|| Menasehati__ Sahabatku, sejak kemarin kutahan untuk tidak mengunggah tulisan ini. Takut bila yang kugunakan menulisnya bukan keinginan untuk berbagi melainkan emosi yang tersulut untuk ditunjuki. Maafkan, aku hanya resah dengan keadaan ini. Sahabatku, Jika tampak dan nyata sebuah kesalahan di hadapanmu, khilaf yang kau rasa sangat mengganggu. Terlebih kesalahan itu bisa menjadi contoh tak baik bagi orang lain di luar sana. Rasa-rasanya kesalahan itu begitu fatal tak termaafkan. Tolong, tarik napas dahulu. Jika tampak dan nyata sebuah kesalahan di hadapanmu, fokuslah meluruskan perbuatannya bukan pelakunya. Tunjukkan pada dunia tentang ilmu yang seharusnya. Sampaikan apa yang benar, apa-apa yang telah engkau timba, pun segala rupa inginmu bagi baiknya masa depan mereka. Duhai sahabatku, jangan sebut nama mereka di beranda media sosialmu. Apalagi dibumbui cercaan tentang kealfaan mereka. Ketahuilah dan kurasa engkau lebih tahu, sebagaimana engkau punya hati, mereka pun sama. Jadikan tolak ukur perasaanmu untuk merasai perasaan mereka. Relakah engkau kesalahanmu menjadi bincang viral seantero negeri? Tiada insan yang rela aibnya diumbar apalagi diketahui seisi bumi. Tidak ada. Kesalahan paling besar pun, selalu diharapakan tersembunyi di tempat paling sunyi. Laku paling buruk pun selalu diinginkan untuk bisa diampuni. "Tapi mereka salah, itu sangat berbahaya!" Iya, mereka salah. Maka sekali lagi, fokuslah perbaiki salahnya bukan cemooh pada pelakunya. Ingatlah, seorang guru, yang berjinjit di tengah malam buta hanya demi menasehati muridnya. Lakunya syahdu, beliau begitu takut aib muridnya diketahui banyak jiwa. Malam itu, pada bincang mereka yang paling rahasia, sang guru meluruskan dengan ikhlas dan muridnya menerima dengan lega. Alangkah indahnya. Sahabatku, tiap kata kita punya hisabnya. #nasehat #perbaikisalahnya #_zalfazara_ https://www.instagram.com/p/CCw5Fo1swa8/?igshid=19dlo4eavh5n2


















