Seutuh bulan penuh, pernah selalu di genggamanku.
Bintang-bintang menghiasinya
Bahkan saat tak ada satu, bintang jatuh akan menyapa tepat disudut horizon kemana mataku menari.
Isyarat desau angin pertanda petrichor akan menyapa mulai pekan depan.
Titik-titik dari langit yang ruah itu, segera bertamu di pekarangan.
Atau ketika bunga api mengambil alih sejenak cerah angkasa yang gulita sejak senja tiada.
Adalah segala yang kurayakan...
Tiada beda, diantara senyap-gegap.
di Bentala masih jelas adanya sang surya.
Tak mengganti, walau bahkan membawa segala nuansanya~
Menggantung nestapa dan gulana, mengiring di awang-awang.
Tak ikut mati kala kemarau, atau beku kaku di tumpukan salju
Untuk abadi, kekal menemani.