin" kadang momen itu sebenarnya jadi momen proyeksi mereka untuk memaklumi apa yang dirasakannya saat menghadapi hal berat tersebut. Bahwa pasti semua orang merasa berat dalam menjalani hal ini, ga mungkin ada mereka yang mudah menjalaninya.
Gapapa, tugas kita cuma menyampaikan, semoga bisa meringankan dan jadi celah untuk bernapas bagi yang membutuhkannya. :)